15th May 2008

Kisara Bantu Bentuk Remaja Bertanggungjawab

Oleh Made Ayu Putri Rasmini

Pemberontak yang selalu ingin tahu!
Remaja cenderung memberontak dan suka menentang nilai dan norma di lingkungannya yang dinilai tidak sreg dengan darah muda yang menggebu-gebu. Di masa puber ini, remaja juga cenderung berpikir kritis. Larangan tanpa alasan yang logis adalah tembok penghalang yang irrasional yang harus digempur habis-habisan. Maka seringkali kita mendengar para orang tua atau guru mengeluhkan sikap remaja yang suka membangkang dan melawan orang tua, karena menurut persepsi mereka argumentasi orang tua ketika melarang tidaklah cukup kuat untuk mengunci rapat pikiran kritis remaja.

Sayangnya, rasa ingin tahu dan pikiran kritis ini tidak dipuaskan dengan iinformasi yang benar oleh pihak-pihak terdekatnya. Sehingga, seringkali remaja membongkar arsip-arsip informasi yang belum jelas kebenarannya dan menelusuri akses informasi yang melewati kategori remaja, seperti misalnya situs-situs porno yang lebih banyak mengumbar aksi-aksi yang melahirkan mitos-mitos baru yang berdampak buruk bagi remaja.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini | Kontributor : Made Putri Ayu Rasmini | 0 Komentar | 14 Views

26th April 2008

Akhirnya Saya Jadi Terdakwa!

Oleh dr Oka Negara

Karena sempat sakit dan istirahat cukup lama, akhirnya baru sempat posting hari ini. Tulisan ini dulu, yang tentang saya sakit dan tulisan tentang kesehatan seksual menyusul. Saya mulai dengan postingan yang serem juga judulnya. Tetapi ini memang terjadi. Jadi terdakwa gara-gara kena tilang. Hehe.

Karena pelanggaran yang masih belum jelas maksudnya buat saya dan bisa jadi juga buat yang lain. Waktu itu maunya makan siang, eh malah bertemu dengan bapak-bapak polisi zaman sekarang. Polisi zaman sekarang? Ya, tahulah maksudnya. Setelah berkenalan dengan bapak-bapak polisi, akhirnya dapat selembar kertas atau slip merah ini.

Lihat di pojok kanan ada tulisan ”terdakwa” kan? Hehe.Karena ingin berbagi, saya coba ceritakan pengalaman ini dalam dua bagian; saat tilang dan saat pengadilan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Jalan-Jalan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 4 Komentar | 109 Views

25th April 2008

Otonan, Ulang Tahun ala Bali

Oleh Kadek Suprapta

Wow, berarti kamu ultah tiga kali dalam setahun dong? Kira-kira sejenis itu ungkapan yang biasa saya terima dari rekan-rekan kerja yang terutama berasal dari luar Bali. Ungkapan di atas muncul ketika biasanya saya permisi pulang lebih dahulu dari kantor karena harus pulang lebih awal untuk otonan. Otonan adalah ritual ulang tahun masyarakat Bali*) yang datang setiap enam bulan sekali.

Datangnya otononan mengkuti siklus Sapta Wara dan Panca Wara serta siklus pawukon. Sapta Wara berumur tujuh hari terdiri dari (Radite, Soma, Anggara, Buda, Wrespati, Sukra, Saniscara) dan sama dengan perhitungan Kalender Masehi namun mempunyai nama yang berbeda. Panca Wara berumur lima hari yang terdiri dari Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Sedangkan pawukon berjumlah 30 wuku dan masing-masing wuku itu berumur 7 hari. Jadi satu wuku datang setiap 210 hari sekali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Dek Didi | 0 Komentar | 94 Views

23rd April 2008

Kemiskinan di Balik Gemerlap Bali

Oleh Alim Mahdi

The Best Island in Asia Pasific itulah penghargaan yang diberikan oleh Destin Asian Award 2008 baru-baru ini. Wajar saja karena nama Bali lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada nama Indonesia. Menyaksikan Bali dari kemashuran tempat wisatanya seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot adalah gambaran kemakmuran, eksotis, serba mentereng, megah, mewah, dan bahkan glamour.

Potret wisata Bali terutama di daerah Badung dan sebagian Kota Denpasar, seakan mengisahkan Bali bebas dari kontaminasi virus kemiskinan. Sungguh, Bali dari tampilan wajah pariwisatanya, seakan meyakinkan pengunjung bahwa provinsi ini tidak lagi tersentuh kemiskinan. Benarkah sebuah kesimpulan yang hanya berdasarkan kesaksian empiris seperti itu?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Alim Mahdi | 2 Komentar | 118 Views

21st April 2008

Mengapa Orang Indonesia Tidak Disiplin?

Oleh I Nyoman Winata

Topik Senin, 21 April 2008, Talk show “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang suka nggampangke. Mbah Mangun bicara bahwa soal disiplin itu sangatlah penting. Jika satu bangsa mau maju dan sejahtera, maka disiplin adalah modal dasar yang harus dimiliki. Seorang yang disiplin akan lebih mengharagai segala sesuatu dengan proporsinya. Bayangkan jika sebuah bangsa manusia-manusia nya adalah orang-orang yang disiplin, dipastikan banyak kemajuan yang bisa diraih.

