Wali Kota Denpasar Resmikan Bonsai Adenium Contest

Dikirim oleh Bali Travel Works

Wali Kota Denpasar A.A. Ngurah Puspayoga meresmikan pembukaan Bonsai Adenium Contest dalam ajang Sanur Village Festival (SVF) II Tahun 2007, Rabu (15/8) kemarin. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 60 orang dari pihak pemerintahan dan pecinta bonsai. Even yang digelar sebagai persiapan Asia Pacific Bonsai Contest (ASPAC) Tanggal 1 September Tahun 2007 diikuti oleh puluhan para penggemar Bonsai dan Adenium lokal.
 
Sebanyak 345 tanaman ikut meramaikan ajang bergengsi bagi para pecinta tanaman Bonsai dan Adenium ini. Kontes bonsai dan adenium akan berlangsung selama lima hari sejak 15-19 Agustus berbarengan dengan acara pembukaan SVF II 2007 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Dewa Beratha dan dihadiri oleh tokoh pariwisata seperti Joop Ave, Gede Ardika dan sejumlah orang penting lainnya. Selain even ini SVF juga menggelar puluhan kegiatan mulai dari seni, budaya, sport dan lomba.
 
Wali Kota Denpasar secara simbolis melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya kontes tanaman kerdil di ajang SVF. Ketua Panitia Bonsai Adenium Contest A.A. Ngurah Agung Astikaningrat SPi, menyatakan, kontes kali ini mendapt respon yang luar biasa dari para pecinta bonsai dan adenium di Bali. “Momentum pelaksanaan SVF sangat bagus sebagai ajang promosi dan persiapan untuk menghadapi ASPAC awal September mendatang,” katanya. 
 
Dari 345 tanaman yang dipamerkan 162 tanaman bonsai dan 183 adenium. Tanaman-tanaman ini ada yang memiliki umur beberapa tahun beberapa tahun hingga 30 tahunan, yang menarik dari tanaman bonsai dan adenium ini adalah bentuk dan harganya yang mencapai Rp 50 jutaan.
 
Tanaman bonsai yang ikut kontes terdiri dari beberapa jenis tanaman lokal seperti sentigi, sancang, kimeng, cemara udang, asem dan lainnya. Penjurian dilakukan oleh Tim juri  dari Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Bali. Kriteria kontes bonsai dan adenium didasarkan pada bentuk keseluruhan tanaman akar batang, cabang, anam cabang, cucu cabang, ranting, anak ranting dan cucu ranting yang dibentuk sehingga cantik dan proporsional. “Yang lebih penting adalah kesan pertama terhadap tanaman tersebut,” terangnya.
 
Tanaman bosnsai ataupun adenium memerlukan perawatan yang sangat teliti. Bonsai harus dirawat dengan penuh kasih sayang. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyatakan jika bonsai lokal tidak kalah dengan bonsai luar. Terlebih lagi tanaman lokal kita memiliki karakteristik yang sangat istimewa. Beberapa jenis tamanan lokal banyak dicari oleh pencinta bonsai luar. “Kenapa bonsai kita seperti kalah dengan laur. Itu disebabkan penggemar bonsai lokal kurang tekun dan kreatif,” tandasnya. [b]
 
Catatan Redaksi :
Sanur Village Festival merupakan inisiatif dari Yayasan Pembangun Sanur. Bertujuan untuk mengembalikan citra Sanur sebagai salah satu tujuan wisata utama di Bali, berbagai acara menarik akan memeriahkan festival selama lima hari di Sanur. Diisi oleh pertunjukan seni, budaya, serta aktifitas olahraga dan masih banyak lagi kegiatan menarik. Sanur Village Festival diharapkan menjadi inspirasi untuk komunitas Sanur.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :
Travel Works Communications International
Tel : +62.361.743.5955
Fax : +62.361.270.189
Email : info@travelworks-bali.com

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi jadi tukang kompor. Bekerja di lembaga donor yang mendukung petani kecil sambil nyambi nulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas. Kuliner, jalan-jalan, isu LSM, HIV dan AIDS, pertanian berkelanjutan, dan kelompok terpinggirkan adalah isu yang membuatnya bersemangat 45 untuk menulis.

*

*

Top