Nusantara, Pusat Peradaban Dunia
Oleh I Nyoman Winata
Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula dari Nusantara.
Semuanya memberikan kita gambaran bahwa nenek moyang bangsa Indonesia bukan orang-orang terbelakang. Kalau kemudian sejarah dunia saat ini tidak memposisikan peradaban nusantara sebagai sumber dari peradaban dunia, maka itu tidak lebih bagian dari kerja-kerja ilmuwan dari belahan dunia barat yang ingin mengingkari realitas.
Saya terkejut mendengar penjelasan ini dari seorang teman baru ketika saya usai mengikuti sebuah acara beberapa waktu lalu di Semarang. Teman ini orang Semarang, tetapi kini merasa lebih enjoy bermukim di Jogja. Raut wajahnya nampak serius menceritakan semuanya kepada saya yang menunjukkan ia sungguh-sungguh.
Bahkan teman saya ini punya komunitas yang sedang berusaha mengungkap kebesaran peradaban Nusantara. Jejak arkeologi sedang terus digali untuk memberi gambaran tentang kemahaagungan nenek moyang kita. “Tunggu saja, kami akan buktikan nanti. Tetapi ini bukan pekerjaan mudah untuk membuat dunia percaya karena sudah lama dicekoki sejarah yang dibuat ilmuan barat,” katanya yakin.
Banyak yang teman baru saya ini diceritakan kepada saya. Misalnya tentang cerita Mahabrata adalah cerita nyata yang sesungguhnya terjadi di Nusantara. Kerajaan Astina itu adalah kerajaan di Nusantara. Ini berarti tokoh-tokohnya yakni para Pandawa dan Kurawa bukanlah orang Hindustan di Tanah India, melainkan orang-orang Jawa!!
Keterlibatan kerajaan-kerajaan lainnya dalam perang Berathayudha adalah kerajaan-kerajaan kecil yang berada dibelahan dunia lainnya. Ini menegaskan bagaimana Kerajaan Nusantara adalah sebuah wilayah dengan kekuatan dan kekuasaan politik yang sangat besar karena bisa menyeret kerajaan lainnya untuk berperang.
Kehebatan nenek moyang kita juga ditunjukkan dengan keberadaan Candi Borobudur. Candi ini, kata teman ini, sudah ada jauh sebelum tahun masehi dikenal. Jadi anggapan ilmuwan yang menyatakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-8 masehi tidaklah benar.
Patung di dalam candi borobudur juga bukan Patung Budha melainkan patung Raja Saylendra yang kebetulan mencapai tahap perjalanan Bathin mirip dengan yang dialami Sidhartha Gautama. Diceritakan bahwa Raja Saylendra membuat Candi Borobudur setelah mencapai perjalanan sampai nirwana. Salah satu yang diingat Saylendra adalah suara musik di alam nirwana yang begitu melekat dipikirannya. Lalu Saylendra berusaha menemukan/mencipatakan alat yang bisa mengeluarkan suara seperti yang diingatnya. Dari pencarian ini dicipatakanlah gambelan yang dijawa dikenal dengan gambelan laras selendro.
Jadi nenek moyang bangsa Indonesia adalah mereka-mereka yang menjadi pencetus peradaban dunia. Nusantara adalah pusat dari peradaban dan asal muasal dari semua peradaban di planet bumi ini. Benar atau tidak, percaya atau tidak, kembali kepada diri kita. Anggaplah semua cerita kawan ini benar, maka sangat pantas bagi kita untuk bangga kemudian menguatkan rasa percaya diri kita bahwa kita adalah manusia-manusia unggul. Kalau kemudian kita menjadi terpuruk seperti saat ini, maka itu semua karena ulah kita yang melupakan asal-usul kita. Siapa sesungguhnya kita dan darimana kita berasal.






apa benar bukan dari india? saya kok meragukannya ya.. bukti2nya dari mana pak nyoman..? temen anda ada blognya ggak..
salam,
paramarta
Wow!!!
