12th
July
2008
Dikirim Komunitas Dua Sahaja
Untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbitan buku, khususnya dalam kehidupan sastra di Indonesia, sepasang suami istri, yakni Rayni & Noorca M. Massardi, pada Sabtu (12/7/08), pukul 18.00 Wita, secara bersamaan meluncurkan karya fiksi terbaru mereka yang dipublikasikan dua penerbit berbeda, di Toko Buku Togamas, Jalan Hayam Wuruk 175, Denpasar.
Novel berjudul “d.I.a. cinta dan presiden” karya Noorca M. Massardi itu, akan dibahas oleh penyair Warih Wisatsana. Sedangkan untuk buku kumpulan cerpen “I Don’t Care” karya Rayni N. Massardi akan diulas oleh cerpenis Ni Made Purnamasari.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Buku, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 311 views
10th
July
2008
Oleh Luh De Suriyani
Pertengahan Mei lalu di rumahnya di kawasan Kerobokan, Kuta, Bali, Asana Viebeke Lengkong, aktivis sosial ini mendapat kunjungan sejumlah kelompok masyarakat. Ada dua rombongan warga yakni Desa Kapal dan Desa Plaga yang sharing bagaimana mengembangkan wilayahnya sesuai potensi desa. Desa Kapal yang dikomando anak mudanya berencana mengambangkan program ekowisata desa, sementara Plaga bergiat dengan koperasi untuk menggairahkan ekonomi desa.
Rumah Asana Viebeke tak surut kedatangan pengunjung. Setelah itu, beberapa orang asing juga datang memenuhi ruang tengah rumahnya yang bak bale banjar, suatu tempat berkumpul bagi warga di Bali. Ini beralasan karena keseharian perempuan paruh baya ini adalah memetakan persoalan ekonomi, potensi desa, pendidikan bagi desa di daerah yang tak tersentuh di Bali, anak-anak berpenyakit yang terabaikan, dan lainnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 134 views
20th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Tiga pelukis menyuarakan pandangannya tentang keseimbangan. Tiga pelukis yang meski telah kenyang terlibat dalam berbagai pameran bersama, namun tak henti-hentinya terus berproses dan memburu jati diri. Tiga pelukis tersebut adalah Wayan Wirawan (1975), Ketut Lekung Sugantika (1975) dan Sekartadji Supanto (1977). Mereka menampilkan karya-karya mutakhirnya lewat pameran bertajuk “Equilibrium” di Tonyraka Art Gallery, Ubud, Bali. Pameran yang berlangsung dari 30 Mei sampai 20 Juni 2008 ini dikuratori oleh Arif Bagus Prasetyo.
Para pelukis itu menyadari bahwa dunia, baik dunia ekologis, budaya dan mental sedang berada dalam ketidakseimbangan, mengalami chaos. Wirawan menyoroti peristiwa-peristiwa kehancuran ekologis yang telah terjadi di semua belahan bumi. Es di kutub telah lama mencair menyebabkan pemanasan global. Kehancuran hutan akibat kebakaran dan penebangan liar semakin parah. Banjir bandang mengincar setiap musim hujan, siap melumat perkampungan di bawahnya. Gempa bumi menjadi hantu yang menakutkan. Belum lagi masalah polusi alam (udara, air, tanah) akibat tindakan manusia yang tidak bisa menghargai alam.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 96 views
19th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Sejak lama Bali telah menjadi Surga bagi para pelukis asing. Mereka telah berdatangan sejak tahun 1920-an dan berlomba mereguk inspirasi dari alam dan budaya Bali yang unik. Untuk merunut beberapa nama, sebutlah misalnya Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smith, Donald Friend hingga generasi Ronald Wigman, Wolfgang Widmoser, Peter Dittmar, Filippo Sciascia, Walter van Oel dan Yaari Rom.
Yaari Rom adalah pelukis kelahiran Los Angeles, USA, 1956. Yaari yang baru beberapa tahun menetap di Bali mengakui bahwa pesona alam dan budaya Bali merupakan salah satu sumber inspirasi bagi karya-karya seninya. Yaari dikenal sebagai seniman serba bisa. Selain melukis, ia juga menggarap fotografi, film, seni teater dan wearable art (seni busana).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 205 views
8th
April
2008
Sumber : Jurnal Nasional/7 April 2008
(Rubrik : Gelanggang)
Dalam menggerakkan proses kreatifnya, Wayan Sunarta sengaja menjelajahi berbagai pemikiran dan mengakrabi aneka karya kreatif dari para sastrawan ternama, nasional maupun mancanegara. Namun, lingkungan terdekatnya, Bali, tak pernah melepaskannya dari kebijakan hidup seorang pemikir lokal yang memilih hidup sederhana dan senang bertualang. Berikut obrolannya bersama Jurnal Nasional.
Apa kabar?
Agak baik dan agak sehat. Cuaca di dalam diri dan di luar diri semakin tidak menentu akhir-akhir ini.
Bisa digambarkan proses kreatif Anda sejak awal?
