Merenungi Tragedi 1965/66 di Bali Melalui Karya Sastra

Buku Lobakan

Teks Komunitas Sahaja

Sebuah antologi cerpen bertajuk ‘Lobakan’ akan diluncurkan pada Minggu, 23 Agustus 2009 mendatang, pukul 18.30 WITA, di Wantilan Taman Budaya (Art Centre) Provinsi Bali, Jalan Nusa Indah Denpasar. Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama Lembaga Kreativitas Kemanusiaan (LKK) dan Komunitas Sahaja ini juga didukung oleh The Ford Foundation Jakarta.

”Karya-karya dalam antologi cerpen Lobakan berangkat dari peristiwa tragedi kemanusiaan yang terjadi di Bali pada periode 1965/66. Setiap penulis berupaya merefleksikan gagasan dan boleh jadi pengalaman pribadinya ke dalam bentuk karya-karya cerpen, dengan sudut pandang dan gaya penceritaan yang beragam,” tutur Putu Oka Sukanta, salah satu penulis antologi cerpen ’Lobakan’.

Koordinator acara, Ni Putu Destriani Devi menyatakan, acara bedah buku nantinya akan diselingi dengan apresiasi karya dan pemutaran film. ”Selain berdiskusi mengenai proses kreatif dan isi buku secara menyeluruh, acara juga diselingi dengan pembacaan cerpen, musikalisasi puisi serta pemutaran film dokumenter karya Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan (LKK),” katanya.

Dalam pengantarnya yang berjudul ’Lobakan sebagai Pelita Jalan Sejarah’, I Gusti Agung Ayu Ratih menyebutkan kisah-kisah dalam buku ’Lobakan’ sedikit banyak menggambarkan bagaimana masa lalu yang tak terbicarakan sudah mengepung kehidupan bukan saja korban, tetapi juga pelaku dan masyarakat pada umumnya. Direktur Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) ini pun memaparkan bahwa hanya karya sastra dan senilah yang memiliki kekayaan perangkat pengungkapan untuk menjembatani antara pengalaman-pengalaman individual yang paling personal dengan idealisme kemanusiaan yang universal.

Buku antologi cerpen ’Lobakan’ memuat 22 karya yang ditulis oleh 14 sastrawan yang berasal dari dalam dan luar Bali. Penulis-penulis di antaranya, Dyah Merta, Fati Soewandi, Gde Aryantha Soethama, Happy Salma, Kadek Sonia Piscayanti, Martin Aleida, May Swan, Ni Komang Ariani, Putu Fajar Arcana, Putu Oka Sukanta, Putu Satria Kusuma, Sunaryono Basuki KS, Soeprijadi Tomodihardjo, dan T. Iskandar A.S. [b]

Share

2 komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Bale Bengong. Powered by WordPress Present by Sloka Institute & maintenanced by: Bali Blogger Community

Switch to our mobile site