29th
September
2008
Oleh Anton Muhajir
Di usianya yang belum genap 10 tahun, Ni Wayan Cenik harus bekerja lebih dari 8 jam per hari. Dia bekerja dari pukul 6 pagi hingga pukul 12 siang. Setelah istirahat di kos, dia akan kembali bekerja dari pukul 4 sore hingga pukul 8 malam. Total, tiap hari dia bekerja 8 hingga 9 jam.
Sejak pukul 6 pagi dia sudah berada di Pasar Badung, pasar terbesar di Bali. Untuk itu dia harus berjalan 30 menit sebelumnya dari tempat kosnya, sekitar 3 km dari pasar. Dia kemudian menawarkan jasanya untuk mengangkat barang-barang belanjaan konsumen di pasar kebutuhan pokok itu. Cenik bekerja sebagai tukang suun, menyewakan jasa untuk mengangkat barang belanjaan pembeli di pasar.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Pendidikan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 144 views
28th
September
2008
Oleh Luh De Suriyani
Fakultas Sastra Jurusan Arkeologi Universitas Udayana membuat pameran terobosan baru soal arkeologi yang dipadu dengan multimedia berjudul “Archaeology Goes to Public”. Babakan sejarah penting Indonesia, khususnya Bali dipaparkan dengan bantuan audio visual, diorama, artefak, teater, dan seni rupa.
Pameran yang berlangsung pada 25-28 September ini ini bagian dari ulang tahun ke- 50 FS Unud yang berlokasi di Jalan Pulau Nias, Denpasar. “Arkeologi di Indonesia masih menjadi bidang yang tak tersentuh dan sangat asing. Kami ingin mendekatkan masyarakat umum pada hal ini dengan membuka pameran yang interaktif,” ujar Kristiawan, dosen arkeologi Unud yang menggagas pameran ini pada Jumat (26/9) kemarin.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Pendidikan, Teknologi | Kontributor : Luh De Suriyani | | 284 views
14th
September
2008
Oleh Anton Muhajir
Dengan malu-malu, Ni Wayang Komang, 11 tahun, ikut bernyanyi. Dia juga bertepuk tangan bersama sekitar 15 anak di ruangan tersebut. Di antara anak-anak lain, Komang terlihat paling tinggi. Dia memang paling besar. Sementara teman-teman sekelasnya ada yang bahkan baru empat tahun.
Selasa siang itu Komang iktu belajar di sekolah alternatif untuk anak-anak miskin di Banjar Penyaitan, Pemecutan, Denpasar Barat. Murid di sekolah bernama Street Kids Ministry itu sebagian besar adalah anak-anak miskin di banjar tersebut. Komang salah satunya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Pendidikan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 363 views