Ini semua cerita lisan, Namun setidak-tidaknya kawan saya ini meyakini kebenarannya. Bukti-buktinya sedang berusaha diungkap. Mungkin harus ditunggu. Cerita ini memang akan sangat mudah memancing pro-kontra dan perdebatan. Saya menghindari perdebatan tetapi menerima jika ada keraguan atas kebenarannya. Disisi lain, ini bisa memantik rasa percaya diri kita sebagai manusia yang lahir di bumi Nusantara.
percaya diri saya mati sunyi di nusantara ini pak. negeri yang mengaku beradab dan berbudaya. bagaimana sejarah bisa memberikan keadaban pada kita di nusantara ini? kurang apalagi sejarah indonesia yang adiluhung itu? buktinya perpres sewa-menyewa hutan. alamakkkk……
lohde, begitulah semua kekuatan penghacur negeri ini bekerja. Kita semua dibuat tanpa sadar melupakan asal-usul kita. Kita jadi lebih percaya kalau peradaban luar (eropa,amerika dan arab) jauh lebih baik dari apa yang pernah dulu dimiliki nenek moyang kita. Kita sudah jauh meninggalkan bahkan melupakan dan tidak mau tau lagi apa yang pernah lahir di Tanah Nusantara ini. Kita semua sudah lupa akan diri kita sesungguhnya.
entah benar atau tidak, tapi untuk dikatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu kontributor peradaban tinggi dunia haruslah mendapat pengakuan internasional. untuk sementara hal semacam ini lebih mengarah ke “kebanggaan nasional”, namun bagi saya apa artinya membanggakan kebesaran masa lalu? secara retrospektif saya lebih setuju dengan sodara Winata yang menyikapi dengan penyesalan dalam arti masyarakat kita sekarang tidak memiliki pijakan budaya yang tinggi: peradaban barat memang tinggi tapi itu bagi mereka yang memang menjadi pelakunya (hanya mereka yang ngerti bagaimana meneruskan warisan yunani), sementara kita bukanlah pelaku, hanya sekedar meniru kesana-kesini karena kehilangan pijakan pasti.
wow, ini sesuatu yang baru…
saya juga pernah dengar kalau tidak salah Bapak Mertha Suteja bilang bahwa jaman dahulu di awal-awal masehi, orang Bali malah sudah menjadi pelaut yang mumpuni hingga mengarungi dunia, bahkan hipotesis beraninya menyebutkan yang menjejakkan kaki pertama di Amerika adalah orang Bali, dan ras indian (aztec, maya, inca)adalah keturunan Bali Jawa..
pfiuh…harus diuji lagi nih semua.ditunggu lho bukti otentiknya.karena bila seandainya betul, berarti regresi intelektualitas dan budaya sudah terjadi di awal-awal masehi atau bisa sebelumnya…jadi bukan cuma sekarang ini saja dong…
tapi ini tulisan yang baik sekali, maju terus winata.salute!
setuju pakde,jika ditelusuri dari jejak jejak yang ditinggalkan,baik dari para orag tua yang masih menyimpann akidah itu,juga cerita cerita yang disembunyikan dalam lakon pewayangan,bahasa jawa bahasa no 10 di dunia lho
waw nasionalisme sekali bapak ini,tapi itu hanyalah mimpi orang Indonesia,
ow iya pak,kl sya tidak slah di sumatra ada suatu kerjaan yang dikleim lebih dahulu terlahir sebelum kesultanan Samudra Pasai,dan jauh sebeum kerajaan sriwijaya,,
Kalau jawa memang pusat peradaban dunia kenapa bahasa asia, eropa, amerika tidak ada sedikitpun tersentuh bahasa atau dialek jawa yang repot?
