11th
February
2008
Oleh Mei Rismawati
Kelas VII SMP PGRI 9 Denpasar
Waktu hari Minggu sore (3/2), aku dan teman-teman pentas teater dalam rangka menyambut kakak-kakak dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka mengajari kami bagaimana cara mengolah sampah.
Kami dibimbing oleh dua orang kakak yaitu Gusman dan Kak Tut Nartha. Kedua kakak itu memberi tahu apa yang disebut dengan sampah. Sampah adalah barang bekas atau kotoran yang telah dipakai manusia.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 218 Views
7th
February
2008
Oleh Bagus Rizky
Kelas VA SD Saraswati 2 Denpasar
Pada Hari Minggu, 3 Februari, ada kakak-kakak yang datang dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka mengajarkan aku cara membedakan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik bisa di daur ulang. Contoh sampah organik adalah sisa nasi, kepa ikan, dauan. Yang bisa di daur ulang adalah kaleng, kresek, baterai, dan lain-lain.
Aku tahu sampah-sampah itu dibuang ke TPA. Jika buangan sudah penuh, maka bisa menimbulkan penyakit yaitu diare, kolera, tifus, dan lain. Aku juga diajarkan bahaya smpah seperti banjir, pemandangan menjadi jorok, dan mencemari sungai.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 434 Views
5th
February
2008
Oleh Aryani Putri
Kelas VII SMPN 10 Denpasar
Pada Hari Minggu, tepatnya tanggal 3 Februari 2008, saya mendapatkan pengalaman yang sangat menarik. Saya mendapatkan pengalaman tentang cara pengolahan sampah secara sederhana yang diarahkan Kak Gusman dan Kak Tut Nartha.
Betapa bodohnya saya membuang sampah-sampah itu. Ternyata sampah bisa di daur ulang dan dibuat kompos.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 509 Views
3rd
February
2008
Semeton Belogger yth,
Setelah tertunda bulan lalu, akhirnya kita akan launching komunitas blogger Bali, Bali Blogger Community (BBC) juga bulan ini.
Launching ini sebagai bagian dari kampanye kita untuk mengenalkan blog pada masyarakat, sekaligus mengenalkan BBC. Karena itu, mengundang dengan hangat pada semeton belogger Bali untuk hadir pada Launching BBC yang akan dilaksanakan pada:
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 204 Views
2nd
February
2008
Oleh Luh De Suriyani
Pagi itu, suasana Klinik Amertha di Jalan Raya Sesetan, sebelah Lapangan Pegok lengang. “Biasalah, kalau pagi mereka kan belum bangun. Biasanya jam 10-an baru rame,” kata seorang dokter. Benar saja, sepuluh menit kemudian enam perempuan datang, dan segera menuju kursi tunggu di depan klinik yang melayani pemeriksaan kesehatan organ dalam tubuh itu.
Kedatangan perempuan muda dan setengah baya itu ternyata dikawal seorang laki-laki tinggi besar. Beberapa orang menyapanya. Wayan, pria itu, hampir tiga tahun ini rajin menjadi tukang antar perempuan pekerja hiburan malam untuk memeriksakan kesehatan organ dalam ke klinik itu..
“Saya sudah merasakan susahnya kena penyakit. Mana saya tahu, tiba-tiba ternyata kena penyakit. Siapa yang nularin, atau gimana,” ujarnya. Pria yang dikenal cukup lama berkecimpung di bisnis hiburan malam ini mengakui awalnya tak mudah untuknya datang ke klinik memeriksakan diri. Ia merasa sehat, dan perempuan yang sering diajaknya berhubungan juga sehat-sehat saja.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 120 Views
29th
January
2008
Oleh Adi Setiawan
Di Bali, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, saat ini relatif mudah untuk mendapatkan akses internet. Mulai dari bandwidth/data transfer yg paleng kecil sampe yg unlimited, mulai dari yg via wireless/wifi, numpang jaringan mobile phone sampe kabel telepon. Bahkan sekarang udah banyak tempat2 makan/restaurant, mall, dsb yang menyediakan hotspot akses internet gratis maupun berbayar. Berikut sebagian dari beberapa pilihan akses internet yg ada di Bali.
Dial-up
Layanan dial-up via line telpon sudah lama ada. Mulai dari telkomnet instan, indosat, indonet, centrin, dsb. Penetrasi terbatas hanya untuk pengguna yg memiliki line telpon dan kecepatan-nya pun relatif lambat. Akses internet dial-up adalah perintis dari akses internet, dan sampai sekarang masih banyak pengguna yang menggunakan-nya.
