22nd March 2008

Melali ke Pasar Loak Kreneng

posted in Jalan-Jalan | contributor : Putu Setiawan | 216 Views

Oleh Putu Setiawan

Di sela-sela mengantar anak saya Devi, sekolah nol besar di TK Pertiwi Kereneng, saya kadang menyempatkan diri melali (main) ke pasar loak Kereneng. Ini untuk ‘membunuh’ waktu dari jam 7.30 sampai 10 pagi, waktu pulang sekolah anak saya.

Awalnya, pasar loak yang terletak persis di selatan terminal keberangkatan bemo kuning jurusan Kereneng-Batubulan ini, hanya saya lewati. Pikirk saya, apa istimewanya pasar loak ini.

Awal Minggu kemarin, saya putuskan untuk melali ke pasar loak ini. Siapa tahu ada barang yang bagus, apalagi kalau ketemu yang langka-langka atau antik.

Saya mulai menyusuri pasar loak ini dari sisi utara. Awalnya yang tampak hanya pedagang DVD dan mp3 bajakan. Ada DVD Barbie 10 in 1, 10 film DVD Barbie berbagai judul dalam satu keping DVD. Ada DVD Bruce Lee 5 in 1, 5 film legendaris Kungfu Bruce Lee dalam 1 Keping DVD dan aneka bajakan lainnya. Saya beli satu keping DVD Bruce Lee 5 in 1 bajakan. Maklum, saya penggemarnya.

Sempet saya tanya salah satu penjualnya, “Ada DVD BF (Blue Film), Mas?â€

Mungkin karena lihat tampang saya yang kayak anggota buser Polsek Semawang, pedagang DVD bajakan ini langsung bilang nggak ada!!

Setelah melihat beberapa pedagang DVD bajakan, saya kemudian melihat pedagang rokok dan aneka jenis tembakau. Di tempat ini, pedagang menjual aneka jenis rokok yang jarang kita liat. Sepintas rokok-rokok yang dijual memiliki bungkus yang sama dengan rokok-rokok merk terkenal seperti Sampoerna dan Dji Sam Soe 234.

Tapi setelah diamati lebih dekat, baru ketahuan kalau rokok-rokok yang dijual merupakan ‘rokok kutukan’. Ada Dji Sam Soe ‘kutukan’, bungkusnya sangat mirip Dji Sam Soe 234, tapi angkanya 224, 254, dan aneka angka lainnya yang bikin saya senyum-senyum. Selain Dji Sam Soe ‘Kutukan’, juga ada Sampoerna ‘Kutukan’, Gudang Garam ‘Kutukan’ dan beberapa rokok ‘kutukan’ lainnya yang sangat mirip dengan merk aslinya. Sungguh kreatif (atau miskin ide?) produsen rokok ini, ciptakan rokok mirip merk terkenal dengan kemasan mirip aslinya, dengan harga miring pula.

Setelah melihat ’stand’ penjual rokok dan aneka jenis tembakau, saya lanjut melihat-lihat aneka pedagang lain mulai pedagang baju bekas, sepatu bekas, HP bekas, dan aneka barang bekas lainnya, yang tidak jelas asal-usulnya dan ’statusnya’(legoan atau curian).

Bosan melihat pedagang barang bekas, saya kemudian melihat aksi cuap-cuap pedagang obat, yang menawarkan aneka jenis obat alternatif. Saya tertawa saat dia menjelaskan tentang penis ular phyton dan khasiatnya yang nggak jauh dari urusan seks.

Ada juga tukang gigi yang buka praktek di atas jalan aspal. Saya agak ngeri saat lihat tukang gigi ini, yang tentu saja tidak berlatar belakang dokter gigi, melakukan praktik membersihkan karang gigi seorang pengunjung dengan alat seadanya dan tidak terjamin kebersihannya. Ada siraman asap knalpot bemo kuning lagi!!

Terakhir saya berbelanja sebuah pisau dapur dari stainles steel yang punya fungsi untuk mengupas kulit buah secara cepat dan bisa untuk potong wortel dengan cepat. Harganya murah cuman Rp 10.000. Saya beli karena pedagangnya yang asal Madura punya kemampuan cuap-cuap menawarkan dagangannya, dengan sangat menarik.

Selain itu saya juga membeli sebuah korek api model kuno, yang menggunakan bahan bakar minyak tanah atau bensin. Harganya murah cuman Rp. 5000.

Ternyata melali ke pasar loak ini cukup menghibur. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 09.50. Waktunya untuk menjemput anak saya, Devi..[b]

This entry was posted on Saturday, March 22nd, 2008 at 4:18 pm and is filed under Jalan-Jalan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There are currently 5 responses to “Melali ke Pasar Loak Kreneng”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On March 25th, 2008, luhde said:

    menarik sekali. anda berhasil memprovokasi saya untuk jalan2 ke sana juga. saya juga sering lewat, nengok2 nafsu dari motor…

    barang bekas itu di beberapa negara lain jadi tempat nongkrong yang okeh, dan harus disupport karena industri product regeneration ramah lingkungan. but, dari tulisan putra, kayanya lebih banyak barang horor dan mencurigakan di jual kesana ya. makanya orang pada takut. ntar pas enak2an beli, eh diborgol. konsumen yang mendukung kegiatan pengutilan. aih..

    we’ll sightseeing kereneng soon. thx putra.

  2. 2 On March 25th, 2008, celepuk said:

    kayaknya perlu dicoba juga nih… kali ada flash disc bekas he he he

  3. 3 On March 25th, 2008, Ervie said:

    Kalau yang ini, saya lumayan sering. Maklum, bapak dan bapak saya adalah pengunjung wajib tempat ini setiap hari minggu pagi. Jadi, ketularan deh. Walaupun nggak belanja, tapi tempatnya lumayan menghibur. Sayang, karena didominasi para laki-laki, jadi orang melihat aneh ke perempuan yang datang ke sana. Tapi ya cuek aja….. oyi?

  4. 4 On March 27th, 2008, heru said:

    tempat shopping ma bini kalo hari minggu…
    hehehe… :))

  5. 5 On April 11th, 2008, abanggondel said:

    iseng amat bapak nanya bf. atau memang butuh?

Leave a Reply

Sebarkan ke Dunia
delicious
digg
technorati
reddit
magnolia
stumbleupon
yahoo
google
eXTReMe Tracker