<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Krisis Air di Bali dan Konflik yang Menyertai</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/10/22/ketika-mata-air-jadi-air-mata.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/10/22/ketika-mata-air-jadi-air-mata.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 10:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: ayu</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/10/22/ketika-mata-air-jadi-air-mata.html/comment-page-1#comment-10198</link>
		<dc:creator>ayu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 04:02:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2245#comment-10198</guid>
		<description>Kalau melihat kondisi ketersediaan air seperti diatas, ada sedikit pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya konsep tri hita karana di jalankan di Bali. Selama inikonsep tersebut sangat terkenal di berbagai kalangan intelektual dan terdapat banyak tulisan yang mengupas tentang kuatnya local wisdom yaitu tri hita karana dalam pembangunan di Bali. Tetapi setelah melihat dampak kerusakan yang ditimbulkan apakah ini berarti Bali memang sudah jauh dari &quot;local wisdom&quot; nya tersebut. Apakah dikarenakan banyaknya pengambil keputusan di Bali adalah non Bali (non Hindu)?. Ataukah hanya semata karena dalih mengejar pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau melihat kondisi ketersediaan air seperti diatas, ada sedikit pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya konsep tri hita karana di jalankan di Bali. Selama inikonsep tersebut sangat terkenal di berbagai kalangan intelektual dan terdapat banyak tulisan yang mengupas tentang kuatnya local wisdom yaitu tri hita karana dalam pembangunan di Bali. Tetapi setelah melihat dampak kerusakan yang ditimbulkan apakah ini berarti Bali memang sudah jauh dari &#8220;local wisdom&#8221; nya tersebut. Apakah dikarenakan banyaknya pengambil keputusan di Bali adalah non Bali (non Hindu)?. Ataukah hanya semata karena dalih mengejar pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-09 23:22:23 -->
