<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Rabies Menggila karena Gengsi</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 07:08:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10077</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:42:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10077</guid>
		<description>Oke Mas Ata. Terima kasih untuk artikel ini. :)

Jadi intinya sekarang, ndak penting apa &quot;merk&quot; anjingnya, yang penting perawatannya. 

Dan akan lebih baik lagi, kalau anjing lokal juga ndak dibiarkan berkeliaran dan diperlakukan layaknya anjing ras (check-up rutin dan ada surat kepemilikan). Sementara yang anjing &quot;pendatang&quot; diperketat lagi pengawasannya.

Rabies toh musuh kita bersama. Ngono tho, Mas Ata? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oke Mas Ata. Terima kasih untuk artikel ini. <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi intinya sekarang, ndak penting apa &#8220;merk&#8221; anjingnya, yang penting perawatannya. </p>
<p>Dan akan lebih baik lagi, kalau anjing lokal juga ndak dibiarkan berkeliaran dan diperlakukan layaknya anjing ras (check-up rutin dan ada surat kepemilikan). Sementara yang anjing &#8220;pendatang&#8221; diperketat lagi pengawasannya.</p>
<p>Rabies toh musuh kita bersama. Ngono tho, Mas Ata? <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10075</link>
		<dc:creator>winata</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:40:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10075</guid>
		<description>andaka, ibarat memercikkan api ke kubangan bensin, begitulah saya ingin menggambarkan kasus rabies di Bali. Bali dengan anjing-anjing lokal nya yang dibiarkan berkeliaran adalah kubangan bensin. Tentu dia tidak akan berkobar menjadi api kalau tidak ada percikan api. Nah... masuknya anjing ras yang membawa potensi rabies, meski hanya 1 ekor saja bisa menjadi percikan api. Kubangan bensin, kena api kecil saja bisa berkobar sangat hebat bukan? Ketika api sudah membara, maka anjing lokalpun menjadi korban karena harus dimusnahkan.

Jika diluar bali banyak ada anjing ras dipelihara, dan tidak ada rabies itu karena anjingnya memang tidak berkeliaran, betul-betul dirawat. Disemarang misalnya tak ada anjing berkeliaran bebas, ini terkait dengan keyakinan/agama mayoritas warga Semarang dan Jawa pada umumnya yang menganggap anjing najis. 

Kalau di Bali saya pernah melihat anjing ras terlantar... bahkan dibiarkan gudigan. tidak semua anjing ras harganya tinggi. Ada yang harganya sedang dan ini bisa jadi semacam anjing ras selundupan dari luar Bali yang diminta masyarakat &quot;miskin&quot; tetapi merasa &quot;kaya&quot; karena demi gengsi merasa perlu memelihara anjing. Atau sang orang tua tidak tahan mendengar rengek an anaknya yang minta anjing pudel, chiua-hua, esky atau apalah namanya. Anjing ras pun dibeli. Saat si anak bosan...terlantarlah si Anjing Ras.

