29th
April
2008
Oleh Agung Wardana
Sebuah villa yang katanya untuk terapi jiwa bernama Bali Healing sedang dibangun di Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan Bali. Villa ini dibangun di kawasan hijau sekaligus salah satu penyangga sumber air dan sumber beras untuk Bali. Karena itu, proyek ini pun melahirkan pro kontra. Berikut kronologi kasus ini berdasarkan hasil penelusuran Walhi Bali.
Tanggal 19 Oktober 2006 didirikan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang developer bernama PT. Bali Permata Indah dengan Akta Notaris No. 4 pada kantor Notaris Dominika Pudji Handajani, SH. Adapun yang menjadi direkturnya dalah Ronny Andreas Tome, 37 thn, warga negara Jerman dan beralamat di Jln. Seminyak 504 Kuta-Bali. PT. Bali Permata Indah ini berkeinginan untuk membangun center kesehatan di wilayah Penebel, Tabanan, Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | | 134 Views
23rd
April
2008
Oleh Alim Mahdi
The Best Island in Asia Pasific itulah penghargaan yang diberikan oleh Destin Asian Award 2008 baru-baru ini. Wajar saja karena nama Bali lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada nama Indonesia. Menyaksikan Bali dari kemashuran tempat wisatanya seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot adalah gambaran kemakmuran, eksotis, serba mentereng, megah, mewah, dan bahkan glamour.
Potret wisata Bali terutama di daerah Badung dan sebagian Kota Denpasar, seakan mengisahkan Bali bebas dari kontaminasi virus kemiskinan. Sungguh, Bali dari tampilan wajah pariwisatanya, seakan meyakinkan pengunjung bahwa provinsi ini tidak lagi tersentuh kemiskinan. Benarkah sebuah kesimpulan yang hanya berdasarkan kesaksian empiris seperti itu?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Alim Mahdi | | 117 Views
7th
April
2008
Oleh Anton Muhajir
Kebun Raya Bedugul adalah salah satu dari empat kebun raya di Indonesia. Keindahan dan kesejukan tiga danau di pegunungan ini menjadi objek wisata yang dikunjungi turis domestik maupun mancanegara. Di tempat berhawa dingin ini juga kerukunan umat beragama benar-benar terwujud.
Objek wisata Bedugul berada di perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, sekitar 90 km dari Denpasar ke arah Singaraja. Perjalanan darat menempuh waktu antara satu setengah hingga dua jam dengan medan menanjak dan berkelok. Jalan semakin menanjak dan berkelok tajam ketika Bedugul semakin dekat. Udara semakin dingin dan seringkali berkabut. Anda perlu lebih berhati-hati. Udara dingin mulai terasa ketika kita memasuki Desa Pacung, Kecamatan Baturiti. Di desa ini juga terdapat beberapa hotel untuk tempat menginap maupun kegiatan lain. Seringkali di desa ini turun hujan karena posisinya yang dekat Bedugul.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 80 Views
14th
March
2008
Oleh Luh De Suriyani
Hidangan seafood di Thailand disajikan sesuai mood tempat. Ketika bersantai di pantai, udang dan cumi juga terlihat “telanjang”.
Pagi beranjak ke pukul 10 waktu Pattaya. Satu dua turis sudah mulai berdatangan untuk mulai ritual mejemur diri atau sekadar baca buku. Ratusan kursi pantai dengan payung khasnya berjejer memenuhi pantai yang bersebelahan persis dengan jalan raya.
Seperti Pantai Kuta di Bali. Bedanya di Kuta, kursi pantai sedikit. Menyisakan banyak bibir pantai yang cukup lapang dari tepi ombak.
Di Pattaya sebaliknya. Bibir pantai sangat sempit, sekitar tiga meter dari laut. Tak menyisakan tempat untuk jalan-jalan karena nyaris seluruh area pantai ditutupi “pohon” payung dan kursi berjemur.
Kalau ingin duduk di kursi, seseorang akan mendekati untuk meminta upah sewa 30 baht. Ini barangkali kesamaannya dengan di Bali. Nothing for free.
Nah, sudah dapat kursi santai yang enak, kini tinggal memilih makanan yang bersliweran dijajakan warga setempat. Sebagian besar dagangan mereka adalah seafood dan buah-buahan tropis. Dua hal yang membuat Thailand sangat populer.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 161 Views
11th
March
2008
Oleh Ady Gondronk
Bagi masyarakat Desa Wongaya Gede tempat kelahiran saya, hari raya Nyepi selain identik dengan perayaan pawai Ogoh-ogoh pada hari pengerupukan dan melakukan penyucian diri satu hari setelah hari pengerupukan, juga identik dengan makanan khas tradisionalnya yaitu “entil”. Entil merupakan makanan tradisional masyakarat Desa Wongaya Gede yang dibuat khusus pada saat Hari Raya Nyepi yang jatuh satu tahun sekali.
