<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Berlibur Sambil Belajar di Bali Botanical Garden</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/11/11/berlibur-sambil-belajar-di-bali-botanical-garden.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/11/11/berlibur-sambil-belajar-di-bali-botanical-garden.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: Gede H. Cahyana</title>
		<link>http://www.balebengong.net/denpasar/jalan-jalan/2008/11/11/berlibur-sambil-belajar-di-bali-botanical-garden.html/comment-page-1#comment-8159</link>
		<dc:creator>Gede H. Cahyana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 02:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=877#comment-8159</guid>
		<description>Wah..., asyik juga deskripsinya, Mas. 

Dulu, ketika masih di SMA, baru awal SMA alias kelas satu, saya dan empat kawan lainnya bersepeda dari Tabanan. Bukan sepeda balap atau jenis sepeda yang &#039;oke punya&quot; seperti sekarang tetapi sepeda biasa yang digunakan &quot;jalan-jalan&quot; di perumahan atau ke warung oleh ibu-ibu. Berangkat pagi-pagi setelah mentari  menghangat, tiba di sana pukul 14-an. Cuaaapeknya bukan buatan. Tanjakan itu lho, kayuh sebentar, tuntun lagi..., kayuh lagi...., lagi-lagi sepeda dituntun sambil jalan pelan-pelan dan istirahat.

Dua malam di sana, hawa dingin menjadikan kulit ini kering dan beku. Tepi Danau Beratan selalu menggoda tetapi airnya tak berani saya sentuh. Praktis dua hari tidak mandi. Cuci muka saja atau mandi setengah badan. Jagung lebih banyak &quot;disikat&quot; sampai perut terasa &quot;kriuuk-kriuuk&quot;. 

Tapi pas pulang enak banget. Gak usah dikayuh lama-lama..., langsung melesat. Memang sih..., ngeri juga dan harus waspada. Oke...

Gede H. Cahyana
http://gedehace.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;, asyik juga deskripsinya, Mas. </p>
<p>Dulu, ketika masih di SMA, baru awal SMA alias kelas satu, saya dan empat kawan lainnya bersepeda dari Tabanan. Bukan sepeda balap atau jenis sepeda yang &#8216;oke punya&#8221; seperti sekarang tetapi sepeda biasa yang digunakan &#8220;jalan-jalan&#8221; di perumahan atau ke warung oleh ibu-ibu. Berangkat pagi-pagi setelah mentari  menghangat, tiba di sana pukul 14-an. Cuaaapeknya bukan buatan. Tanjakan itu lho, kayuh sebentar, tuntun lagi&#8230;, kayuh lagi&#8230;., lagi-lagi sepeda dituntun sambil jalan pelan-pelan dan istirahat.</p>
<p>Dua malam di sana, hawa dingin menjadikan kulit ini kering dan beku. Tepi Danau Beratan selalu menggoda tetapi airnya tak berani saya sentuh. Praktis dua hari tidak mandi. Cuci muka saja atau mandi setengah badan. Jagung lebih banyak &#8220;disikat&#8221; sampai perut terasa &#8220;kriuuk-kriuuk&#8221;. </p>
<p>Tapi pas pulang enak banget. Gak usah dikayuh lama-lama&#8230;, langsung melesat. Memang sih&#8230;, ngeri juga dan harus waspada. Oke&#8230;</p>
<p>Gede H. Cahyana<br />
<a href="http://gedehace.blogspot.com" rel="nofollow">http://gedehace.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 08:12:27 -->
