1st
June
2008
Oleh Rah De
Bagi saya pribadi, penyerangan dan penangkapan mahasiwa Universitas Nasional (Unas) yang berunjuk rasa menentang menaikkan harga BBM oleh aparat keamanan, merupakan tindakan yang terkutuk karena merupakan bentuk tindakan kekerasan oleh aparat keamanan dan melanggar kebebasan menyampaikan pendapat dan melanggar hak asasi manusia (HAM).
Tindakan represif aparat keamanan itu telah mencoreng reformasi ditubuh kepolisi RI. Setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian di kampus Unas. Polisi masuk menyerbu kampus tersebut sehingga menimbulkan sejumlah kerusakan. Ratusan aktivis ditahan polisi.
Ada yang ditahan di Polres Jakarta Selatan dan juga di Polda Metro Jaya. Penangkapan yang dilakukan polisi bersifat membabi-buta. Penangkapan terhadap massa yang berunjuk rasa membatasi kebebasan berpendapat dimuka umum. Kalau memang di dalam kampus terjadi ancaman kekerasan yang membahayakan orang lain, Polisi sebagai penegak hukum memang memiliki hak masuk ke dalam kampus.
Namun yang perlu diketahui apakah benar ada ancaman atau tidak. Rektor pun berhak melarang Polisi masuk ke dalam kampus jika ternyata tidak ada ancaman kekerasan yang membahayakan orang lain.
Kategori berita : Opini | Kontributor : rahde | | 90 Views
26th
May
2008
Sumber Koalisi Perempuan Bali
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 22 ayat (b) menyatakan bahwa kewajiban daerah otonom adalah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Momentum pilkada langsung sebagai proses politik lokal yang tengah di helat masyarakat Bali memiliki nilai strategis bagi perjuangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Koalisi Perempuan Bali menjadikan Dialog Publik pada tanggal 28 Mei 2008 di wantilan DPRD Bali dengan para kandidat Gubernur dan wakil Gubernur Bali sebagai momentum tepat bagi perjuangan perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup kaumnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 130 Views
25th
May
2008
Oleh Pande Baik
Seorang saudara yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sempat melontarkan pernyataan yang âsangat lucuâ perihal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dimulai tengah malam tadi di 10 Kota namun belum termasuk Kota Denpasar. Ia sangat menyetujui kenaikan harga BBM yang dianggapnya âtidak seberapaâ itu. Apa pasal?
Ya wajarlah, ia berpikir dan berkata seperti itu. Wong ia masih bujang, bahkan pacar pun baru pertama kali ini ia punya di usianya yang dua tahun lagi bakalan menginjak kepala tiga. Bukan cuma itu, profesi sebagai PNS yang sudah golongan IIIa, yang artinya gaji plus tunjangannya pun bisa mencapai angka hampir Rp 2 juta per bulan. Itu pun belum tersentuh oleh susu anak, biaya dapur, pemeliharaan rumah apalagi bensin mobil.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 77 Views
20th
May
2008
Oleh Alim Mahdi
Bantuan Langsung Telas. Itulah bahasa plesetan orang Bali dari kalimat Bantuan Langsung Tunai kepanjangan dari BLT. Bahkan dari beberapa spanduk demo menolak kenaikan BBM ada yang bertuliskan âBantuan Langsung Tewasâ. Dan banyak yang meragukan efektifitas BLT. âApakah tidak ada cara lain selain BLT?â para pengamat mempertanyakan. Jika data yang diberikan oleh pemerintah tidak akurat, maka akan menimbulkan masalah baru dan berpotensi terjadi keributan dan konflik sosial.
Sebagai aktivis zakat dan sosial di Bali, dan sering berhadapan dengan orang miskin atau rumah tangga miskin, saya masih tidak yakin tentang keakuratan data orang miskin penerima BLT yang disodorkan pemerintah. Sembilan puluh persen (90%) dari orang miskin Bali yang dibantu oleh yayasan yang saya pimpin (Dompet Sosial Madani Bali) adalah orang miskin yang lepas dari perhatian pemerintah alias tidak masuk data orang miskinnya pemerintah.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : Alim Mahdi | | 131 Views
15th
May
2008
Oleh Made Ayu Putri Rasmini
Pemberontak yang selalu ingin tahu!
Remaja cenderung memberontak dan suka menentang nilai dan norma di lingkungannya yang dinilai tidak sreg dengan darah muda yang menggebu-gebu. Di masa puber ini, remaja juga cenderung berpikir kritis. Larangan tanpa alasan yang logis adalah tembok penghalang yang irrasional yang harus digempur habis-habisan. Maka seringkali kita mendengar para orang tua atau guru mengeluhkan sikap remaja yang suka membangkang dan melawan orang tua, karena menurut persepsi mereka argumentasi orang tua ketika melarang tidaklah cukup kuat untuk mengunci rapat pikiran kritis remaja.