Lucunya di nusantara, hampir seluruh pulaunya tersentuh lingua francanya bahasa sumatera (melayu) kok bukan jawa?
dari sini dapat ditarik kesimpulan, Peradaban jawa cuma dibesar-besarkan sejarahwan rasis di masa orla dan orba.
kalau anda mau meneliti sejarah borobudur, bukankah
dana candinya dibantu oleh sriwijaya?
kalau anda mengatakan india sebuah kerajaan kecil. Kenapa Negaranya puluhan bahkan ratusan kali lebih besar dari pulau jawa??? berarti pengaruh india dari zaman dahulunya sudah besar. Sebelum anda ikuti cerita humor teman anda tersebut.. tolong dihitung dulu peradaban mahenjo daro, harpa di india.
pikir Pak jangan asal terima cerita basi!
Bahasa Jawa yg repot itulah buktinya Jawa adalah penduduk paling awal (paling kuno) pendudok asal muasal Nusantara yg disebut Al Jawi (Keturunan Jawa) oleh orang Arab karena bahasanya yg indipendant, tidak kecampuran dgn bahasa2 lain, dan karena susahnya untuk diserap ia tidak mudah berkembang ditutur orang di Nusanatara ini. Sedangkan bahasa Melayu,Sunda,Betawi dan lain2nya terdapat banyak pakai bahasa campuran antara satu dgn lainnya dan bahasa Melayu paling banyak mengambil dari bahasa luar (lain)seperti mengambil dari bahasa Arab,India,China dan sebagainya.
Kami tunggu Pembuktian dari teman bapak tersebut.
Tapi sejarah yang saya pelajari selama ini selain dari sejarah versi indonesia memang bertolak belakang. Singosari, majapahit terlalu dibesar-besarkan sehingga generasi kita bermimpi lebih dari rekayasa sejarah yang kita yakini selama ini.
Kita semua tahu sebelum kerajaan dijawa mengklaim menguasai nusantara jauh sebelum itu sriwijaya telah melakukanya. Bukti dapat kita temui dari bahasa. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Brunei dll telah menjadi bahasa yang dalam penyebaranya seiring dengan pesatnya pengaruh sriwijaya atau kerajaan melayu lainnya. Jika kerajaan jawa kuno memang besar berkemungkinan pengaruhnya cuma se jawa bali itupun jawa tengah dan jawa timur. Sedangkan setengah dari jawa barat betawi yang jelas-jelas pengaruh melayu. Danjawa barat lainya mengklaim mereka lebih kuat dari kerjaan jawa. Semenjak diah pitaloka dibunuh gajahmada, Kerajaan sunda tak pernah bisa ditundukan jawa.
Sriwijaya atau kerajaan melayu tua lainnya yang sangat mempengaruhi nusantara tidak dijelaskan lebih detail dalam kurikulm sejarah sekolah dari sd sampai SMA dikarenakan politik sukarno-suharto yang licik yaitu jangan sampai daerah selain jawa sampai kuat kembali. Buktinya dapat kita lihat kegagalan sukarno dalam merebut malaysia masuk dalam Republik Indonesia. Bacaan sejarah yang kita baca selama ini aseli pembodohan sejarah nusantara.
Nah Kenapa teman bapak muncul dengan wacana yang sangat ekstrim?
karena kita sudah termakan doktrin sukarno-suharto yang melebih-lebihkan dongeng kerajaan jawa. Sampai saat ini kita masih saja dibodohi.
Sudah Berapa presiden kita pak? tidak bisa memperbaiki bangsa ini.
KARAKTER pemimpin indonesia dari awal merdeka sampai sekarang sama dengan raja di jawa pada jaman dahulunya. Nah sekarang kenapa kita susah mencari bukti bahwa benar apa tidak jawa itu memang besar peradabanya?
Salam dengan teman bapak. Sungguh saya ingin kenalan denganya.
