<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menapak Jejak Perlawanan Ngurah Rai</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: nenk cliquers sejati</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-11036</link>
		<dc:creator>nenk cliquers sejati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 07:07:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-11036</guid>
		<description>kapan ea gua ke bali kagi dah lama nih gak kesana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan ea gua ke bali kagi dah lama nih gak kesana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anix</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-10473</link>
		<dc:creator>anix</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 08:25:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-10473</guid>
		<description>q salut bgt sma pnuturan ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>q salut bgt sma pnuturan ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguh</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-8991</link>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 03:51:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-8991</guid>
		<description>punya artikel mengenai perjuangan rakyat penarungan saat penjajahan jepang gk bu? aq butuh bgt buat nyari data tambahan di skripsi q? minta tlng yaa.... makasi sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>punya artikel mengenai perjuangan rakyat penarungan saat penjajahan jepang gk bu? aq butuh bgt buat nyari data tambahan di skripsi q? minta tlng yaa&#8230;. makasi sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andika</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-8188</link>
		<dc:creator>andika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 09:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-8188</guid>
		<description>asas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luhde</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-4418</link>
		<dc:creator>luhde</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 07:46:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-4418</guid>
		<description>wah, cerita pak oken di atas, tentu tidak akan pernah ditemukan secara tertulis. mohon buatkan artikel soal ngurah rai yang alternatif, pak. suksma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, cerita pak oken di atas, tentu tidak akan pernah ditemukan secara tertulis. mohon buatkan artikel soal ngurah rai yang alternatif, pak. suksma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Masenchipz</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-4408</link>
		<dc:creator>Masenchipz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 06:56:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-4408</guid>
		<description>kapan gw ke bali lagi ya? terakhir 5 bulan kemarin... trus kapan lagi ya? he...he..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan gw ke bali lagi ya? terakhir 5 bulan kemarin&#8230; trus kapan lagi ya? he&#8230;he..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anton</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-4403</link>
		<dc:creator>anton</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 08:23:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-4403</guid>
		<description>terlepas dari benar tidaknya cerita bli nyoman oken, saya salut dg penuturannya yg sangat detail. bener2 asik sebagai salah satu cerita tak resmi tentang suka duka perlawanan terhadap jepang.

salut, bli..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terlepas dari benar tidaknya cerita bli nyoman oken, saya salut dg penuturannya yg sangat detail. bener2 asik sebagai salah satu cerita tak resmi tentang suka duka perlawanan terhadap jepang.</p>
<p>salut, bli..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nyoman oken</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html/comment-page-1#comment-4397</link>
		<dc:creator>nyoman oken</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 21:20:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2008/08/09/menapak-jejak-perlawanan-ngurah-rai.html#comment-4397</guid>
		<description>ketika tentara invasor jepang berhasil mengusir para penjajah bangsa kulit putih dari benua asia, mula2 seluruh bangsa asia tenggara bersenang hati menyambut mereka sebagai saudara tua. hanya rakyat korea dan cina yang sudah merasakan pahit getirnya dijajah oleh jepang.

ketika tentara pendudukan jepang tahun 1943 masuk kepulau bali, pahlawan kita i gusti ngurah rai pun bersedia bekerja di-instansi jepang mbk ( mitsui bussan kaisha ). mbk dibentuk untuk kepentingan logistik beras demi tentara invasor jepang yang berperang didaerah asia pasifik.
rakyat indonesia pada umumnya dan rakyat bali pada khususnya dipaksa menjual padi kepada jepang dengan harga yang ditetapkan oleh penjajah negeri matahari terbit itu. dibayar dengan uang pendudukan jepang yang sama sekali tidak ada harganya. uang kertasnya baru gres masih kenceng2. bergambar gatoetkatja, tertera tulisan dai nippon teikoku seihu, sepoeloeh roepiah.
menurut abang saya tertua, di denpasar tentara jepang tidak terlalu banyak jumlahnya, cuma ada beberapa polisi militernya, kempetai, tetapi galak, se-wenang2 dan ganasnya bukan main. 
