7th August 2008

Denpasar Kota (yang Makin) Kusam

Oleh I Nyoman Winata

Sempat pulang kampung akhir Agutus lalu untuk ikut pelatihan Jurnalistik dari BBC, saya membawa rasa rindu mendalam terhadapĀ kota kelahiran saya, Denpasar. Meski belum genap setahun saya pulang kampung tetap saja rasa kangen denganĀ rumah tuaĀ sudah begitu kuat.Ā Bali memang membuat kita selalu rindu untuk mendatanginya. Hanya saja memang realitas yang ditemui tidak masih seindah bayangan.

Sesampai di rumah yang berada di depan terminal Ubung saya menerima pemandangan trotoar yang dibongkar sekenanya dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Saya tidak habis pikir daerah strategis seperti Ubung yang menjadi pintu masuk awal ke kota Denpasar dibuat berantakan seperti ini. Kalaupun trotoar ini harus dibongkar dan akan diperbaiki, rencanakanlah dengan baik dan tidak dikesankan dibiarkan terlantar.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Denpasar Before & After, Kabar Anyar, Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | 9 Komentar | 280 views

7th August 2008

Kesurupan Mantram Tropical Transit

Oleh Anton Muhajir

Sabtu (2/8) lalu saya ikut perayaan mengenang dr AA Made Djelantik, pangeran dari Puri Karangasem yang meninggal September 2007 lalu. Perayaan ini digelar di Taman Ujung Sukasada, taman air sisa kejayaan Kerajaan Karangasem. Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk datang. Tapi karena istri saya ngotot ingin hadir di sana, jadi ya kompromi saja.

Satu hal yang membuat saya tetap mau datang, meski tidak terlalu antusias, adalah karena bedah buku yang akan menghadirkan Goenawan Mohamad, biasa dipanggil GM atau Mas Gun. GM bukan hanya wartawan dan sastrawan tapi, bagi saya, juga salah satu filsuf yang sering memberi perspektif alternatif ketika melihat masalah. Maka, kami pun tetap ke Karangasem untuk hadir pada perayaan tersebut.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 222 views

6th August 2008

In God We Trust. All Others Pay Cash.

Oleh Punjung Harry

Di uang kertas dollar Amerika tertera tulisan ā€œIn God We Trustā€. Dulu di kafe-kafe Amrik, pemilik kafe memasang poster, ā€œIn God We Trust. All Others Pay Cashā€. Plesetan memang, tapi maknanya dalam. Kalau ada saling percaya, tidak perlu ada uang tunai untuk bertransaksi. Seperti warung emak di sebelah kantor, kalau ada saling percaya bayarnya kapan-kapan.

Saya ngomong soal kepercayaan ini sambil menengok bisnis teman saya yang kebetulan punya sejenis event organizer (EO). Mereka mengandalkan kepercayaan itu untuk berusaha. Kepercayaan dari temen-temen yang bantuin, kepercayaan dari sponsor, bahkan dari saya sendiri yang nggak bantuin dan terangnya jelas bukan sponsor.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini | Kontributor : Punjung Harry | 0 Komentar | 120 views

3rd August 2008

Salah Siapa?

OlehI Gusti Agung Made Wirautama

Pagi itu masih dingin, matahari baru saja muncul beberapa bagian ketika Ajik saya akan berangkat ke singaraja naik motor bersama Ibu. Sebelum berangkat Ajik mengingatkan Kakak untuk membayar iuran di banjar dan salah satunya iuran kebersihan. Ajik pun mengingatkan hal itu dengan berbicara sambil mengeluh.

“Jaman sekarang susah, masak untuk membersihkan balai banjar saja kita harus mengeluarkan uang”.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini | Kontributor : I Gusti Agung Made Wirautama | 4 Komentar | 108 views

29th July 2008

Denpasar Kok Tambah Dingin Ya?

Oleh Punjung Harry

Sumpah kalau siang-siang saya malah seneng. Tapi kalau malam mah bikin ngiri sama yang sudah punya temen tidur.

Dari zaman SMA saya sudah punya cita-cita buat tinggal di daerah yang ā€˜dingin’ dalam ukuran Indonesia. Suhu antara 25-30 derajat celcius merupakan kenyamanan buat saya, karena saya selama ini tinggal di daerah yang cukup panas. Istilah saya Mimpi karena keadaan. Malang, Bandung dan Bogor menjadi inceran saya buat kuliah.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Opini, Teknologi | Kontributor : Punjung Harry | 7 Komentar | 196 views

29th July 2008

Suklu, Kacang yang Paham Kulitnya

Oleh Jean Couteau

Kondisi produksi seni rupa di Bali kini amat berbeda dari beberapa dekade lalu. Pada era terdahulu, para seniman, pertama-tama adalah figur yang ā€œberakarā€.Ā  Sebagai bagian dari budaya lokal, mereka memperoleh warisan teknik-teknik dan simbol yang merupakan hasil akhir dari proses evolusi sejarah setempat yang panjang.