Benar atau tidak hanya tuhan yang tahu dan waktu akan membuktikan…
yang penting mari kita bangkit wahai semua anak-anak nusantara
bani adam…..
kita bangkit mulai dari yang kecil dilingkungan kita….
dan janganlah terus pesimis dan jangan terus minta orang lain berubah…
jayalah nusantaraku….
terbanglah garuda perkasaku diangkasa dunia….
sya sangat mendukung sekali apa yang sedang baoak dan teman-teman bapak buktikan.
itulah menurut sya yang menjadi sebab kemerosotan bangsa kita ini. selalu mudah melupakan sejarah dan melupakan jati diri negeri sendiri….
hua.. hua.. huaaaa..
Saya juga mendukung…
cuma opininya buat perut saya geli…
india dan cina itu tak perlu diragukan lagi
bahwa budaya mereka yg kita adopsi ribuan tahun yg lalu.
contoh:
1. Keris: Coba buktikan kalo memang keris dari jawa bukan dari cina.
anda kalo melihat peninggalan patung kuno dicina keris itu sudah ada
walaupun gagangnya berupa tombak tetapi tetap saja berbentuk keris yg kita tiru selama ini.
2. Wayang: Coba anda pelajari sejarah dan literatur cina ttg wayang. Kita semua kalau mau jujur pasti kecewa dan malu sebab wayang sudah ada sejak awal dinasti cina.
saya baru saja tau kalau peradaban dunia berasal dari indonesia. mengenai cerita-cerita itu jujur saya kurang tau, tapi kalau itu benar-benar terjadi. kita patut bangga sebagai orang indonesia……….melihat sejarah yang ada jangan mudah percaya! karena seperti kata pak Winata sejarah memang banyak dikarang-karang oleh orang luar untuk menutupi sesuatu yang hebat yang tidak dimiliki oleh mereka….coba deh gali lebih dalam maka kamu dapat menemukan sesuatu yang menakjubkan dari sejarah dunia….(^_^)
Menurut satu kajian,manusia pertama yang memasuki pulau Jawa adalah dari jenis Homo erectus yang dinisbahkan sebagai(the first Java man/ from Java man to Javanese)ia itu orang Jawa pertama sejak 1.7 juta tahun dulu lamanya,dimana terdapat peninggalan tengkorak purba disungai Solo Jawa Timur dan penemuan kedua disungai Sangiran Jawa Tengah.
orang arab tidak memanggil nusantara ini dengan panggilan al melayu,as sriwijaya,as salaknagara atau al majapahit tetapi dengan panggilan al jawi (keturunan jawa)ini bermakna orang jawa telah bertamadun lama sebelum masehi,lama sebelum berdiri kerajaan india dan cina.munkin ada kebenarannya ucapan dari teman pengarang ini! Wallohu wa’lam.
bagi yang punya ne,,
tolong jawab pertanyaan ku donk,,
bagaimana peradaban dunia di asia-india
tidak adanya bukti otentik membuat cerita tersebut hanya menjadi sebuah mitos seperti halnya king arthur di Inggris dan sang ratu adil di Indonesia. Ada beberapa hal yang dapat membangkitakan kebanggaan nasional, yaitu:
1. Melimpah ruahnya SDA d Indonesia, sehingga menjadi rebutan bangsa asing
2. Para pelajar kita banyak yang menjuarai kompetisi bertaraf internasional
3. hasil kerajinan tangan Indonesia sangat beragam, dan mutunya sudah diakui oleh dunia internasional
4. Perang surabaya, perang aceh, perang diponegoro, dan perang besar lainnya membuktikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mempunyai daya juang yang tinggi sehingga membuat kalang kabut bangsa barat.
Yah, beginilah sejarah kadang bisa dipertanggung jawabkan kadang tidak baik secara ilmiah maupun secara mitos.
Namun pada prinsipnya Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang tidak “Pe De”, kenapa :
1. karena banyak hak intelektual kita yang dijarah orang laen kita diam saja.
2. banyak tenaga asing atau barang merek luar yang dipakai ketimbang milik sendiri, dengan alasan gengsi akhirnya semua kearifan dan kepintaran itu diabaikan.