Sayangnya, rasa ingin tahu dan pikiran kritis ini tidak dipuaskan dengan iinformasi yang benar oleh pihak-pihak terdekatnya. Sehingga, seringkali remaja membongkar arsip-arsip informasi yang belum jelas kebenarannya dan menelusuri akses informasi yang melewati kategori remaja, seperti misalnya situs-situs porno yang lebih banyak mengumbar aksi-aksi yang melahirkan mitos-mitos baru yang berdampak buruk bagi remaja.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini | Kontributor : Made Putri Ayu Rasmini | | 215 Views
15th
May
2008
Oleh Agung Wardana
Suatu saat seorang teman jurnalis menanyakan sikap saya tentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh rezim Susilo Bambang Yudhoyono â Jusuf Kalla (SBY-JK). Kemudian saya jawab bahwa permasalahannya tidaklah terletak pada urusan menolak atau menerima rencana kenaikan harga BBM, namun masalah keadilan.
Kemudian dia kembali mencerca dengan pertanyaan yang lain, âBukankah seharusnya sebagai seorang aktivis lingkungan, anda setuju rencana kenaikan tersebut karena dapat mengurangi konsumsi masyarakat terhadap BBM sehingga emisi yang dikeluarkan pun sedikit?â
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini | Kontributor : Agung Wardana | | 53 Views
26th
April
2008
Oleh dr Oka Negara
Karena sempat sakit dan istirahat cukup lama, akhirnya baru sempat posting hari ini. Tulisan ini dulu, yang tentang saya sakit dan tulisan tentang kesehatan seksual menyusul. Saya mulai dengan postingan yang serem juga judulnya. Tetapi ini memang terjadi. Jadi terdakwa gara-gara kena tilang. Hehe.
Karena pelanggaran yang masih belum jelas maksudnya buat saya dan bisa jadi juga buat yang lain. Waktu itu maunya makan siang, eh malah bertemu dengan bapak-bapak polisi zaman sekarang. Polisi zaman sekarang? Ya, tahulah maksudnya. Setelah berkenalan dengan bapak-bapak polisi, akhirnya dapat selembar kertas atau slip merah ini.



Lihat di pojok kanan ada tulisan âterdakwaâ kan? Hehe.Karena ingin berbagi, saya coba ceritakan pengalaman ini dalam dua bagian; saat tilang dan saat pengadilan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Jalan-Jalan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 195 Views
25th
April
2008
Oleh Kadek Suprapta
Wow, berarti kamu ultah tiga kali dalam setahun dong? Kira-kira sejenis itu ungkapan yang biasa saya terima dari rekan-rekan kerja yang terutama berasal dari luar Bali. Ungkapan di atas muncul ketika biasanya saya permisi pulang lebih dahulu dari kantor karena harus pulang lebih awal untuk otonan. Otonan adalah ritual ulang tahun masyarakat Bali*) yang datang setiap enam bulan sekali.
Datangnya otononan mengkuti siklus Sapta Wara dan Panca Wara serta siklus pawukon. Sapta Wara berumur tujuh hari terdiri dari (Radite, Soma, Anggara, Buda, Wrespati, Sukra, Saniscara) dan sama dengan perhitungan Kalender Masehi namun mempunyai nama yang berbeda. Panca Wara berumur lima hari yang terdiri dari Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Sedangkan pawukon berjumlah 30 wuku dan masing-masing wuku itu berumur 7 hari. Jadi satu wuku datang setiap 210 hari sekali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Dek Didi | | 179 Views
23rd
April
2008
Oleh Alim Mahdi
The Best Island in Asia Pasific itulah penghargaan yang diberikan oleh Destin Asian Award 2008 baru-baru ini. Wajar saja karena nama Bali lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada nama Indonesia. Menyaksikan Bali dari kemashuran tempat wisatanya seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot adalah gambaran kemakmuran, eksotis, serba mentereng, megah, mewah, dan bahkan glamour.
Potret wisata Bali terutama di daerah Badung dan sebagian Kota Denpasar, seakan mengisahkan Bali bebas dari kontaminasi virus kemiskinan. Sungguh, Bali dari tampilan wajah pariwisatanya, seakan meyakinkan pengunjung bahwa provinsi ini tidak lagi tersentuh kemiskinan. Benarkah sebuah kesimpulan yang hanya berdasarkan kesaksian empiris seperti itu?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Alim Mahdi | | 229 Views
21st
April
2008
Oleh I Nyoman Winata
Topik Senin, 21 April 2008, Talk show “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang suka nggampangke. Mbah Mangun bicara bahwa soal disiplin itu sangatlah penting. Jika satu bangsa mau maju dan sejahtera, maka disiplin adalah modal dasar yang harus dimiliki. Seorang yang disiplin akan lebih mengharagai segala sesuatu dengan proporsinya. Bayangkan jika sebuah bangsa manusia-manusia nya adalah orang-orang yang disiplin, dipastikan banyak kemajuan yang bisa diraih.
Kaitannya dengan karakter manusia Indonesia yang suka nggampangke, maka ketiadaan disiplin bermula dari hal ini. Karakter yang suka anggap enteng masalah, menjadikan disiplin sangat sulit ditemui pada sosok manusia Indonesia. Lantas apakah ini semua merupakan karakter asli bangsa Indonesia? Mbah Mangun tidak bisa memberi jawaban pasti. “Saya tidak berani memastikan,” katanya. Terlebih lagi pertanyaan ini dikaitkan dengan latar belakang nenek moyang nusantara yang pernah mengalami masa keemasannya ketika imperium Majapahit berada pada masa puncaknya. Mbah Mangun mengajukan prediksi bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang ini adalah akibat dari penjajahan yang berabad-abad oleh bangsa Asing.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 149 Views