<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Di Bawah Lindungan Ida Bhatara Arak Api</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/07/25/di-bawah-lindungan-ida-bhatara-arak-api.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/07/25/di-bawah-lindungan-ida-bhatara-arak-api.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: jalu lambang</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/07/25/di-bawah-lindungan-ida-bhatara-arak-api.html/comment-page-1#comment-10517</link>
		<dc:creator>jalu lambang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:45:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=1926#comment-10517</guid>
		<description>semoga tradisi pembuatan arak merita tetap ada dan turun temurun di tularkan ke anak cucu supaya langeng sampai ahir jaman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga tradisi pembuatan arak merita tetap ada dan turun temurun di tularkan ke anak cucu supaya langeng sampai ahir jaman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cokie</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/07/25/di-bawah-lindungan-ida-bhatara-arak-api.html/comment-page-1#comment-9889</link>
		<dc:creator>cokie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 17:27:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=1926#comment-9889</guid>
		<description>salah satu kompleksitas hindu di bali spt itu, perbauran dengan adat dan lingkungannya tapi itu juga menunjukkan fleksibilitasnya. membuat arak apakah dharma/adharma? sama seperti membuat sebilah pisau.. semua kembali pada individu pemakainya begitu pula peminum arak, bila diminum dalam keadaan hampir membeku kedinginan jelas bertujuan untuk mempertahankan suhu tubuh..
Sekarang yg perlu dijaga dan perlu mendapat perhatian di bali adalah penyalahgunaan dari arak tersebut diluar fungsi dari bagian upakara.
Hindu itu terbiasa dan selalu penuh dengan pemujaan bahkan untuk hal yang &#039;terlihat&#039; buruk seperti pada pemujaan pada dewi durga, maknanya yg perlu dipahami.. 
&quot;aham sarvasya prabhavo,
mattah sarvam pravartate, 
iti matva bhajante mam
budha bhava-samanvitah&quot; 
(Bhagwat Gita: Chapter Ten verse 8)
&quot;Sri Krishna said: I am the source of all spiritual and material worlds. Everything emanates from Me. The wise man who perfectly knows this, engages in My devotional service and worships Me with all his heart.&quot;
semoga bisa sedikit memberi penjelasan.
Disisi lain manusia lahir itu umumnya memiliki panca indria, kesadaran sejati itu bukan dari panca indria, panca indria itu yang selalu memberi penilaian akhir berbeda2 pada tiap individu, baik buruk salah benar harum busuk jelek cantik panas dingin sedih bahagia marah malu dsb.. mari belajar memaknai segala sesuatu yang ada dalam hidup ini menggunakan kesadaran sejati layaknya mata ketiga Shiva yang melebur kepalsuan ciptaan belenggu indria kita.. Namaste</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salah satu kompleksitas hindu di bali spt itu, perbauran dengan adat dan lingkungannya tapi itu juga menunjukkan fleksibilitasnya. membuat arak apakah dharma/adharma? sama seperti membuat sebilah pisau.. semua kembali pada individu pemakainya begitu pula peminum arak, bila diminum dalam keadaan hampir membeku kedinginan jelas bertujuan untuk mempertahankan suhu tubuh..<br />
Sekarang yg perlu dijaga dan perlu mendapat perhatian di bali adalah penyalahgunaan dari arak tersebut diluar fungsi dari bagian upakara.<br />
Hindu itu terbiasa dan selalu penuh dengan pemujaan bahkan untuk hal yang &#8216;terlihat&#8217; buruk seperti pada pemujaan pada dewi durga, maknanya yg perlu dipahami..<br />
&#8220;aham sarvasya prabhavo,<br />
mattah sarvam pravartate,<br />
iti matva bhajante mam<br />
budha bhava-samanvitah&#8221;<br />
(Bhagwat Gita: Chapter Ten verse <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /><br />
&#8220;Sri Krishna said: I am the source of all spiritual and material worlds. Everything emanates from Me. The wise man who perfectly knows this, engages in My devotional service and worships Me with all his heart.&#8221;<br />
semoga bisa sedikit memberi penjelasan.<br />
Disisi lain manusia lahir itu umumnya memiliki panca indria, kesadaran sejati itu bukan dari panca indria, panca indria itu yang selalu memberi penilaian akhir berbeda2 pada tiap individu, baik buruk salah benar harum busuk jelek cantik panas dingin sedih bahagia marah malu dsb.. mari belajar memaknai segala sesuatu yang ada dalam hidup ini menggunakan kesadaran sejati layaknya mata ketiga Shiva yang melebur kepalsuan ciptaan belenggu indria kita.. Namaste</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kul-kul</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/07/25/di-bawah-lindungan-ida-bhatara-arak-api.html/comment-page-1#comment-9855</link>
		<dc:creator>kul-kul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 06:47:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=1926#comment-9855</guid>
		<description>Maafkan saudaraku, tidak bermakud untuk menyinggung perasaan kalian. Hanya coba renungkanlah ini...

