• Bale Bengong

  • ‘Teatro di Guarrettelle’ Dipentaskan di Art Centre

5th July 2008

‘Teatro di Guarrettelle’ Dipentaskan di Art Centre

posted in Agenda, Budaya, Kabar Anyar | contributor : Putu Setiawan | 45 Views

Oleh Putra Setiawan

Masyarakat Italia sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal kesenian sejenis wayang yang bernama teatro di guarrettelle. Nah, belum lama ini, wayang ala negeri Italia ini dipentaskan Taman Budaya, Denpasar Bali.

Pagelaran wayang ala Italia ini digelar di gedung tertutup Ksirarnawa. Pertunjukan wayang ini diawali dengan aksi monolog dalang yang bernama Pino Confessa.

Dalam pementasannya, Pino Confessa memakai dua bahasa yakni bahasa Bali dan bahasa Indonesia secara bergantian, dengan diiringi musik tradisional Italia yang dinamis.

Dengan gaya mendongeng yang cukup menghibur, sang dalang menceritakan dongeng berjudul “Pulcinella E Il Diavolo, sebuah kisah kuno Italia yang sudah berumur 1000 tahun lebih.

Dongeng yang sering diceritakan untuk anak-anak di Italia ini menceritakan tentang sayembara yang diadakan raja Bernardo III. Sayembara ini untuk mencari seorang suami bagi putri tunggalnya yang bernama Bernardina.

Dalam sayembara ini, setiap peserta diminta untuk meniup sebuah terompet kerajaan. Dari sekian ratus peserta, tidak semuanya bisa meniup terompet keramat ini. Terompet ini akhirnya berhasil dibunyikan oleh seorang ksatria bernama Pulcinella.

Aksi monolog kemudian disambung dengan pentas wayang ala Italia. Wayang yang sepintas mirip wayang golek ini dimainkan dalam sebuah Teatrino (teater kecil) berbentuk kotak kayu setinggi orang dewasa dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Dalam pertunjukan wayang ini, perjuangan Ksatria Pulcinella dalam mempersunting putri Bernardina berlanjut. Meski sudah memenangkan sayembara, namun ksatria Pulcinella dihalang-halangi Perdana Menteri raja yang bernama Pantalone Jafar, seorang tukang sihir hebat yang bisa berubah menjadi aneka jenis siluman.

Lewat pertarungan yang sengit dengan berbagai jenis siluman, ksatria Pulcinella akhirnya bisa memenangkan pertarungan dan membunuh Perdana Menteri jahat.

Ksatria Pulcinella dan Putri Bernardina kemudian menikah dan memiliki beberapa orang anak, sebagai penerus kerajaan.

Pertunjukan wayang khas Italia ini mendapat sambutan antusias warga termasuk dari kalangan anak-anak. Bagi penonton yang hadir, pertunjukan ini menjadi sebuah tontonan alternatif yang cukup menghibur.

“Pertunjukan ini merupakan gabungan antara berbagai jenis seni mulai seni topeng, pantomin, teater, dan juga wayang. Saya menggunakan bahasa Bali dan Indonesia agar nilai-nilai budaya Italia bisa mudah diterima penonton di Bali. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, pesan moral yang ingin disampaikan juga bisa cepat sampai,” kata Pino seusai pentas. [b]

Tulisan ini juga dimuat di beritabali.com

This entry was posted on Saturday, July 5th, 2008 at 10:25 pm and is filed under Agenda, Budaya, Kabar Anyar. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Sebarkan ke Dunia
delicious
digg
technorati
reddit
magnolia
stumbleupon
yahoo
google
eXTReMe Tracker