Kaitannya dengan karakter manusia Indonesia yang suka nggampangke, maka ketiadaan disiplin bermula dari hal ini. Karakter yang suka anggap enteng masalah, menjadikan disiplin sangat sulit ditemui pada sosok manusia Indonesia. Lantas apakah ini semua merupakan karakter asli bangsa Indonesia? Mbah Mangun tidak bisa memberi jawaban pasti. “Saya tidak berani memastikan,” katanya. Terlebih lagi pertanyaan ini dikaitkan dengan latar belakang nenek moyang nusantara yang pernah mengalami masa keemasannya ketika imperium Majapahit berada pada masa puncaknya. Mbah Mangun mengajukan prediksi bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang ini adalah akibat dari penjajahan yang berabad-abad oleh bangsa Asing.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 71 Views

14th April 2008

Bangsaku Sakit Keras

Oleh I Nyoman Winata

Saya mengasuh satu acara di televisi lokal di Semarang. Nama acaranya “Ngobrol Bareng Mbah Mangun”. Acaranya talk show dengan Bapak Ismangoen Notosapoetro atau Mbah Mangun, seorang tokoh masyarakat di Semarang. Pengalaman beliau cukup banyak di berbagai bidang seingga membuat beliau memiliki sejumlah pemikiran-pemikiran yang sederhana namun pas untuk dijadikan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi selama ini. Kami tidak maksud menggurui atau menceramahi pemirsa dengan materi obrolan, melainkan sekadar memberi wacana-wacana yang semoga saja bisa bermanfaat bagi pemirsa.

Jumat, 11 April 2008 saya mengangkat topik tentang nasib rakyat dan pejabat publik. Selama ini dua sisi ini selalu saja nampak bertolak belakang. Rakyat banyak yang semakin susah, pejabat publik banyak yang semakin kaya raya. Ironisnya banyak dari pejabat ini jelas-jelas hidup dari uang rakyat sebagian besar diraup melalui korupsi. Korupsi bisa saja dilegalkan melalui hukum atau aturan atau bisa juga melalui jalan gelap yakni suap menyuap. Meski ada beberapa yang sudah tertangkap tangan dan diancam dimejahijaukan karena suap menyuap, toh tidak menghentikan niat pejabat publik di Indonesia untuk berkorupsi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 1 Komentar | 84 Views

12th April 2008

Mari Menilai Calon Gubernur Pro-Lingkungan Hidup

Oleh Agung Wardana

Bali merupakan pulau kecil yang saat ini tengah berada dalam ancaman perubahan iklim yang sebagian besar rakyatnya merupakan kelompok rentan terkena dampak, seperti petani, nelayan, maupun perajin. Selain itu masih banyak proyek-proyek bermasalah yang belum juga tuntas penyelesaiannya, misalnya: Geothermal Begudul, Loloan Yeh Poh, Lapangan Golf Selasih, Serangan, dan lain-lain yang menjadi bukti bahwa tidak adanya keberpihakan pemerintah saat ini terhadap lingkungan hidup dan rakyat.

Masifnya eskploitasi lingkungan hidup dan sumber daya alam oleh industri pariwisata, menyebabkan semakin mendesak daya dukung Bali dan memarjinalkan akses masyarakat lokal terhadap sumber daya alamnya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini | Kontributor : Agung Wardana | 3 Komentar | 73 Views

3rd April 2008

Jaksa Urip, yang Saya Kenal

Oleh : Hari Puspita

HARI Minggu (2/3) malam lalu saya dapat kabar soal ditangkapnya seorang jaksa yang karirnya bak meteor, Urip Tri Gunawan. Mantan konseptor dakwaan terpidana mati Bom Bali 1, Amrozi, ini bak kisah novel saja, jalan hidupnya.

Apalagi setelah keesokan paginya setiap satu jam dan hampir dari menit ke menit di televisi ada tayangan dan running text tentangnya. Lelaki kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 42 tahun silam ini telah membalik telapak tangannya yang tertera takdir, dengan hidup bertema baru : From Hero To Zero.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 205 Views

26th March 2008

Sikap Permisif Orang Bali Kebablasan

Oleh I Nyoman Winata

Banyak perubahan terjadi pada sosio cultural masyarakat Bali. Perubahan pola perilaku dan pandangan adalah yang utama. Salah satunya adalah sikap permisif orang-orang Bali atas sesuatu yang melanggar norma etika dan ajaran agama memang sudah melebihi ambang batas. Akibatnya banyak tindakkan yang tidak lagi mengindahkan norma etika moral dianggap sebagai hal yang biasa.

Dalam konteks korupsi, lihatlah bagaimana perlakukan masyarakat kepada mereka yang patut diduga sebagai koruptor,dihormati, dielu-elukan dan diberikan tempat terhormat. Mungkin di sekeliling kita banyak yang menjadi pelaku korupsi, mungkin pejabat rendahan di kelurahan misalnya, sampai pada pejabat tinggi di kecamatan atau kabupaten/kota dan seterusnya. Meski mereka layak di duga dan mungkin sudah ada yang pernah memeras rakyat, toh para pejabat ini tetap dihormati. Bahkan yang lebih gila lagi, ketika pemilihan dilakukan secara langsung, mereka yang terindikasi koruptor ini justru dipilih.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 3 Komentar | 139 Views

25th March 2008

Cerita Anak Bebotoh

Oleh I Nyoman Winata

Karena apa orang Bali mejadi Bebotoh? Ada yang berpendapat bahwa menjadi bebotoh karena faktor genetik. Faktanya di Bali banyak yang orangtuanya bebotoh, anaknya juga ikut jadi bebotoh. Tetapi benarkah orang bali jadi bebotoh karena faktor genetik?

Untuk menjawab pertanyaa ini, saya ingin menceritakan kisah teman saya yang Bapaknya bebotoh. Ia bersaudara empat orang, laki-laki semua dan sampai saat ini tidak ada satupun yang mengikuti jejak sang bapak.

Saya tanya apakah dia sama sekali tidak pernah ke tajen?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 3 Komentar | 156 Views

eXTReMe Tracker