Selamat bermain-main dengan Anjing Rottweiler nya....Dan tidak perlu merasa ikut bersalah katika Rabies mewabah di Bali. Bukankah Andaka sudah memeriksakan anjingnya secara rutin?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>andaka, ibarat memercikkan api ke kubangan bensin, begitulah saya ingin menggambarkan kasus rabies di Bali. Bali dengan anjing-anjing lokal nya yang dibiarkan berkeliaran adalah kubangan bensin. Tentu dia tidak akan berkobar menjadi api kalau tidak ada percikan api. Nah&#8230; masuknya anjing ras yang membawa potensi rabies, meski hanya 1 ekor saja bisa menjadi percikan api. Kubangan bensin, kena api kecil saja bisa berkobar sangat hebat bukan? Ketika api sudah membara, maka anjing lokalpun menjadi korban karena harus dimusnahkan.</p>
<p>Jika diluar bali banyak ada anjing ras dipelihara, dan tidak ada rabies itu karena anjingnya memang tidak berkeliaran, betul-betul dirawat. Disemarang misalnya tak ada anjing berkeliaran bebas, ini terkait dengan keyakinan/agama mayoritas warga Semarang dan Jawa pada umumnya yang menganggap anjing najis. </p>
<p>Kalau di Bali saya pernah melihat anjing ras terlantar&#8230; bahkan dibiarkan gudigan. tidak semua anjing ras harganya tinggi. Ada yang harganya sedang dan ini bisa jadi semacam anjing ras selundupan dari luar Bali yang diminta masyarakat &#8220;miskin&#8221; tetapi merasa &#8220;kaya&#8221; karena demi gengsi merasa perlu memelihara anjing. Atau sang orang tua tidak tahan mendengar rengek an anaknya yang minta anjing pudel, chiua-hua, esky atau apalah namanya. Anjing ras pun dibeli. Saat si anak bosan&#8230;terlantarlah si Anjing Ras.</p>
<p>Selamat bermain-main dengan Anjing Rottweiler nya&#8230;.Dan tidak perlu merasa ikut bersalah katika Rabies mewabah di Bali. Bukankah Andaka sudah memeriksakan anjingnya secara rutin?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10074</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:40:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10074</guid>
		<description>Tapi sejujurnya, saya sama sekali blum pernah melihat anjing ras berkeliaran di jalan tanpa pengawasan pemiliknya. Logika saya bilang, ndak mungkin mereka membeli anjing seharga jutaan rupiah cuma untuk ditelantarkan. Beda dengan anjing lokal yang bisa dibeli seharga puluhan ribu rupiah saja. Kemungkinan untuk ditelantarkan besar banget.

Terbukti dengan banyaknya anjing lokal yang dibunuh untuk pencegahan rabies oleh petugas belakangan ini. Anjing-anjing lokal itu dibunuh karena berkeliaran tanpa diketahui pemiliknya, bukan karena statusnya yang lokal.

Iya deh, saya sepakat, mungkin ada beberapa pemilik anjing ras cuma dilatarbelakangi gengsi. Tapi saya ndak setuju juga kalau itu ditempatkan sebagai penyebab berkembangnya rabies di Bali. Pemilik anjing ras toh ndak cuma di Bali.

Demikian, kurang lebihnya pendapat saya. Terima kasih.  *pamit pulang untuk bermain bersama anjing rottweiler saya. :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi sejujurnya, saya sama sekali blum pernah melihat anjing ras berkeliaran di jalan tanpa pengawasan pemiliknya. Logika saya bilang, ndak mungkin mereka membeli anjing seharga jutaan rupiah cuma untuk ditelantarkan. Beda dengan anjing lokal yang bisa dibeli seharga puluhan ribu rupiah saja. Kemungkinan untuk ditelantarkan besar banget.</p>
<p>Terbukti dengan banyaknya anjing lokal yang dibunuh untuk pencegahan rabies oleh petugas belakangan ini. Anjing-anjing lokal itu dibunuh karena berkeliaran tanpa diketahui pemiliknya, bukan karena statusnya yang lokal.</p>
<p>Iya deh, saya sepakat, mungkin ada beberapa pemilik anjing ras cuma dilatarbelakangi gengsi. Tapi saya ndak setuju juga kalau itu ditempatkan sebagai penyebab berkembangnya rabies di Bali. Pemilik anjing ras toh ndak cuma di Bali.</p>
<p>Demikian, kurang lebihnya pendapat saya. Terima kasih.  *pamit pulang untuk bermain bersama anjing rottweiler saya. <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10071</link>
		<dc:creator>winata</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:49:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10071</guid>
		<description>Ada banyak orang yang pelihara anjing ras dan saya sepakat mereka lebih peduli. Tetapi apakah Saudara berani memastikan bahwa semuanya benar-benar peduli akan kesehatan Anjing Ras peliharaannya seperti Pushandaka lakukan? Tulisan saya lebih mengarah pada ketidaksadaran dan ketidaksiapan orang Bali atas resiko pemeliharaan Anjing Ras. Tidak sedikit yang hanya karena Gengsi, ikut-ikutan dan tidak mau kalah dengan tetangga yang sama-sama pelihara anjing ras. Ini soal prilaku massa, bukan individu. Satu saja yang tiba-tiba bosan dengan anjing ras nya yang ternyata mengidap rabies, kemudian tidak peduli lantas membiarkannya berkeliaran, maka anjing ras ini bisa menginfeksi banyak anjing lokal. Betapa fatal akibatnya bukan?. 

