December 23rd, 2007

Pilihan Menikmati Tahun Baru di Bali

Oleh Anton Muhajir

Sudah tiga tahun terakhir saya pilih menyepi ke Karangasem, sekitar 60 km timur Denpasar, saat malam pergantian tahun. Bersama anak istri, kami menghabiskan malam tahun baru di Desa Pekarangan, Kecamatan Manggis, kampung mertua saya.

Tidak ada ritual apa pun. Hanya ada terompet dan kembang api malam harinya. Biar rasa tahun barunya masih ada. Sampai di rumah, ngobrol sebentar, lalu tidur. Paginya kami naik bukit kecil di belakang rumah.

Kami memang sengaja menyepi dari hiruk pikuk perayaan tahun baru. Malas kalau di Denpasar dan Kuta. Terlalu riuh.

Menyepi memang bisa jadi salah satu pilihan untuk menikmati malam pergantian tahun. Dan desa adalah salah satu pilihan tempat untuk menikmati sepi itu. Mudik pada malam tahun baru tanpa tiup terompet, tanpa nyala kembang api, tanpa raungan sepeda motor, tanpa ingar bingar musik, akan jauh lebih berarti untuk introspeksi.

Jika ingin menikmati sepi saat tahun baru, tempat lain yang bisa dicari adalah Candi Dasa. Desa yang berjarak sekitar 2 km dari desa kami ini tempat pariwisata paling terkenal di Karangasem. Letaknya persis di tepi pantai. Memang ada beberapa restoran, bar, dan hotel yang merayakan tahun baru dengan pesta. Tapi Anda bisa bersembunyi di kamar-kamar hotel atau hanya duduk melihat laut lepas.

Harga hotel di sini aneka macam. Terakhir kali saya menginap di sana, sekitar dua tahun lalu, masih ada yang harga per malamnya di bawah Rp 100.000. Tapi ada pula hotel bintang lima seperti Amankila. Meski Candi Dasa relatif sepi saat tahun baru, Anda masih bisa menikmati hiruk pikuk perayaan tahun baru di sini. Kan masih banyak hotel yang merayakannya.

Tempat lain yang mirip Candi Dasa adalah Lovina. Tempat ini masih memberikan pilihan untuk menikmati sepi saat tahun baru. Lokasinya di Kabupaten Buleleng, Bali utara. Sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar.

Kalau benar-benar ingin menikmati sepi, Bali utara bisa jadi pilihan utama. Misalnya di Menjangan Jungle Beach Resort atau pantai Pemuteran di Kecamatan Gerokgak. Tempat ini jelas sepi karena jauh dari mana-mana. Sayangnya harga hotel di sini agak mahal.

Sebaliknya, jika ingin menikmati tahun baru dengan pesta dan ingar bingar sepuasnya, Bali selatan harus jadi pilihan. Hampir semua hotel, restoran, dan bar di Kuta, Jimbaran, Nusa Dua, dan sekitarnya pasti menawarkan ini. Jika kurang puas dengan pesta tahun baru ala tempat-tempat biasa itu, cari saja tempat pesta yang sesungguhnya.

Garuda Wisnu Kencana misalnya, selalu jadi tempat pesta tahun baru. Acaranya bahkan spektakuler dengan kembang api yang ditembakkan dari tebing-tebing di GWK. Selain GWK, tempat dugem seperti Hard Rock Cafe dan Planet Hollywood juga menawarkan paket-paket tahun baru yang dijamin membuat pecinta pesta puas sepuas-puasnya.

Pesta-pesta lebih “gila” biasanya ada di daerah Seminyak dan Double Six. Tempat-tempat ini pestanya biasanya yang “aneh-aneh”. Tapi saya sendiri belum pernah tahu seperti apa pestanya. Sori, bukan dugemer. Hehe..

Kalau ingin menikmati pesta ala warga biasa, Denpasar bisa jadi pilihan. Tiap tahun ada Pesta Rakyat di Puputan Badung, Denpasar. Pesta Melepas Matahari ini diadakan resmi oleh Pemkot Denpasar. Jadi acaranya ya agak formal begitu: tari bali dan semacamnya. Kegiatan ini mulai dari sore hingga pergantian tahun. Tempatnya di lapangan terbuka.

Jadi, apa pun pilihan Anda untuk menikmati tahun baru, semuanya ada di Bali.

Jalan-Jalan . Sekitar Denpasar