karena pecinan, sekarang jalan gajahmada, asal mulanya dibangun oleh kaum cina, maka bangunannya berbentuk ruko dengan trotoar bergaleri supaya orang yang berbelanja tidak kehujanan atau kepanasan. salah satu rumah yang terbagus disita kempetai.
seorang anggota kempetai pada suatu hari, sehabis mandi, menjemur handuknya yang basah diatas loteng, setelah kering handuknya terhembus angin dan hilang. akibatnya seluruh penduduk disepanjang jalan gajahmada dihukum jemur, disuruh ngaku siapa yang mencuri handuknya. peristiwa memalukan yang hampir serupa pun pernah terjadi pada awal tahun 50-an, setelah kita merdeka, ketika seorang kapten tni dari garnison denpasar menjemur seluruh penduduk jalan gajahmada, laki-perempuan,tua-muda, nenek-kakek dan bayi, mulai pagi sampai sore.
aneh ya, kita kok niru tingkah penjajah ?

pahlawan kita, i gusti ngurah rai, karena beliau seorang yang berpendidikan tinggi, pandai baca dan tulis, ditugaskan oleh jepang (mbk) dipenggilingan beras banjar balun. disanalah beliau mulai mengetahui kekejaman dan masud busuk penjajah jepang. menyita padi dan beras rakyat untuk kepentingan agresi, tanpa perduli rakyat bali kelaparan.
Beliau bersahabat baik dengan pemilik penggilingan beras, sambil bekerja beliau selalu pasang kuping, apa yang dibicarakan oleh orang2 jepang dikantoran pabrik. Beliau  bekerja bukan untuk gaji, melainkan  mengumpulkan informasi2 dan meneliti gerak gerik perwira2 jepang yang mengontrol keluar masuknya padi dan beras. kala itu beliau sudah memimpin pergerakan dibawah tanah untuk menunggu kesempatan melawan penjajah jepang. taoke balun juga tahu, bahwa beliau adalah seorang pejuang nasionalis.

pada suatu malam hari, I Gusti Ngurah Rai bersama beberapa pejuang datang kerumah taoke balun. oleh beliau para pejuang disuruh menunggu diluar rumah, hanya beliau sendiri yang masuk . si taoke bertanya, ngurah ada keperluan apa, malam2 kok datang. I gusti ngurah berkata, saya perlu beras untuk anak buah saya yang sudah kelaparan dihutan. si taoke berkata, jika saya memberikan kamu beras, saya akan dibunuh oleh jepang, jika saya menolak, saya juga akan dibunuh oleh anak buahmu yang menunggu diluar. begini sajalah, kamu tahu dimana letaknya gudang beras, kalian curi saja berasnya sebanyak kalian butuhkan. besok kalau si-jepang tanya, saya bilang tidak tahu menahu dan kamu tetap masuk bekerja seperti biasa, agar jepangnya tidak curiga.
inilah episode pendek riwayat pahlawan kita, sewaktu pendudukan jepang.
Dikantoran pabrik balun dahulu ada 2 meja tulis, satu yang dipakai i gusti ngurah rai dan ada satu sempoa milik beliau, yang beliau tulisi nama beliau dibalik sempoa.
