Ketika Warga Belajar Jurnalistik, Jurnalis Belajar Blog

Oleh Luh De Suriyani

Nah, ini dia simbiosis mutualisme dari warga untuk wartawan, dan wartawan untuk warga. Pagi harinya, sekitar 25 warga belajar jurnalistik dari dua wartawan, Putu Putra Setiawan (koresponden SCTV), dan Rofiqi Hasan (Tempo). Sorenya, giliran sejumlah wartawan belajar membuat blog dari warga dan blogger. Pemateri belajar membuat blog ini adalah Putu Hendra Brawijaya dan Adi Setiawan, keduanya aktivis Bali Blogger Community (BBC) yang juga web developer dan desainer.

Sabtu, 26 Juli ini Warung Kopi Bali sungguh riuh. Sekitar 30 orang menyesaki lantai III, tempat pelatihan jurnalistik. Siangnya, giliran lantai II tempat warnet ramai dengan pelatihan bikin blog.

Hari ini, benar-benar melelahkan untuk Anton Muhajir, pengelola balebengong.net ini. Sehari penuh, dari pagi sampai malam, matulungan di Warung Kopi Bali Renon, Jl. Raya Puputan Renon Denpasar. Tak hanya tangan, kaki, dan mata, juga pikiran. Mikir biar peserta pelatihan menikmati training singkat ini. Hayo, kenken para peserta trainning?

Oya, menariknya, sejumlah peserta training juga ngayah, membantu mendampingi peserta pelatihan nge-blog. Misalnya Rahaji, aktivis Forum Fair Trade Indonesia dari Mitra Bali dan Kadek Didi Suprapta, blogger yang pinter nulis. Ada juga Ikha Widari, aktivis perempuan yang rajin nge-blog.

Asyik sekali, melihat suasana trainning yang saling melengkapi. Peserta pelatihan ini juga sangat beragam. Tercatat, 23 orang mengikuti pelatihan jurnalistik. Sementara membuat blog diikuti 14 orang.

Pelatihan ini gratis. Peserta tidak harus bayar sepeser pun untuk ikut. Sebab Sloka Institute, pengelola balebengong.net yang membiayai semua kegiatan tersebut. Biaya ini diperoleh dari tabungan Sloka dari unit usaha seperti media relation, event organizer untuk diskusi, edit buku, dan semacamnya yang relevan.

Bisa jadi karena gratis, maka peserta pun membludak. Pada awalnya sepi, eh, menjelang pelatihan dimulai, sejumlah orang juga tiba-tiba menelepon atau kirim email untuk menjadi peserta. Sayang sekali, kuota pelatihan terbatas. Jika peminatnya makin banyak, barangkali bisa dibuka Pelatihan Jurnalistik dan Nge-blog Jilid II. [b]

Share

1 komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Bale Bengong. Powered by WordPress Present by Sloka Institute & maintenanced by: Bali Blogger Community

Switch to our mobile site