11th
July
2008
Oleh Anton Muhajir
Setelah berkeliling berbagai objek wisata di Bali, tibalah kini waktunya bersantap malam. Karena di Bali, tentu saja pantai dan matahari tenggelam (sunset) adalah sesuatu yang harus Anda alami. Untuk menikmati itu, Pantai Muaya, Jimbaran adalah pusatnya. Salah satu restoran yang terkenal di sini adalah Menega.
Restoran ini terletak persis di tepi pantai, seperti halnya puluhan restoran lain di kawasan ini. Kita bisa menikmati menu seafood di atas pasir putih Pantai Jimbaran. Sementara itu pelan-pelan matahari pun tenggelam di antara deburan ombak. Karena itu, waktu paling tepat adalah menjelang sunset. Jadi kita bisa bersantap sekaligus menikmati suasana itu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 119 Views
10th
July
2008
Oleh Luh De Suriyani
Pertengahan Mei lalu di rumahnya di kawasan Kerobokan, Kuta, Bali, Asana Viebeke Lengkong, aktivis sosial ini mendapat kunjungan sejumlah kelompok masyarakat. Ada dua rombongan warga yakni Desa Kapal dan Desa Plaga yang sharing bagaimana mengembangkan wilayahnya sesuai potensi desa. Desa Kapal yang dikomando anak mudanya berencana mengambangkan program ekowisata desa, sementara Plaga bergiat dengan koperasi untuk menggairahkan ekonomi desa.
Rumah Asana Viebeke tak surut kedatangan pengunjung. Setelah itu, beberapa orang asing juga datang memenuhi ruang tengah rumahnya yang bak bale banjar, suatu tempat berkumpul bagi warga di Bali. Ini beralasan karena keseharian perempuan paruh baya ini adalah memetakan persoalan ekonomi, potensi desa, pendidikan bagi desa di daerah yang tak tersentuh di Bali, anak-anak berpenyakit yang terabaikan, dan lainnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 93 Views
30th
June
2008
Oleh Janet De Neefe
Sebagian persimpangan jalan di depan Istana Puri Ubud seperti hutan bambu, dijejali berbagai sarana dan prasarana upacara kremasi akbar 15 Juli mendatang. Dua sarkofagus berbentuk patung sapi jantan berukuran besar akan membawa jenazah dua Pangeran menuju pemakaman yang letaknya tidak jauh dari sana. Tujuh puluh warga dari berbagai banjar juga akan dikremasi pada hari yang sama. Inilah salah satu puncak kemeriahan kalender acara masyarakat Ubud: keramaian di jalanan sama semaraknya dengan keceriaan yang diciptakan setiap Ubud Writers & Readers Festival.
Sementara warga Ubud mempersiapkan persembahan untuk kremasi besar ini, tim Festival sedang sibuk mempersiapkan program dan detil-detil lainnya untuk Ubud Writers & Readers Festival yang kelima.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Agenda, Jalan-Jalan, Buku, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 117 Views
27th
June
2008
Oleh Kadek Didi Suprapta
Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu laksana lenyap tatkala mereka merasakan kegembiraan dan kebanggan mengarak trofi Kalpataru itu.
Wajarlah jika mereka berbangga diri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada salah seorang perwakilan warga Buahan. Dan, prestasi itu merupakan prestasi yang jarang bisa didapatkan oleh sebuah kelompok masyarakat. Mereka dianggap mampu melestarikan hutan lindung yang berada di sekeliling desa Buahan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 86 Views
26th
June
2008
Oleh Kadek Didi Suprapta
Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya seorang wisatawan.
Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 135 Views
24th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Selain dengan cara menjual langsung ke toko dan organik, pengolahan pascapanen produk pertanian di lokasi petani juga membantu meringankan beban petani, karena mereka tidak perlu repor-repot menjual ke tengkulah. Bahkan, hal ini juga meningkatkan kapasitas petani. Inilah yang terjadi di Cocoa Prosessing Unit (CPU) di Tabanan.