3. banyak pejabat atau orang berduit yang berobat keluar negeri dengan alasan peralatan lebih canggih, padahal kalo duit itu dipake brobat dalam negeri semakin menambah khasanah kepintaran para dokter dan perawat indonesia.
4. banyak barang atau tekhnologi yang dicipatakan di Indonesia, tapi gak laku di pasar dalam negeri, karena kwalitas gak mutu, dan biasanya yang mahal dan berkelas trus produk luar negeri adalah jaminan mutu nomor satu.
berkaca dari itu semua terlepas benar atau tidaknya argumen teman Bapak tentang sejarah Nusantara ini, pada intinya yaitu Kita kurang Pe De.
Salam Pembebasan,
Apapun adanya,aku cinta indonesia.
Bukti otentik:
Phitecanthropus Erectus ditemukan fosilnya di Pulau Jawa
artikel ‘Nusantara~~pusat~peradaban-dunia’, saya muat di;
‘Jagad-Kahiyangan~POST’
add ‘Jagad-BUDAYA’.
please, click link here;
http://www.Jagad-Kahiyangan.blogspot.com.
thank’s.
Regard,
(Jagad-Kahiyangan)
@ oka negara, ‘bahwa jaman dahulu di awal-awal masehi, orang Bali malah sudah menjadi pelaut yang mumpuni hingga mengarungi dunia, bahkan hipotesis beraninya menyebutkan yang menjejakkan kaki pertama di Amerika adalah orang Bali, dan ras indian (aztec, maya, inca)adalah keturunan Bali Jawa..’
mungkin ada benarnya.
coba lihat ’suku-INDIAN’ perangainya hampir2 mirip dengan ’suku-DAYAK’
coba kita renungkan, dech.
“pelajari BUDAYA-BARAT tanpa tinggalkan BUDAYA-TIMUR”
(http://www.Jagad-Kahiyangan.blogspot.com)
Ketika bumi nusantara ini dikenali dengan bumi Jawi atau al-Jawi ia itu ( keturunan Jawa ) masing2 hidup aman sentosa. Paradaban bumi Jawi amat tinggi dan terhormat dgn tiada hsad dengki dan tamak haloba. Sehinggalah daerah Sumatra didatangi oleh Bangsa dari kerajaan India (angkara murka) dan berdirinya kerajaan Srivijaya maka nusantara(bumi Jawa) ini, mulalah dibayangi dengan berbagai angkara murka peperangan dan penanaklukkan. Bermulalah tercetusnya perang saudara dan wilayah diNusantara bumi Jawi ini, sebagaimana sama berlaku halnya perang saudara di negeri India (angkara murka)itu yang tidak pernah ada kehabisannya dari zaman dahulu hingga sekarang. Begitu juga, sama halnya berlaku didaerah Jawa Barat dimana lahirnya kerajaan Salaknagara yang masing2 merupakan pengaruh dari Raja2 India yang kalah perang atau mencari kekuatan dari Bumi Jawa Selatan Timor. Dari sinilah orang Melayu (kerajaan Srivijaya) dan orang Sunda (kerajaan Salaknagara) mengklaim mereka kerajaan terlama diNusantara ini. Padahal peradaban Nusantara didahului oleh orang Jawa yang dikenali Al Jawi yang pendudoknya orang Jawa paling terbesar Nusantara termasuk penebaranya dimerata dunia. Salah satu faktor bukti pembiakkannya yg begitu banyak itu memungkinkan masa yg agak lama berjutaan tahun lamanya merupakan pendudok asal muasal Nusanara ini sebelumnya. Mungkin ada kebenarannya dari pengarang ini!!!
Wallohu wa’lam.
