Ekspedisi Terumbu Karang Nusa Penida 2008
Dikirim Marthen Welly
Nusa Penida merupakan bagian dari kawasan segitiga karang dunia (the global coral triangle) dengan keanekaragaman hayati laut yang cukup tinggi khususnya terumbu karang. Selain itu Nusa Penida memiliki berbagai hewan laut langka dan unik seperti mola-mola (oceanic sunfish), pari manta (manta ray), penyu (sea turtle), paus dan lumba-lumba (cetacean).
Terumbu karang merupakan aset penting bagi pariwisata bahari di pulau Bali , khususnya Nusa Penida. Fungsi lain terumbu karang adalah sebagai pelindung alami pantai dari gempuran ombak dan gelombang laut. Terumbu karang juga merupakan tempat berkembang-biak, berlindung dan mencari makan bagi ikan dan biota laut lainnya.
Melihat berbagai manfaat penting terumbu karang diatas maka Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Klungkung bekerjasama dengan Yayasan Bahtera Nusantara (YBN), Conservation International Indonesia (CII) dan The Nature Conservancy (TNC)-Nusa Penida Program mengadakan Ekspedisi Terumbu Karang Nusa Penida 2008. Ekspedisi ini bertujuan membangun database terumbu karang melalui survei terhadap distribusi dan kondisi terumbu karang seluruh perairan di kecamatan Nusa Penida.
Wira Sanjaya, Direktur Eksekutif YBN menjelaskan bahwa ekspedisi dilaksanakan mulai 4 hingga 14 Agustus yang meliputi seluruh terumbu karang di Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. “Survei terumbu karang ini dilakukan untuk membangun database terumbu karang di kecamatan Nusa Penida. Team inti ekspedisi berjumlah 8 orang yang berasal dari YBN, DPPK, CI dan TNC. Metode yang digunakan untuk survei terumbu karang adalah Manta Tow dan Line Intercept Transect (LIT) yang diakui secara internasional,” kata Wira.
Sementara itu, Marthen Welly – TNC project leader untuk Nusa Penida mengatakan bahwa ekspedisi ini akan mencakup sekitar 1200 hektar terumbukarang di perairan Nusa Penida, Ceningan dan Lembongan. “Kawasan ini sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan konservasi laut (KKL) guna melestarikan terumbu karang dan biota laut penting lainnya seperti mola-mola, pari manta dan penyu sebagai aset penting pariwisata bahari,” ujar Marthen.
“Walaupun hanya memiliki luas sekitar 20.000 hektar, namun Nusa Penida memiliki ekosistem pesisir yang lengkap seperti terumbu karang, hutan bakau dan padang lamun,” kata Iwan Dewantama – CII coordinator untuk Nusa Penida menambahkan. Lebih lanjut Iwan mengatakan database merupakan salah satu instrumen penting dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut di Nusa Penida.
Kecamatan Nusa Penida terdiri dari tiga pulau utama yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Berada di bawah administrasi Kabupaten Klungkung dengan penduduk sekitar 4000 jiwa yang mendiami 16 desa dinas. Mata pencaharian utama di Nusa Penida adalah pertanian rumput laut dan pariwisata bahari.
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Klungkung adalah instansi dibawah Pemerintah Kabupaten Klungkung yang mengurusi masalah kelautan, termasuk Nusa Penida. Bersama Yayasan Bahtera Nusantara, DPPK Klungkung telah menjalankan program monitoring terumbu karang di Nusa Penida sejak tahun 2002 – 2007.
Yayasan Bahtera Nusantara adalah sebuah LSM local Bali yang memiliki misi pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang berkelanjutan berbasis masyarakat. Didirikan sejak tahun 2000 di Bali dengan focus utama program yaitu reformasi penangkapan ikan dengan cara-cara merusak (destructive fishing reform), monitoring terumbu karang se-bali (coral monitoring) dan pendidikan lingkungan hidup kelautan (marine conservation education).
The Nature Conservancy (TNC) adalah salah satu lembaga konservasi terkemuka di dunia dengan misi melestarikan flora, fauna dan komunitas alami yang mewakili keanekaragaman di bumi dengan cara melindungi tanah dan air yang meraka butuhkan untuk tetap hidup. TNC bekerja di 35 negara dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1991. Program kelautan TNC Indonesia dibangun sejak tahun 2000 berkantor di Bali dengan nama Coral Triangle Center (CTC) yang membawahi kantor lapangan Komodo (NTT), Derawan (Kalimantan Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Raja Ampat (Papua Barat) dan Nusa Penida (Bali). www.nature.org, www.coraltrainglecenter.org
Conservation International Indonesia (CII) adalah salah satu lembaga konservasi terkemuka di dunai dengan misi melestarikan keanekaragaman hayati di muka bumi sebagai warisan alam untuk kelangsungan hidup generasi mendatang secara spiritual, kultural dan ekonomi dan menunjukan bahwa manusia dapat hidup secara harmonis dengan alam. CI bekerja 40 negara dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1997. Program kelautan CI dimulai tahun 2004 berkantor di Bali dengan fokus program kerja di bentang kepala burung ( Raja Ampat dan Kaimana), Bentang laut Sulu Sulawesi (Kaltim dan Sulut), serta Nusa Penida dan Bali.www.conservation.org, www.conservation.or.id. [b]
Kontak Person :
- I Nyoman Tirta, DPPK Klungkung, Telp.08164735372
- Wira Sanjaya, Yayasan Bahtera Nusantara, Telp.08123987722
- Marthen Welly, TNC Nusa Penida Program, Telp.08123877089
- Iwan Dewantama, CII Coordinator Nusa Penida, Telp.081353048438






kapan ya bisa ke nusa penida???
hi, salam kenal. apakah ini dalam rangka project Sunda Banda Seascape dari WFF?
regards,
nyoman
“hi, salam kenal. apakah ini dalam rangka project Sunda Banda Seascape dari WFF?
regards,
nyoman ”
Sorry, ternyata kita pernah dalam meja meeting about this
Dear Luh De,
Kapan-kapan bisa main bareng ke Nusa Penida, siapa tau dapet banyak inspirasi buat tulisan.
salam
Marthen
Hi Pak Nyoman,
Nusa Penida Site memang berada dibawah Sunda-Banda Seascape yang merupakan kerjasama antara TNC, WWF dan CI yang meliputi Komodo (TNC), Wakatobi (TNC dan WWF), Kepulauan Banda (TNC), Kei (WWF), Timor Leste (TNC), Solor-Alor (WWF dan TNC), Sawu Sea (WWF dan TNC), dan Nusa Penida (TNC dan CI).
Untuk program di Nusa Penida, TNC mendapatkan pendanaan dari McArthur Foundation, sementara rekan CI dari Bakrie dan Yayasan Bahtera Nusantara dari PemKab Klungkung.
Sementara untuk dukungan Walton Family Foundation (WFF)sendiri baru akan dimulai 2009.
salam
Marthen