Entil adalah makanan tradisional sejenis ketupat yang dibuat dari beras yang dibungkus daun. Orang di desa saya bilang namanya “daun nyelep “atau “daun telengidi “. Digunakannya daun untuk membungkus bertujuan supaya zat warna hijau pada daun bisa meresap ke entil sehingga entil bisa menjadi berwarna kehijau-hijauan, dan rasanyapun akan menjadi lebih enak.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 162 Views
8th
March
2008
Oleh Made Suardana
Walaupun tidak bisa melaksanakan Catur Brata Penyepian (terutama amati karya/tidak boleh bekerja) namun teman-teman dari Bali yang tergabung dalam Sekaa Hindu Dharma Parrot Cay, kemarin melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1930. Seperti biasa, persembahyangan dilaksanakan di salah satu sudut pulau pribadi ini yang bernama Shambala Lake. Berbagai ritual tradisi Balipun mewarnai perayaan Nyepi kali ini diantaranya ngelawar.
Persiapan upacara termasuk banten2 dan gebogan (sesajen) dipusatkan di sebuah sudut staff village yaitu Br. Cengblonk. Panitia upacarapun sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tidak ketinggalan pula seksi konsumsi mengeluarkan segala jurus kemampuan masak memasak sehingga makanan yang tersaji menjadi mantap dan mendekati atau bahkan hampir sama rasanya seperti masakan di Bali. Tiga jenis masakan favorit kemarin adalah lawar kacang, lawar klungah dan juga jukut ares (sayur dari pohon pisang yg masih muda). Total biaya yang dihabiskan untuk perayaan Nyepi kemarin adalah kurang lebih USD 400.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Made Suardana | | 97 Views
2nd
March
2008
Dikirim oleh Dwiyani
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias (Satker BRR) Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Usaha NAD, (BRR NAD- Nias) menyelenggarakan program pelatihan dan magang sektor kepariwisataan, sebagai bagian program pemulihan NAD- Nias paska bencana tsunami 2004. Program dilaksanakan di Bali mulai dari tanggal 2 Maret sampai 2 April 2008 bertempat di Hotel Aston Inn Tuban. Pelatihan dan magang, bagi 70 orang PNS yang bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, di sekretariat daerah dan asosiasi kepariwisataan se propinsi NAD.
Pelatihan dibagi dalam tiga bidang yaitu bidang kelembagaan usaha kepariwisataan, pemandu wisata dan bidang industri rumah tangga produk souvenir. Melibatkan sejumlah instruktur dari Dinas Pariwisata Bali, Dinas Kebudayaan Bali, instruktur dari Puslit BudPar Unud dan Dinas Koperasi Prop. Bali, serta pakar IT. Untuk bidang pemandu wisata, BRR mengandeng DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia, serta Polda Bali untuk Strategi Pengamanan Pariwisata.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 154 Views
23rd
February
2008
Dikirim Travel Works
Memasuki pelaksanaan Food and Hotel Bali 2008 tahun ke enam, ajang yang akan dilangsungkan pada tanggal 28 Februari - 1 Maret 2008 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali ini dipastikan lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 274 perusahaan dari 26 negara akan turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini, yang merupakan pameran denga skala terbesar hingga kini. Pameran ini akan menempati semua ruangan dalam Convention Centre.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 212 Views
21st
February
2008
Oleh Hendra W Saputro
“Sudah berapa lama menjadi Polisi Hutan, Pak?” tanya saya.
“Saya diangkat jadi Polisi Hutan (Jagawana) sejak 1983. Sampai sekarang, polisi hutan adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil) di bawah naungan Dinas Kehutanan,“ jawabnya.
“Jabatan saat ini apa, Pak? Apakah Kepala Polisinya atau apa?”
“Wah, Saya bukan Kepalanya, Mas. Saya ini cuma pegawai di Polisi Hutan Sektor Kintamani sini bersama lima orang pegawai. Kami bertugas menjaga hutan di sekitar Kintamani.”
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Sosok | Kontributor : Hendra Bali Orange | | 204 Views
17th
February
2008
Oleh Anton Muhajir
Dengan bantal warna merah di kursi, restoran Rosso Vivo memang menarik mata. Apalagi letaknya berada persis di seberang jalan dari pantai Kuta. Maka, ketika saya melewati Jalan Pantai Kuta, mau tak mau mata saya melihatnya. Dan, saya pun terbujuk rayu warna merah muda hotel spesialis masakan Italia ini.
Resso Vivo adalah restoran milik hotel Kuta Seaview di belakang restoran ini. Meski demikian, restoran ini terbuka tida hanya untuk pengunjung hotel di Jalan Pantai Kuta ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 123 Views