<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Main Bowling untuk Menghilangkan Pusing</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2007/08/06/main-bowling-untuk-menghilangkan-pusing.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2007/08/06/main-bowling-untuk-menghilangkan-pusing.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 03:31:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Hermen</title>
		<link>http://www.balebengong.net/jalan-jalan/2007/08/06/main-bowling-untuk-menghilangkan-pusing.html#comment-80</link>
		<dc:creator>Hermen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 08:42:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/08/06/main-bowling-untuk-menghilangkan-pusing/#comment-80</guid>
		<description>Hipnotis Mal, Kantongku Merana
Pertumbuhan mal, supermal hingga hipermal di kota besar menawarkan berbagai konsep untuk memanjakan pengunjung. Umumnya, setiap mal berupaya mengawinkan pasar (tempat belanja) dan ruang rekreasi plus relaksasi. Berbagai fasilitas dan sarana pendukung ada di mal demi 'menahan' kaki konsumen tidak melangkah keluar dari mal. Bahkan, mal pun dengan cerdas membidik segment anak-anak dengan menyiapkan tempat penuh permainan yang menyenangkan (play-station), termasuk kolam renang. Orangtua sibuk berbelanja, sedangkan anak-anak mereka asyik bermain. Setelah itu, mereka pasti mampir di kedai juice atau KFC, dan sejenisnya. Satu yang pasti, ujung-ujungnya uang konsumen di kantong itulah yang dilirik pengelola mal. Tapi, untungnya sebuah mal yang eksklusif sekalipun tidak menutup pintu untuk semua lapisan masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat 'kelas pekerja' meminjam istilah Robert Kiyosaki, bebas berplesiran di area mal. 
Lalu soal melepas kepenatan dengan bermain bowling di mal, memang suatu 'kebutuhan relaksasi' bagi mereka yang berduit. Tapi, bagi 'kelas pekerja' bisa juga coba sesekali di awal bulan, tentunya karena kantongnya masih tebal. Ok, Sdr Anton, terima kasih infonya. Saya tertarik ingin coba juga. Mudah-mudahan bisa lepas kepenatan, tapi kalau ketagihan, maukah Sdr Anton bertanggung-jawab? Maaf, cuma guyon. Setiap orang harus bertanggung jawab dengan selera pribadinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hipnotis Mal, Kantongku Merana<br />
Pertumbuhan mal, supermal hingga hipermal di kota besar menawarkan berbagai konsep untuk memanjakan pengunjung. Umumnya, setiap mal berupaya mengawinkan pasar (tempat belanja) dan ruang rekreasi plus relaksasi. Berbagai fasilitas dan sarana pendukung ada di mal demi &#8216;menahan&#8217; kaki konsumen tidak melangkah keluar dari mal. Bahkan, mal pun dengan cerdas membidik segment anak-anak dengan menyiapkan tempat penuh permainan yang menyenangkan (play-station), termasuk kolam renang. Orangtua sibuk berbelanja, sedangkan anak-anak mereka asyik bermain. Setelah itu, mereka pasti mampir di kedai juice atau KFC, dan sejenisnya. Satu yang pasti, ujung-ujungnya uang konsumen di kantong itulah yang dilirik pengelola mal. Tapi, untungnya sebuah mal yang eksklusif sekalipun tidak menutup pintu untuk semua lapisan masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat &#8216;kelas pekerja&#8217; meminjam istilah Robert Kiyosaki, bebas berplesiran di area mal.<br />
Lalu soal melepas kepenatan dengan bermain bowling di mal, memang suatu &#8216;kebutuhan relaksasi&#8217; bagi mereka yang berduit. Tapi, bagi &#8216;kelas pekerja&#8217; bisa juga coba sesekali di awal bulan, tentunya karena kantongnya masih tebal. Ok, Sdr Anton, terima kasih infonya. Saya tertarik ingin coba juga. Mudah-mudahan bisa lepas kepenatan, tapi kalau ketagihan, maukah Sdr Anton bertanggung-jawab? Maaf, cuma guyon. Setiap orang harus bertanggung jawab dengan selera pribadinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