Saya mulai jatuh hati dengan puisi ketika duduk di kelas 2 SMP. Di perpustakaan sekolah saya menemukan buku tipis berjudul “Hari-hari Akhir Si Penyair” yang disusun Nasjah Djamin. Buku itu menceritakan kehidupan penyair legendaris Chairil Anwar. Buku itu pula yang menjadi salah satu penuntun saya mengarungi lautan puisi.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 493 views
6th
April
2008
Oleh I Made Suardana
Di dunia perblogan tanah air khususnya Bali, blogger yang juga seorang dokter ini lebih dikenal dengan sebutan imcw. Sebutan yang populer tersebut adalah kependekan dari nama aslinya yaitu dr. I Made Cock Wirawan, S.Ked, pemilik sebuah blog yang bisa dikategorikan blog seleb blogdokter.net dan juga seorang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 1995. Lahir di Denpasar 29 Juli 1976, dokter yang baik hati dan suka menolong ini sudah dikaruniai dua orang putri.
Kesibukannya sebagai seorang dokter dan ayah dari dua putri, tidak menghalanginya untuk aktif sebagai seorang blogger sejati. Ini bisa dilihat dari blogdokter.net yang selalu update dengan postingan2 yang ttg dunia kesehatan dan dunia teknologi informasi. Sebuah kombinasi konten yang sinergi. Praktek2 di rumah sakitpun kadang beliau terapkan dalam dunia blog, misalnya beberapa blog teman pernah masuk UGD-nya blogdokter untuk dipasangi berbagai infus set up dan plugin. Berikut kutipan wawancara dengan beliau.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Sosok, Teknologi | Kontributor : Made Suardana | | 207 views
3rd
April
2008
Oleh : Hari Puspita
HARI Minggu (2/3) malam lalu saya dapat kabar soal ditangkapnya seorang jaksa yang karirnya bak meteor, Urip Tri Gunawan. Mantan konseptor dakwaan terpidana mati Bom Bali 1, Amrozi, ini bak kisah novel saja, jalan hidupnya.
Apalagi setelah keesokan paginya setiap satu jam dan hampir dari menit ke menit di televisi ada tayangan dan running text tentangnya. Lelaki kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 42 tahun silam ini telah membalik telapak tangannya yang tertera takdir, dengan hidup bertema baru : From Hero To Zero.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 436 views
21st
February
2008
Oleh Hendra W Saputro
“Sudah berapa lama menjadi Polisi Hutan, Pak?” tanya saya.
“Saya diangkat jadi Polisi Hutan (Jagawana) sejak 1983. Sampai sekarang, polisi hutan adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil) di bawah naungan Dinas Kehutanan,“ jawabnya.
“Jabatan saat ini apa, Pak? Apakah Kepala Polisinya atau apa?”
“Wah, Saya bukan Kepalanya, Mas. Saya ini cuma pegawai di Polisi Hutan Sektor Kintamani sini bersama lima orang pegawai. Kami bertugas menjaga hutan di sekitar Kintamani.”
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Hendra Bali Orange | | 427 views
3rd
February
2008
Diambil dari Milis Bali
11 Februari 1908 – 11 Februari 2008
Anak Agung Pandji Tisna, satu-satunya pengarang putra Bali, putra Bali Utara, Buleleng, termasuk golongan pengarang pujangga baru (sejaman dengan Sutan Takdir Alisyahbana, Armin Pane, Sanusi Pane dan lain-lain), dengan buku-buku karangan beliau seperti : Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935), Ni Sukreni Gadis Bali (1936), I Swasta Setahun di Bedahulu (1937), I Made Widiadi, Kembali Kepada Tuhan (1957) dan lain-lain tulisan sastra beliau pada masa itu.
Pada 11 Februari 2008 genap 100 tahun, kami keluarga Puri Buleleng (Puri Agung Singaraja) akan menyelenggarakan peringatan (mengenang) 100 tahun Anak Agung Pandji Tisna, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Februari 2008 (hari Minggu dan Senin) bertempat di Puri Buleleng (Puri Agung Singaraja).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 360 views
6th
January
2008
Oleh Luh de Suriyani
Sangsarane nemu gelang/pada mangutahan jelati/sampun napak tegak segara/kapal cenik kapal kayu/yeh pasihe menek membah/pada dingin/jam empate ring ampenan.
(Penderitaan sudah lengkap/semuanya memuntahkan cacing/sudah mendekati tegak lautan/kapal kecil kapal kayu/air laut masuk meninggi/semua kedinginan/jam empat sampai di Ampenan)
Geguritan, sajak yang dilagukan, itu ditulis almarhum Jro Mangku Polos, seorang transmigran dari Pulau Nusa Penida, Bali, sekitar 1950. Ditulis dalam aksara Bali di sehelai kertas lusuh. Perjalanannya begitu berat menuju tanah pengharapan baru di Pulau Sumbawa, setelah didera kemiskinan di tanah kelahirannya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 828 views