<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bali di Mata Wisatawan</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 23:46:32 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: deweu</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10205</link>
		<dc:creator>deweu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 13:01:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10205</guid>
		<description>Yaa kalau orang2 itu nggak minta uang, yang dapet uang cuma yang punya hotel berbintang dan restoran dong. Padahal yang ngempon pura dan sarana usaha kan belum tentu yg punya hotel dan restoran itu

&quot;Sepanjang jalan kami hanya mendapati orang yang mengenakan baju adat dan sajian-sajian untuk yadnya pada Tuhan&quot; --&gt; orang yang bertani dan nelayan/pekerjaan lain kan memang nggak keliatan dari jalan ... jadi memang sample size-nya kurang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaa kalau orang2 itu nggak minta uang, yang dapet uang cuma yang punya hotel berbintang dan restoran dong. Padahal yang ngempon pura dan sarana usaha kan belum tentu yg punya hotel dan restoran itu</p>
<p>&#8220;Sepanjang jalan kami hanya mendapati orang yang mengenakan baju adat dan sajian-sajian untuk yadnya pada Tuhan&#8221; &#8211;&gt; orang yang bertani dan nelayan/pekerjaan lain kan memang nggak keliatan dari jalan &#8230; jadi memang sample size-nya kurang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: buser siang</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10154</link>
		<dc:creator>buser siang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 09:32:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10154</guid>
		<description>Kalau menurut pendapat saya, tulisan2 di blog bale bengong ini (ga minat baca semuanya sih, beberapa aja cukup, contohnya yg ini) yg sempat saya baca cukup berguna untuk melatih saya sebagai orang bali tentang semakin sabar menghadapi macam2 karakter orang yg kayaknya memang suka nyari gara2, menggiring dengan opini negatif, dsb, he he he. Makasi banyak ya :) I LOVE BALI !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut pendapat saya, tulisan2 di blog bale bengong ini (ga minat baca semuanya sih, beberapa aja cukup, contohnya yg ini) yg sempat saya baca cukup berguna untuk melatih saya sebagai orang bali tentang semakin sabar menghadapi macam2 karakter orang yg kayaknya memang suka nyari gara2, menggiring dengan opini negatif, dsb, he he he. Makasi banyak ya <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  I LOVE BALI !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yunaelis</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10025</link>
		<dc:creator>yunaelis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:13:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10025</guid>
		<description>hmm., saia nda pernah jalan2 sih, jd nda tau yang begitu2..
yang saia tau waktu di bedugul [di danaunya] dan di tanah lot memang sama2 ada retribusinya, mobil beserta penumpangnya.. wajar, untuk pemeliharaan..

kalo soal sembahyang, sangat nda etis anda mengatakan hal seperti di atas. kita, orang Bali yang BERAGAMA HINDU tahu betul bagaimana harus menghargai leluhur kita, tau betul masalah hubungan tri hita karana. mungkin anda berlibur pas lagi ada rainan gede [misal galungan] yang memang dirayakan seluruh umat Hindu jadi yang anda temukan ya orang2 bersembahyang. Bukankah harusnya hati anda tentram melihat pemandangan seperti itu???

Di luar dari yang di atas, ini cerminan buat kita semua, buat yang merasa mungkin berkecimpung di bidang itu [pariwisata]. Menjaga image Bali adalah tanggung jawab kita semua orang Bali atau orang2 yang merasa cinta akan Bali. tidak ada yang salah dengan artikel ini, tapi bisa jadi salah bila nantinya justru menjatuhkan pariwisata Bali.. 

salam kenal buat author..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm., saia nda pernah jalan2 sih, jd nda tau yang begitu2..<br />
yang saia tau waktu di bedugul [di danaunya] dan di tanah lot memang sama2 ada retribusinya, mobil beserta penumpangnya.. wajar, untuk pemeliharaan..</p>
<p>kalo soal sembahyang, sangat nda etis anda mengatakan hal seperti di atas. kita, orang Bali yang BERAGAMA HINDU tahu betul bagaimana harus menghargai leluhur kita, tau betul masalah hubungan tri hita karana. mungkin anda berlibur pas lagi ada rainan gede [misal galungan] yang memang dirayakan seluruh umat Hindu jadi yang anda temukan ya orang2 bersembahyang. Bukankah harusnya hati anda tentram melihat pemandangan seperti itu???</p>
<p>Di luar dari yang di atas, ini cerminan buat kita semua, buat yang merasa mungkin berkecimpung di bidang itu [pariwisata]. Menjaga image Bali adalah tanggung jawab kita semua orang Bali atau orang2 yang merasa cinta akan Bali. tidak ada yang salah dengan artikel ini, tapi bisa jadi salah bila nantinya justru menjatuhkan pariwisata Bali.. </p>
<p>salam kenal buat author..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gede_adhy</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10021</link>
		<dc:creator>gede_adhy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 17:05:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10021</guid>
		<description>tulisan ini tiang jadiin bahan diskusi,,, coba aja cek hasilnya:

http://www.facebook.com/note.php?created&amp;&amp;suggest&amp;note_id=185383781011</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan ini tiang jadiin bahan diskusi,,, coba aja cek hasilnya:</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?created&amp;&amp;suggest&amp;note_id=185383781011" rel="nofollow">http://www.facebook.com/note.php?created&amp;&amp;suggest&amp;note_id=185383781011</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: panah hujan</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10017</link>
		<dc:creator>panah hujan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:41:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10017</guid>
		<description>Saya tidak bisa menangkap isi blog ini. Bukankah sebuah tulisan jelas ada gunanya entah itu menginformasi, menghibur, atau mempersuasi?