Sayang kedua pelaku sudah wafat lama sekali dan barang2 yang bersejarah itu sudah hilang entah dimana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika tentara invasor jepang berhasil mengusir para penjajah bangsa kulit putih dari benua asia, mula2 seluruh bangsa asia tenggara bersenang hati menyambut mereka sebagai saudara tua. hanya rakyat korea dan cina yang sudah merasakan pahit getirnya dijajah oleh jepang.</p>
<p>ketika tentara pendudukan jepang tahun 1943 masuk kepulau bali, pahlawan kita i gusti ngurah rai pun bersedia bekerja di-instansi jepang mbk ( mitsui bussan kaisha ). mbk dibentuk untuk kepentingan logistik beras demi tentara invasor jepang yang berperang didaerah asia pasifik.<br />
rakyat indonesia pada umumnya dan rakyat bali pada khususnya dipaksa menjual padi kepada jepang dengan harga yang ditetapkan oleh penjajah negeri matahari terbit itu. dibayar dengan uang pendudukan jepang yang sama sekali tidak ada harganya. uang kertasnya baru gres masih kenceng2. bergambar gatoetkatja, tertera tulisan dai nippon teikoku seihu, sepoeloeh roepiah.<br />
menurut abang saya tertua, di denpasar tentara jepang tidak terlalu banyak jumlahnya, cuma ada beberapa polisi militernya, kempetai, tetapi galak, se-wenang2 dan ganasnya bukan main.<br />
karena pecinan, sekarang jalan gajahmada, asal mulanya dibangun oleh kaum cina, maka bangunannya berbentuk ruko dengan trotoar bergaleri supaya orang yang berbelanja tidak kehujanan atau kepanasan. salah satu rumah yang terbagus disita kempetai.<br />
seorang anggota kempetai pada suatu hari, sehabis mandi, menjemur handuknya yang basah diatas loteng, setelah kering handuknya terhembus angin dan hilang. akibatnya seluruh penduduk disepanjang jalan gajahmada dihukum jemur, disuruh ngaku siapa yang mencuri handuknya. peristiwa memalukan yang hampir serupa pun pernah terjadi pada awal tahun 50-an, setelah kita merdeka, ketika seorang kapten tni dari garnison denpasar menjemur seluruh penduduk jalan gajahmada, laki-perempuan,tua-muda, nenek-kakek dan bayi, mulai pagi sampai sore.<br />
aneh ya, kita kok niru tingkah penjajah ?</p>
<p>pahlawan kita, i gusti ngurah rai, karena beliau seorang yang berpendidikan tinggi, pandai baca dan tulis, ditugaskan oleh jepang (mbk) dipenggilingan beras banjar balun. disanalah beliau mulai mengetahui kekejaman dan masud busuk penjajah jepang. menyita padi dan beras rakyat untuk kepentingan agresi, tanpa perduli rakyat bali kelaparan.<br />
Beliau bersahabat baik dengan pemilik penggilingan beras, sambil bekerja beliau selalu pasang kuping, apa yang dibicarakan oleh orang2 jepang dikantoran pabrik. Beliau  bekerja bukan untuk gaji, melainkan  mengumpulkan informasi2 dan meneliti gerak gerik perwira2 jepang yang mengontrol keluar masuknya padi dan beras. kala itu beliau sudah memimpin pergerakan dibawah tanah untuk menunggu kesempatan melawan penjajah jepang. taoke balun juga tahu, bahwa beliau adalah seorang pejuang nasionalis.</p>
<p>pada suatu malam hari, I Gusti Ngurah Rai bersama beberapa pejuang datang kerumah taoke balun. oleh beliau para pejuang disuruh menunggu diluar rumah, hanya beliau sendiri yang masuk . si taoke bertanya, ngurah ada keperluan apa, malam2 kok datang. I gusti ngurah berkata, saya perlu beras untuk anak buah saya yang sudah kelaparan dihutan. si taoke berkata, jika saya memberikan kamu beras, saya akan dibunuh oleh jepang, jika saya menolak, saya juga akan dibunuh oleh anak buahmu yang menunggu diluar. begini sajalah, kamu tahu dimana letaknya gudang beras, kalian curi saja berasnya sebanyak kalian butuhkan. besok kalau si-jepang tanya, saya bilang tidak tahu menahu dan kamu tetap masuk bekerja seperti biasa, agar jepangnya tidak curiga.<br />
inilah episode pendek riwayat pahlawan kita, sewaktu pendudukan jepang.<br />
Dikantoran pabrik balun dahulu ada 2 meja tulis, satu yang dipakai i gusti ngurah rai dan ada satu sempoa milik beliau, yang beliau tulisi nama beliau dibalik sempoa.<br />
Sayang kedua pelaku sudah wafat lama sekali dan barang2 yang bersejarah itu sudah hilang entah dimana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 03:02:01 -->