Dari kisah sekelumit ini, tulisan-tulisan lain maupun yang saya dapatkan dari pengetahuan langsung tampaknya terjadi pergeseran jauh dalam apa yang disebut dalam weda dengan pengaplikasian masyarakat hindu bali khususnya dlm menjalankan agama. Adat, tradisi dan agama menjadi suatu yang kabur dan tidak memiliki batasan yang jelas. Apa membuat arak itu merupakan suatu perbuatan termasuk dharma dalam hindu? apa ada dalam hindu? sehingga masyarakat dan pendeta/pedanda membiarkan begitu saja (bahkan penulis pernah melihat orang minum arak didepan gerbang pura).
Lantas orang yang meminum, kemudian mabuk, akal sehatnya menjadi berkurang, (sebagian orang mabuk)bisa melakukan kejahatan akibat mabuknya itu, bagaimana dapat melakukan dharma?
Kemudian rakyat bali menyebut satu tuhan, sang hyang widhi, menyembah sang hyang widhi, namun mengapa dlm aplikasinya masih ada mengatur sesaji-sesaji dan memuja dewa-dewa, entah dewa laut, entah dewa hujan, entah dewi padi padahal hanya satu pencipta, kenapa tidak hanya kpd sang widi saja? bukankah dia pencipta, pemberi rejeki dan kehidupan semua makhluk tak terkecuali orang hindu( kenapa jadi rumit begini?). Kenapa harus disimbolisasi atau dimanifetasi dalam makhluk lainnya? Lantas bagaimana dengan dewa yang satu ini yang bernama ida bathara arak api? kebaikan apa yang diberikan oleh dewa ini sehingga harus dipuja dan dengan sesembahan saji-saji? apa karena berbotol-botol arak yang terbaik buat mabuk sehingga dia jadi sosok yg harus dipuja-puja?
Berhak kah sesuatu yang tidak meciptakan apapun dan memberi hidup dan rejeki untuk siapapun disembah dipuja diberi sesaji? Walau tak sebatang pohon arenpun dan memelihara buahnya, pucuknya yang diambil airnya untuk bahan tuak pun bisa dibuat oleh dewa ida bathara arak api ini. Diakah yang buat itu? diakah yang mengeluarkan airny? diakah yang buat akar2 pohon itu?
marilah renungkan lebih jauh hal ini saudara-saudara...apa ini sudah on right way?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maafkan saudaraku, tidak bermakud untuk menyinggung perasaan kalian. Hanya coba renungkanlah ini&#8230;</p>
<p>Dari kisah sekelumit ini, tulisan-tulisan lain maupun yang saya dapatkan dari pengetahuan langsung tampaknya terjadi pergeseran jauh dalam apa yang disebut dalam weda dengan pengaplikasian masyarakat hindu bali khususnya dlm menjalankan agama. Adat, tradisi dan agama menjadi suatu yang kabur dan tidak memiliki batasan yang jelas. Apa membuat arak itu merupakan suatu perbuatan termasuk dharma dalam hindu? apa ada dalam hindu? sehingga masyarakat dan pendeta/pedanda membiarkan begitu saja (bahkan penulis pernah melihat orang minum arak didepan gerbang pura).<br />
Lantas orang yang meminum, kemudian mabuk, akal sehatnya menjadi berkurang, (sebagian orang mabuk)bisa melakukan kejahatan akibat mabuknya itu, bagaimana dapat melakukan dharma?<br />
Kemudian rakyat bali menyebut satu tuhan, sang hyang widhi, menyembah sang hyang widhi, namun mengapa dlm aplikasinya masih ada mengatur sesaji-sesaji dan memuja dewa-dewa, entah dewa laut, entah dewa hujan, entah dewi padi padahal hanya satu pencipta, kenapa tidak hanya kpd sang widi saja? bukankah dia pencipta, pemberi rejeki dan kehidupan semua makhluk tak terkecuali orang hindu( kenapa jadi rumit begini?). Kenapa harus disimbolisasi atau dimanifetasi dalam makhluk lainnya? Lantas bagaimana dengan dewa yang satu ini yang bernama ida bathara arak api? kebaikan apa yang diberikan oleh dewa ini sehingga harus dipuja dan dengan sesembahan saji-saji? apa karena berbotol-botol arak yang terbaik buat mabuk sehingga dia jadi sosok yg harus dipuja-puja?<br />
Berhak kah sesuatu yang tidak meciptakan apapun dan memberi hidup dan rejeki untuk siapapun disembah dipuja diberi sesaji? Walau tak sebatang pohon arenpun dan memelihara buahnya, pucuknya yang diambil airnya untuk bahan tuak pun bisa dibuat oleh dewa ida bathara arak api ini. Diakah yang buat itu? diakah yang mengeluarkan airny? diakah yang buat akar2 pohon itu?<br />
marilah renungkan lebih jauh hal ini saudara-saudara&#8230;apa ini sudah on right way?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 01:13:16 -->