Kalau Anjing lokal mengotori dan bikin kecelakaan lalu lintas saya pikir itu masalah yang tidak bisa disetarakan dengan soal penyakit rabies. Soal kotori lingkungan manusilah jagonya. Dan korban tewas dijalan gara-gara faktor diluar masalah Anjing berkeliaran tidak terhitung jumlahnya. Tapi ini kita bicara rabies, penyakit mematikan yang harusnya tidak perlu terjadi kalau potensi sumber penyakitnya tidak dibawa masuk ke Bali. Ingat Bali sudah pernah dinyatakan bebas rabies dan itu terjadi ketika anjing-anjing lokal di Bali berkeliaran dengan bebasnya. Ketika itu pula kepemilikan Anjing Ras diatur dengan begitu ketatnya dan Masyarakat Bali masih belum menjadikan peliharaan Anjing ras sebagai sebuah gengsi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak orang yang pelihara anjing ras dan saya sepakat mereka lebih peduli. Tetapi apakah Saudara berani memastikan bahwa semuanya benar-benar peduli akan kesehatan Anjing Ras peliharaannya seperti Pushandaka lakukan? Tulisan saya lebih mengarah pada ketidaksadaran dan ketidaksiapan orang Bali atas resiko pemeliharaan Anjing Ras. Tidak sedikit yang hanya karena Gengsi, ikut-ikutan dan tidak mau kalah dengan tetangga yang sama-sama pelihara anjing ras. Ini soal prilaku massa, bukan individu. Satu saja yang tiba-tiba bosan dengan anjing ras nya yang ternyata mengidap rabies, kemudian tidak peduli lantas membiarkannya berkeliaran, maka anjing ras ini bisa menginfeksi banyak anjing lokal. Betapa fatal akibatnya bukan?. </p>
<p>Kalau Anjing lokal mengotori dan bikin kecelakaan lalu lintas saya pikir itu masalah yang tidak bisa disetarakan dengan soal penyakit rabies. Soal kotori lingkungan manusilah jagonya. Dan korban tewas dijalan gara-gara faktor diluar masalah Anjing berkeliaran tidak terhitung jumlahnya. Tapi ini kita bicara rabies, penyakit mematikan yang harusnya tidak perlu terjadi kalau potensi sumber penyakitnya tidak dibawa masuk ke Bali. Ingat Bali sudah pernah dinyatakan bebas rabies dan itu terjadi ketika anjing-anjing lokal di Bali berkeliaran dengan bebasnya. Ketika itu pula kepemilikan Anjing Ras diatur dengan begitu ketatnya dan Masyarakat Bali masih belum menjadikan peliharaan Anjing ras sebagai sebuah gengsi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10067</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 11:11:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10067</guid>
		<description>Saya ndak sependapat dengan pendapat penulis. Saya sendiri adalah pemilik anjing ras rottweiler.

Saya malah berpendapat, pemilik anjing ini sebenarnya lebih peduli pada penyakit rabies. Karena mereka yang lebih rutin memeriksakan anjingnya ke dokter.

Sementara coba anda perhatikan pemilik anjing lokal. Anjingnya dibiarkan berkeliaran. Selain mengotori kota, juga membahayakan keselamatan orang lain. Pemilik anjing ras akan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan anjingnya.