ADSL Via Telkomspeedy
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 283 Views
28th
January
2008
Oleh Marthen Welly
Coral Triangle Center mendukung pemerintah dan masyarakat melakukan pelestarian sumber daya alam laut dan pemanfaatannya secara berkesinambungan.
Kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia, utamanya terumbu karang. Kawasan Coral Triangle memiliki luas terumbu karang sekitar 75.000 km2 (TNC, 2005) yang mencakup Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Solomon. Lebih dari 120 juta orang hidupnya sangat bergantung dari terumbu karang di kawasan tersebut. Hal ini menjadi alasan yang sangat kuat untuk melakukan upaya konservasi terumbu karang di kawasan tersebut.
The Nature Conservancy – sebuah lembaga konservasi alam terkemuka di dunia – sejak tahun 2000 menginisiasi pendirian Coral Triangle Center (CTC) di Bali. Country Director TNC-Indonesia Program, Rili Djohani, menjelaskan bahwa “CTC berfungsi sebagai center of excellence, pusat pembelajaran mengenai konservasi kelautan dan pengelolaan kawasan konservasi laut (KKL) yang efektif.” Lebih lanjut Rili menjelaskan “tujuan utama CTC adalah membangun jejaring KKL yang tangguh dan dikelola secara efektif di kawasan Coral Triangle”.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kabar Anyar | Kontributor : Marthen Welly | | 439 Views
28th
January
2008
Oleh Agung Wardana
Sebelum berlangsungnya COP 13 UNFCCC di Bali, WWF bekerja sama dengan perusahaan Sinar Mas dalam lomba pembuatan film bertema lingkungan, khususnya perubahan iklim. Selain itu, Newmount dan Freeport juga tidak segan-segan mengeluarkan keahlian public relation (PR)-nya di sebuah media nasional dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Setelah itu, Bakrie Group mengikuti jejak korporasi tersebut dengan menyiapkan uang sebesar US$ 6-7 juta dolar yang akan digunakan untuk konservasi laut bekerjasama dengan Conservation International Indonesia (RoL, 28 Desember 2007).
Timbul pertanyaan kritis di benak kita bersama, apakah korporasi ini sudah berubah menjadi pecinta lingkungan? Atau hanya merupakan taktik dan upaya penghapusan dosa-nya di hadapan publik?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | | 242 Views
11th
January
2008
Oleh Ni Komang Erviani
Keakraban Daeng Hayak (71 tahun) dengan bom ikan dan potasium, kini tinggal sejarah. Padahal, keseharian Daeng di masa lalu tak pernah lepas dari bom ikan dan potas. Pria keturunan bugis yang lahir dan besar di Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali itu, dulunya termasuk salah satu nelayan pencari ikan dengan bom. Meski ia mengaku punya alasan untuk itu. ”Sebab saya dulu nggak tahu harus bekerja apa lagi. Sementara anak-anak harus makan dan tetap sekolah,” kenang ayah dari 10 anak itu.
Beda dulu, beda sekarang. ”Sekarang saya tahu kalau itu (bom ikan,red) merusak,” ujarnya. Daeng Hayak kini memang sudah tidak lagi menggantungkan hidupnya dari mengebom ikan. Ia kini menggantungkan hidup pada budidaya rumput laut, usaha yang kini juga diikuti oleh sekitar 180 orang nelayan lain di pesisir Gerokgak, Buleleng, Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 897 Views
10th
January
2008
Oleh Ni Komang Erviani
Sebagian wilayah Danau Buyan di Buleleng Bali, kini berubah menjadi padang rumput luas.
Ketika awan yang menggelayut di atas langit Danau Buyan Buleleng Bali makin gelap, Wayan Mustanda (39 tahun) tetap asyik dengan sabit di tangannya. Dua buah karung plastik besar yang dibawanya dari rumah, nyaris penuh terisi rumput. “Sekarang lebih gampang cari rumput. Apalagi setelah danau di sini surut,” terang Mustanda yang sehari-hari beternak sapi.
Mencari rumput untuk pakan ternak setiap hari, sudah menjadi rutinitas Mustanda sejak masih kanak-kanak. Namun sejak beberapa tahun belakangan, Mustanda mendapatkan lahan rumput luas yang tak pernah habis dan makin hari makin meluas. Yakni di atas lahan bekas danau buyan yang surut. “Dulu danau ini luas. Sampai ujung tanggul di sana,” cerita Mustanda sambil menunjuk ke arah tanggul danau seluas 478,33 hektar itu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 388 Views