CPU di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan tersebut merupakan hasil kerjasama PT Big Tree Farm, perusahaan pemasaran hasil pertanian, dengan Amarta, projek agrobisnis milik USAID, lembaga donor dari Amerika Serikat. Amarta membangun fasilitas pengolahan sedangkan Big Tree Farm mengelola usaha ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 154 Views
23rd
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Meski produksinya sudah lancar, petani organik di Bali masih mengalami masalah di pemasaran. Mereka masih menghadapi rantai pemasaran produk pertanian yang sangat panjang dan merugikan.
Bedugul adalah salah satu pusat produksi sayur di Bali. Meski demikian, nasib petani sayur di sana justru tak sebagus pesona alamnya. Menurut Wayan Kanten, petani sayur di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng petani masih mendapatkan masalah pemasaran.
“Selama ini petani tetap miskin ternyata karena permainan di tingkat pemasaran. Sebab para pemain di rantai pemasaran sangat jahat. Mereka tidak ingin petani mengetahui pasar,” kata Kanten.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 114 Views
20th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Tiga pelukis menyuarakan pandangannya tentang keseimbangan. Tiga pelukis yang meski telah kenyang terlibat dalam berbagai pameran bersama, namun tak henti-hentinya terus berproses dan memburu jati diri. Tiga pelukis tersebut adalah Wayan Wirawan (1975), Ketut Lekung Sugantika (1975) dan Sekartadji Supanto (1977). Mereka menampilkan karya-karya mutakhirnya lewat pameran bertajuk “Equilibrium” di Tonyraka Art Gallery, Ubud, Bali. Pameran yang berlangsung dari 30 Mei sampai 20 Juni 2008 ini dikuratori oleh Arif Bagus Prasetyo.
Para pelukis itu menyadari bahwa dunia, baik dunia ekologis, budaya dan mental sedang berada dalam ketidakseimbangan, mengalami chaos. Wirawan menyoroti peristiwa-peristiwa kehancuran ekologis yang telah terjadi di semua belahan bumi. Es di kutub telah lama mencair menyebabkan pemanasan global. Kehancuran hutan akibat kebakaran dan penebangan liar semakin parah. Banjir bandang mengincar setiap musim hujan, siap melumat perkampungan di bawahnya. Gempa bumi menjadi hantu yang menakutkan. Belum lagi masalah polusi alam (udara, air, tanah) akibat tindakan manusia yang tidak bisa menghargai alam.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Sosok, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 51 Views
19th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Sejak lama Bali telah menjadi Surga bagi para pelukis asing. Mereka telah berdatangan sejak tahun 1920-an dan berlomba mereguk inspirasi dari alam dan budaya Bali yang unik. Untuk merunut beberapa nama, sebutlah misalnya Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smith, Donald Friend hingga generasi Ronald Wigman, Wolfgang Widmoser, Peter Dittmar, Filippo Sciascia, Walter van Oel dan Yaari Rom.
Yaari Rom adalah pelukis kelahiran Los Angeles, USA, 1956. Yaari yang baru beberapa tahun menetap di Bali mengakui bahwa pesona alam dan budaya Bali merupakan salah satu sumber inspirasi bagi karya-karya seninya. Yaari dikenal sebagai seniman serba bisa. Selain melukis, ia juga menggarap fotografi, film, seni teater dan wearable art (seni busana).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Sosok, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 80 Views
18th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Tanah Lot adalah salah satu tempat sempurna di Bali untuk menikmati suasana matahari tenggelam (sunset). Objek wisata di Tabanan, sekitar 15 km barat laut Denpasar ini, tempat di mana sebuah pura di pulau kecil yang terpisah dari Bali daratan. Melihat pura dengan semburat jingga matahari tenggelam akan jadi pengalaman yang susah dilupakan selama liburan di Bali. Tapi, mari sekali-kali bersantap malam juga di Tanah Lot, sambil menikmati sunset di sana.
Salah satu tempat bersantap di Tanah Lot adalah restoran Melasti. Restoran ini berada di atas tebing, sekitar 1 km utara pura. Dari titik ini kita bisa menikmati makan malam di antara debur ombak dan senja yang turun perlahan-lahan menjadi malam. Karena di tepi pantai, maka seafood menjadi menu andalan restoran ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 99 Views