Di sini, semuanya blur. Saya jadi membayangkan orang-orang atheis yang tidak mengerti adat dan tidak memiliki kebudayaan untuk mereka percayai. Lebih kasihan lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak bisa menangkap isi blog ini. Bukankah sebuah tulisan jelas ada gunanya entah itu menginformasi, menghibur, atau mempersuasi?</p>
<p>Di sini, semuanya blur. Saya jadi membayangkan orang-orang atheis yang tidak mengerti adat dan tidak memiliki kebudayaan untuk mereka percayai. Lebih kasihan lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ketut sutawijaya</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10016</link>
		<dc:creator>ketut sutawijaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:38:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10016</guid>
		<description>maaf, sebelumnya jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini. Ini murni apa yang saya rasakan. 
Kalo soal argumen dan sikap tegas untuk menghindari pungli, kawan-kawan tidak perlu ragukan saya. Terlebih penolakan halus disertai dengan argumen kuat. Tapi jika setiap saat, dijejali dengan &quot;kroyokan&quot; dari para teman-teman yang bekerja di sektor pariwisata ini, saya merasa risih juga (baca: muntab). 
Tapi perlu diingat, tidak semua tempat di Bali demikian. Makanya saya cenderung mencari tempat yang sepi dan tidak terlalu sensasional sehingga kesan balinya terasa (bagian ini memang saya tidak tulis dengan alasan persoalan fokus tulisan, dan sudah banyak yang menulis indahnya bali)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf, sebelumnya jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini. Ini murni apa yang saya rasakan.<br />
Kalo soal argumen dan sikap tegas untuk menghindari pungli, kawan-kawan tidak perlu ragukan saya. Terlebih penolakan halus disertai dengan argumen kuat. Tapi jika setiap saat, dijejali dengan &#8220;kroyokan&#8221; dari para teman-teman yang bekerja di sektor pariwisata ini, saya merasa risih juga (baca: muntab).<br />
Tapi perlu diingat, tidak semua tempat di Bali demikian. Makanya saya cenderung mencari tempat yang sepi dan tidak terlalu sensasional sehingga kesan balinya terasa (bagian ini memang saya tidak tulis dengan alasan persoalan fokus tulisan, dan sudah banyak yang menulis indahnya bali)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didi Suprapta</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10014</link>
		<dc:creator>Didi Suprapta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:38:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10014</guid>
		<description>Please deh jangan lebay....
Pungli terjadi karena Anda memberi peluang terjadinya pungli. 
Pungli bisa dihindarkan dengan cara adu argument dengan mereka...
Gak separah itu, saya yang menjadi guide, dlm arti guide yg bukan guide matre...Memang di sana-sini terjadi, banyak orang lomba2 mendapatkan uang dari wisatwan, tp kalo wisatawan tidak memberi peluang untuk itu, mereka gak akan macem2 koq. Dengan catatan anda sopan, tp argumen Anda kuat......
Mau coba...???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Please deh jangan lebay&#8230;.<br />
Pungli terjadi karena Anda memberi peluang terjadinya pungli.<br />
Pungli bisa dihindarkan dengan cara adu argument dengan mereka&#8230;<br />
Gak separah itu, saya yang menjadi guide, dlm arti guide yg bukan guide matre&#8230;Memang di sana-sini terjadi, banyak orang lomba2 mendapatkan uang dari wisatwan, tp kalo wisatawan tidak memberi peluang untuk itu, mereka gak akan macem2 koq. Dengan catatan anda sopan, tp argumen Anda kuat&#8230;&#8230;<br />
Mau coba&#8230;???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PanDe Baik</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10013</link>
		<dc:creator>PanDe Baik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:36:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10013</guid>
		<description>kalo dituruti ya gitu. tapi kalo di beri &#039;lambaian tangan barangkali masih bisa ditolerir...
Mungkin untuk liburan lain kali, jangan ke Bali lagi deh... pake bantuan mesin waktu, jalan2 ke Bali tahun 1945... dijamin ndak ada pungli...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo dituruti ya gitu. tapi kalo di beri &#8216;lambaian tangan barangkali masih bisa ditolerir&#8230;<br />
Mungkin untuk liburan lain kali, jangan ke Bali lagi deh&#8230; pake bantuan mesin waktu, jalan2 ke Bali tahun 1945&#8230; dijamin ndak ada pungli&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luhde</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10010</link>
		<dc:creator>luhde</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 01:38:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10010</guid>
		<description>dsieng... banyak kali punglinya...
jero wacik pasti blum pernah kena pungli ye. Mestinya dia nyamar juga jadi wisdom</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dsieng&#8230; banyak kali punglinya&#8230;<br />
jero wacik pasti blum pernah kena pungli ye. Mestinya dia nyamar juga jadi wisdom</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cahya</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/11/12/bali-di-mata-wisatawan.html/comment-page-1#comment-10007</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 17:30:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2329#comment-10007</guid>
		<description>Aih..., mafia pariwisata ada di mana-mana, tidak hanya di Bali. Di Jogja pun ada, ketika saya mengantar temen dari pertukaran pelajaran dengan sekolah-sekolah di Eropa, waduh, pokoknya mengerikan mafia pariwisata itu. Saya sampai malas kalau mau berwisata di negeri sendiri :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aih&#8230;, mafia pariwisata ada di mana-mana, tidak hanya di Bali. Di Jogja pun ada, ketika saya mengantar temen dari pertukaran pelajaran dengan sekolah-sekolah di Eropa, waduh, pokoknya mengerikan mafia pariwisata itu. Saya sampai malas kalau mau berwisata di negeri sendiri <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