Bahasa Jawa yg repot itulah buktinya orang Jawa adalah penduduk paling awal (paling kuno) pendudok asal muasal Nusantara ini yg disebut Al Jawi (Keturunan Jawa) oleh bangsa Arab karena bahasanya yg indipendant (berdiri sendiri, tidak bercampuran dgn bahasa2 lain, dan karena rumitnya serta susahnya bahasa Jawa untuk diserap maka ia tidak mudah di pelajari serta difahami, maka tidak mudah berkembang untok ditutur oleh orang di Nusanatara ini. Lain halnya yang mana kita ketahui bahasa melayu bukan bahasa yang menunjokkan ketulenannya, dimana bahasa Melayu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Brunei, Jawa Barat (Sunda, Betawi ) didalam penyebaranya seiring dengan pesatnya pengaruh sriwijaya itu telah (menjadi bahasa yang bercampuran. Sedangkan bahasa melayu itu sendiri banyak mengambil dari bahasa asing yang banyak dikutip dari bahasa Arab, India, China dan sebagainya. Srivijaya yang menguasai Nusantara adalah penyebabnya angkara murka peperangan dan penaklukkan di bumi Jawi yang mempunyai peradaban yang tinggi pada pada ketika dahulu. Dan menjadi penyebab penaklukkan kerajaan Jawa Majapahit keatas Srivijaya kemudiannya. Karena itu orang Jawa lebih mendahului Srivijaya dengan beberapa bukti :-1) Bangsa Arab yang lebih tua dari Srivijaya ( Bangsa India) itu telah memanggil Nusantara dengan Al Jawi ( keturunan Jawa) 2)Bukti otentik: Phitecanthropus Erectus ditemukan fosilnya di Pulau Jawa dan menurut satu kajian, manusia pertama yang memasuki pulau Jawa adalah dari jenis Homo erectus yang dinisbahkan sebagai ( the first Java man/ from Java man to Javanese) ia itu orang Jawa pertama sejak 1.7 juta tahun dulu lamanya,dimana terdapat peninggalan tengkorak purba disungai Solo Jawa Timur dan penemuan kedua disungai Sangiran Jawa Tengah, jauh sebelum Srivijaya. 3) Bahasanya yang repot itu menunjokkan kekunoannya, ketulenannya, jauh sebelum Srivijaya. 4) Orang Jawa pendudok paling terbesar di Nusantara ini termasuk penebaranya dimerata dunia, salah satu faktor bukti pembiakkannya yg begitu banyak, memungkinkan masa yg agak lama berjutaan tahun lamanya merupakan pendudok asal muasal Nusanara ini sebelumnya.
Saya merasa amat tertarik d cerita teman bapak penulis artikel ini tp saya kesulitan mendapatkan sumber, bukti atau plg tidak alamat organisasi penggali sejarah ‘alternatif’ ini. Bisakah diberikan alamatnya spy kami bisa lebih intensif berdiskusi?
Terima kasih.
Orang Jawa itu inisiator peradaban. Itu trademark yang masih berlangsung hingga kini, biarpun jarang yang “ngeh”. Kalau idenya dibajak tidak suka mempermasalahkan. Terlalu nrimo membuat kekaburan fakta sejarah terus lestari.
Kalo perlu minta bantuan orang Sumatra untuk menuntut plagiat2 yang mengaku2 sebagai pemilik asli. Advokat dari Batak kayaknya boleh juga tuh..
Tampaknya artikel ini membicarakan sesuatu yang bersifat menduga-duga saja dari seorang peneliti linglung dari semarang, tanpa adanya fakta-fakta empiris yang valid. kalo homo erectus javanicus dijadikan sebagai alat pembenar jawa sebagai budaya yang sangat tua, sama juga mempercayai teori evolusi yang tidak benar itu. Species-species purba banyak juga ditemukan tidak hanya di jawa, dia juga ada ditempat lain didunia ini. Mesti dipahami, makhluk purba itu bukan manusia. Fostur tubuh dan otaknya lebih dekat dengan monyet daripada manusia (jadi mereka bukan cikal bakal manusia).
Satu hal yang pasti, jawa(mestinya tidak mengkalim diri sebagai representasi nusantara) itu hanya sebuah peradaban manusia berciri animis, mistik,dan sitem sosial feeodal. Suatu budaya yang sangat kental aroma animis, mitos, klenik dan mistik.
