• Bale Bengong

  • KPU Payah, Kepala Dusun pun tak Dapat Kartu Pemilih

9th July 2008

KPU Payah, Kepala Dusun pun tak Dapat Kartu Pemilih

posted in Agenda, Kabar Anyar | contributor : Penunggu Bale Bengong | 73 Views

Oleh Ratna Hidayati

Pagi ini dugaanku terbukti, KPU Bali tidak melakukan persiapan matang dalam pemilihan gubernur, terutama dalam hal pendataan nama pemilih. Namaku tidak tercantum dalam daftar pemilih. Sia-sia aku datang ke TPS V di Banjar Batanpoh, Sanur, banjar tempat tinggalku.

“Surat panggilan yang berwarna putih mana?” tanya petugas TPS. “Saya nggak dikasih Pak, saya cuma punya kartu pemilih,” jawabku. Kartu pemilih itu aku dapatkan ketika pendataan pemilihan walikota Denpasar, itu seingatku.

Di balik kartu itu, terdapat ketentuan, ‘perlihatkan kartu ini kepada petugas TPS pada setiap penyelenggaraan pemilihan gubernur/wakil gubernur Bali atau pemilihan walikota/wakil walikota Denpasar’. Ternyata, kartu itu tidak berlaku. Sepertinya KPU lebih senang melakukan pemborosan dengan membuat kartu pemilih tiap kali ada pemilihan pemimpin di pulau ini.

Beberapa hari sebelumnya, ada petugas banjar datang ke kompleks perumahan tempat aku tinggal. Mereka mencari nama seseorang yang tidak ada di kompleks itu untuk diberikan kartu pemilih. Tentu saja kartu itu ditolak karena tak ada empunya. Ketika aku menanyakan punyaku, dia menjawab akan dikirim menyusul. Tetapi, hal itu tak pernah terjadi. Ibuku bilang, pakai KTP saja tak apa. Itu kata ibuku. Pakai kartu pemilih yang serupa saja tak boleh.

Aku komplain karena tak bisa memilih. Sejak ikut nyoblos tahun 1999, aku selalu terdata. Kali ini kok nggak. Kan aneh. “Tenang saja bu, sebagian warga di sini juga tidak dapat kartu pemilih. Nggak tahu nih KPU. Bapak saya yang kepala dusun saja nggak dapat kartu pemilih,” kata seorang petugas TPS. Nah lho. Kebangetan nih KPU.

“Coba cari ke Banjar Anggarkasih saja,” saran petugas yang lain. Katanya, data nama warga Banjar Batanpoh sebagian masuk ke Banjar Anggarkasih. Aneh, data warga kan sudah jelas tinggal di banjar mana. Kenapa juga bisa dipindah-pindah begitu saja? Wong kalau pindah tempat tinggal saja harus cepat-cepat ngurus perpindahan banjar. Sekarang banjar bisa dipindah seenak udelnya. Huh. Sudahlah, aku nggak milih saja. KPU payah. [b]

This entry was posted on Wednesday, July 9th, 2008 at 10:14 am and is filed under Agenda, Kabar Anyar. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There are currently 3 responses to “KPU Payah, Kepala Dusun pun tak Dapat Kartu Pemilih”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On July 9th, 2008, DEWA BLUE said:

    GIMANA NIH..PAK WISNUMURTI…???

  2. 2 On July 9th, 2008, pekak said:

    hi, salam kenal…..kayaknya permasalahan kamu hampir ada di beberapa daerah…apalagi kalo di daerah tersebut menjadi basis salah satu calon dgn kepala daerah/lingkungan yg menjadi relawan aktif-nya…n kita di disinyalir akan punya suara yg bebeda….pasti langsung kena sortir….sebenarnya gampang nyari penyebabnya dan pelakunya….tinggal di lihat aja, di basis siapa yg paling banyak ada kasus/keluhan pemilih tidak terdaftar,ato bisa minta LSI untuk survei…(kan mereka terkenal akurat dgn metode penghitungan cepat)…..kapan yah di negara kita yg tercinta ini bisa merayakan pesta demokrasi yg adil dan berbudaya tanpa trik/intimidasi2….tanya kenapa???

    salam hangat jabat erat

    pekak-lingsir

  3. 3 On July 10th, 2008, Made Belog said:

    Tuntut saja KPU boss ! Memilih dan dipilih kan hak asazi warga negara. Kalau hak itu tidak didaparkan ya tinggal tunut aja. biar tahu rasa tuh KPU. Aku juga pernah mendapat hal yang sama waktu PilPres dan Pilkada, tidak terdaftar.

    Kenten manten sebot …. (baca: Gitu aja ok repot)

Leave a Reply

Sebarkan ke Dunia
delicious
digg
technorati
reddit
magnolia
stumbleupon
yahoo
google
eXTReMe Tracker