Dengan kata lain para pelaku seni tersebutĀ  adalah pencipta/ produsen dari budaya mereka sendiri, yang belakangan berada dalam ancaman situasi sebaliknya. Sementara itu, yang mula pertama diakses oleh para seniman terkini adalah simbol-simbol yang di-media-kan dari suatu dunia global,Ā  di mana mereka pada galibnya tak memiliki kontrol atasnya sama sekali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Opini, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 199 views

28th July 2008

Apa Yang Tersisa untuk Anak Cucu Kita?

Oleh I Gusti Agung Made Wirautama

Bali adalah sebuah pulau yang eksotis dan begitu terkenal ke penjuru dunia, segala keunikan budaya dan keindahan alam ada di sini, di Bali. Memang sebuah warisan leluhur yang amat tak ternilai harganya. Itulah sebabnya turis dan pemilik modal berani membayar miliyaran rupiah untuk sebuah lahan tidak produktif di tebing pinggiran sungai dan bersebelahan dengan setra (kuburan) tetapi memiliki pemandangan yang unik ke arah persawahan.

Alam Bali memang bukan merupakan buatan nenek moyang dan leluhur orang Bali, alam sudah ada dari dulunya, hanya dulu kita (leluhur) sangat pintar merawat alam Bali dan bersahabat dengan alam bahkan memanusiakan alam.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : I Gusti Agung Made Wirautama | 0 Komentar | 166 views

26th July 2008

Makna Liputan Media Dunia atas Kremasi Ubud

Oleh I Nyoman Darma Putra

UPACARA kremasi almarhum Tjokorda Gde Agung Suyasa (Selasa, 15/7) mendapat liputan luas media massa dari semua penjuru benua, mulai dari Afrika, Eropa, Amerika, Australia dan tentu saja Asia. Kiranya tidak ada peristiwa adat dan tradisi di Nusantara yang pernah mendapat liputan seluas dan seantusias kremasi bangsawan Ubud di awal milineum ini.

Di Benua Afrika, berita kremasi disiarkan koran The Mercury, di Timur Tengah Gulf Times (Qatar), lalu The New York Times dan koran lain di Amerika, International Herald Tribune (edisi global New York Times), ABC Australia, Reuters dan BBC di Eropa. Koran-koran nasional seperti Kompas, The Jakarta Post, dan kantor berita Antara juga antusias memberitakan prosesi kremasi Ubud.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Darma Putra | 7 Komentar | 257 views

25th July 2008

Ketika Pariwisata Mengalahkan Mereka

Oleh Anton Muhajir

Atas nama apa pun, pembangunan selalu melahirkan korban. Begitu juga pembangunan pariwisata di Bali. Di antara gemerlapnya, ada juga suara-suara rintihan mereka yang kalah.

I Wayan Rebo salah satunya. Atas nama pembangunan lapangan golf dan fasilitasnya, petani di kawasan Bukit Pecatu, Kuta Selatan ini harus terusir dari tanahnya sendiri. Dua kali dia masuk penjara karena dianggap melawan Negara. Dia menolak menjual tanahnya. Maka, Rebo dianggap mengkhianati pariwisata, yang sudah kadung jadi mantra sakti di Bali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 4 Komentar | 160 views

22nd July 2008

Danau Buyan is Not for Sale!

Sumber Bali Outbond Community

Semakin banyak alam di Bali yang dirongrong dan menjadi incaran para investor. Misalnya kawasan Danau Beratan yang kini telah dibangun villa-villa, Pantai Kelating di Tabanan yang juga akan dibangun villa, rusaknya bukit di dreamland Pecatu yang hanya untuk pembangunan apartemen, serta kawasan Pantai Padang Bai yang kini juga sedang dibangun hotel berbintang meskipun kini proyek tersebut sedang terhenti karena masalah perizinan daerah.

Di tempat lain masih saja ada kasus yang sama, seperti halnya di Danau Buyan yang merupakan kawasan hutan lindung dimana sumber daya alamnya masih dibutuhkan oleh masyarakat kawasan danau Buyan pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya. Kini kawasan bumi perkemahan tersebut akan dibangun villa oleh investor luar dengan dana mencapai triliunan rupiah.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 13 Komentar | 169 views

eXTReMe Tracker