Itulah mengapa negara ini selalu mengalami seperti bangsa bingung dan selalu bermasalah, karena sangat terprovokasi kultur jawa yang aneh karena menyukai mistik dan feodal. Tapi sialnya bangsa ini selalu dipimpin oleh orang-orang yang menyukai sistem seperti itu, jadi seperti ini bangsa indonesia modern akibatnya.
Kalau orang harus percaya jika perang baratha yuda, padang kuruksetra, pandawa, kurawa( serta semua personal didalamnya), bhagavatgita(bagian kitab hindu yang berisi percakapan antara arjuna dengan krishna sebelum perang bharata yuda): ITU SEMUA DARI JAWA, maka kitab wedha itu juga mestinya dari jawa karena india merupakan koloni jawa.
Jika penemuan atau penelitian dari orang semarang itu(yang saya kira juga penggemar klenik dan mistik), dengan segala cara akan membenarkan pendapatnya yang nantinya akan berdasarkan mitos,klenik dan mistik, maka sia-siaplah berpolemik ama orang india yang meng klaim semua itu berasal dari negaranya.
Maka dua bangsa (india dan jawa khususnya jawa tengah, jawa timur termasuk bali) penggemar mistik dan klenik bertemu dalam suatu wadah polemik baru, siap-siap aja kalau Bharatayudha jilid dua akan terulang kembali(mudahan jangan).
Yang mau ikut silakan, tapi jangan ajak-ajak orang lain yang gak suka menjadi penggemar mitos, mistik dan klenik.
hidup kita 90% adalah klenik,mitos, supranatura,cenayang dan 10% persen adalah logika.
kesalahan orang sekarang adalah mereka terlalu mengunakan 10% logikanya untuk mewakili 90% keyakinannya.
manusia seakrang lupa ilmu “titen” ilmu “tenger”.
manusia kehilangan kepercayaan dirinya.
anda pernah sewa pawang hujan?belajar dari beliau.
Trims
salam mas wayan,,,
Sebagai orang “jawa” saya menyakini hal itu mas, di orang india jarang yg tahu ttg wayang. namun di indonesia anak kecil saja sudah tahu wayang, karena mereka sedang memngingat nenek moyangnya.
banyak sejarah indonesa yg di batasi oleh belanda. di buku sejarah kerajaan2 di indonesia hanya di mulai dari taruma negara, mataram kuno/ padahal ada yg lebih tua dan mempunyai wilayah luas.
semoga denagn pemantik ini bisa menjadikan semangat kita bangsa indonesa untuk bangkit manjadi GARUDA lagi.
Sukses mas,
to all
Terima kasih telah memberi comment pada tulisan saya. Semuanya positif, kecuali maaf tulisan Saudara Kulkul yang terlalu jauh khususnya sampai menyebutkan Berathayudha jilid II akan terjadi. Saya tidak mengerti masih ada saja yang menganggap kekerasan adalah jalan yang layak dipilih hanya untuk menentukan kebenaran sebuah keyakinan. Kalau ini benar-benar ada dipikiran Saudara Kulkul berarti sama saja ada kemunduran berpikir yang jauh sekali kebelakang. dimana banyak perang pecah gara-gara membela keyakinan. Bahkan keyakinan agamapun sebaiknya tidak dibela dengan pertumpahan darah. Kalau Gus Dur mengatakan “Tuhan kok di Bela?” Lha Tuhan itu kan maha agung, maha segala-galanya. Manusia tidak sampai ada yang disebut maha, kecuali mahasiswa (hehehe)
Biarkan semuanya menyakini kebenaran keyakinannya untuk mencari kesejatian dirinya. Percaya bahwa Nusantara Pusat Peradaban dunia boleh, tidakpun tak apa-apa. Tetapi jangan sampai perang lah… Lagian siapa yang mau ngajak perang? Hanya mereka yang masih dikuasai ego lah yang akan sibuk dengan pikiran untuk berperang. Sementara yang sudah sangat dekat dengan yang Maha Esa akan memilih jalan damai dan membiarkan orang lain bebas meyakini apa saja.
Pernah dengar cerita tengan Benua Atlantis? Lagi-lagi ini mungkin sebagian besar hanyalah mitos. Tapi untuk menambah wawasan atau cerita-cerita tentang Nusantara coba cari di mesin pencari google, bagaimana ada juga yang menyebut bahwa Benua atlantis yang konon (ingat : konon, bisa ya bisa tidak) memiliki peradaban super canggih itu ada di Nusantara.
kalau mau dipolemikkan silahkan, tetapi jangan sampai perang ya…..
paling tidak jadi majapahit pernah menyatukan nusantara ini yang gaungya sampai ke tetangga sebelah malaysia
kita harus bangga dengan negeri nusatara yang kita cintai
Rahasia Terbesar (Tersembunyi) Bani Jawi
… Rahasia yang terpendam beribu tahun tentang satu bangsa pengembara yang mencari ‘Tanah yang Dijanjikan’ semakin lama semakin terbongkar dengan penemuan pelbagai artifak yang penuh misteri dan mengundang pertanyaan seperti penemuan keris di sebuah kuil purba di Okinawa Jepun,kendi purba yang sama di Vietnam,Kemboja dan Pahang,penemuan kota purba yang dinamakan Jawi/Jawa di Jordan dan juga penemuan keris purba di Rusia selain gendang Dong Son dan Kapak Tua Asia Tengah yang popular itu. APA MAKSUD KEPADA SEMUA MISTERI INI?….
.. Bangsa terahsia inilah yang menurunkan pelbagai bangsa Asia dari tempat asal mereka iaitu Asia Barat dan Asia Tengah di mana dari situlah bermulanya peradaban manusia…. … Bangsa ini, yang merupakan pemegang rahasia akhir zaman adalah satu bangsa besar yang pernah membina kota-kota purba dan menyertai peperangan-peperangan agung sejak surutnya Banjir Besar bersama-sama bangsa agung yang telah pupus seperti Sumerian dan Akkadian…..
… Sesungguhnya kisah pengembaraan bangsa ini merupakan satu epik yang teramat panjang,lebih panjang dari epik Homer,The Iliad and the Odyssey….
http://misteri-us.blogspot.com/2009/12/rahasia-terbesar-tersembunyi-bani-jawi.html
Kalau demikian mungkin bisa dihubungkan dengan Atlantis kota yang hilang katanya atlantis ada di Indonesia, penulis buku ini memberikan teory dan beberapa fakta historis, para arkiolog indonesia masih menyangkal hal tersebut maklum orang-orang sejarawan katanya ahli sejarah tetapi tidak ada sejarah yang diungkap secara sungguh-sungguh dan benar kebenarannya, malah sejarah atau babad pada jamannya hindu-budha kok disisipkan islam pada hala pada jamannya muhammad belum lahir. naaaah
yang benarnya, pencetus budaya dunia yg sebatas jawa dan bali…
mungkin penulis di atas sedang mimpi bahwa org jawa adalah ras terhebat,,,!!
Kemungkinan bahwa nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia silahkan baca buku terjemahan dari profesor santos dari Brazil tentang atlantis di Indonesia.
http://www.metasains.com/2010/02/ternyata-atlantis-itu-di-indonesia/
Juga dalam buku “The Phantom Voyager” karya Robert Dick-Read yang telah diterjemahkan leh Mizan dengan judul “Penjelajah Bahari. Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika” dengan jelas digambarkan bagaimana dan mengapa para penjelajah nusantara pada abad 5 bahkan di duga jauh sebelum sudah mampu mencapai afrika bahkan melewati tanjung harapan yang baru mampu di lewati bangsa Eropa 1000 tahun kemudian.
http://andre.birowo.com/para-penjelajah-dunia-penakluk-pasar-global/
Semoga bermanfaat.