Pertama, tentu anjing-anjing itu berpotensi menjadi anjing gila. Kedua, ndak jarang anjing-anjing lokal yang menggelandang itu malah jadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Jadi, saya ndak sepakat bahwa rabies disebabkan oleh keberadaan anjing ras. Justru para pemilik anjing-anjing ini adalah orang-orang yang peduli dengan penyakit ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ndak sependapat dengan pendapat penulis. Saya sendiri adalah pemilik anjing ras rottweiler.</p>
<p>Saya malah berpendapat, pemilik anjing ini sebenarnya lebih peduli pada penyakit rabies. Karena mereka yang lebih rutin memeriksakan anjingnya ke dokter.</p>
<p>Sementara coba anda perhatikan pemilik anjing lokal. Anjingnya dibiarkan berkeliaran. Selain mengotori kota, juga membahayakan keselamatan orang lain. Pemilik anjing ras akan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan anjingnya.</p>
<p>Pertama, tentu anjing-anjing itu berpotensi menjadi anjing gila. Kedua, ndak jarang anjing-anjing lokal yang menggelandang itu malah jadi penyebab kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Jadi, saya ndak sepakat bahwa rabies disebabkan oleh keberadaan anjing ras. Justru para pemilik anjing-anjing ini adalah orang-orang yang peduli dengan penyakit ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10063</link>
		<dc:creator>winata</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:11:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10063</guid>
		<description>Anjing lokal tak kebal rabies karena sama-sama anjing. Tapi ingat dulu Bali sudah pernah bebas dari Rabies. Nah... gara-gara banyak datang anjing ras yang bawa virus rabies, anjing kacangpun tertular lagi. Tetapi yang jadi korban dibunuhi ironisnya, anjing lokal.

Kalau untuk jaga rumah, anjing Ras memang lebih menakutkan. Tapi yang takut datang bukan hanya maling, tapi juga nyama braya terutama kesinoman banjar yang mepengarah. Nah kalau sudah begini, melindungi harta menjadi segala-galanya dan menyama braya dikorbankan.

beli mobil seratus unitpun tidak masalah. cuma jangan dari jual tanah dong, apalagi tanah pelaba pura. Harusnya dari keringat sendiri dengan kerja keras penuh kejujuran.eling, eling, eling...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anjing lokal tak kebal rabies karena sama-sama anjing. Tapi ingat dulu Bali sudah pernah bebas dari Rabies. Nah&#8230; gara-gara banyak datang anjing ras yang bawa virus rabies, anjing kacangpun tertular lagi. Tetapi yang jadi korban dibunuhi ironisnya, anjing lokal.</p>
<p>Kalau untuk jaga rumah, anjing Ras memang lebih menakutkan. Tapi yang takut datang bukan hanya maling, tapi juga nyama braya terutama kesinoman banjar yang mepengarah. Nah kalau sudah begini, melindungi harta menjadi segala-galanya dan menyama braya dikorbankan.</p>
<p>beli mobil seratus unitpun tidak masalah. cuma jangan dari jual tanah dong, apalagi tanah pelaba pura. Harusnya dari keringat sendiri dengan kerja keras penuh kejujuran.eling, eling, eling&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Leak</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/02/rabies-menggila-karena-rakyat-bali-sudah-%e2%80%9cgila%e2%80%9d.html/comment-page-1#comment-10059</link>
		<dc:creator>Leak</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 14:33:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2405#comment-10059</guid>
		<description>Apakah artikel diatas menunjukkan bahwa anjing lokal (baca : anjing &quot;kacang&quot;) memiliki daya tahan yang lebih tinggi terhadapa penyakit jika dibandingkan dengan anjing ras?

Saya rasa memelihara anjing ras juga bukan karena gengsi saja. Memelihara anjing penjaga rumah, sebaiknya menggunakan anjing ras jenis herder dan dan anjing penjaga semcamnya. Karena pengalaman saya yang penggemar anjing lokal, menggunakan anjing lokal (kacang) bakal gampang banget dikibulin. Anjing lokal itu gampang dijinakkan. Dengan sedikit sogokan, maka anjing lokal penjaga anda dapat dijinakkan, dan volia, seisi rumah digasak habis.

Tentang jual rumah but beli mobil, no comment deh. Easy come, easy go, gengsi is number one. Kalau perlu, masing-masing anggota keluarga dibelikan mobil masing-masing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah artikel diatas menunjukkan bahwa anjing lokal (baca : anjing &#8220;kacang&#8221;) memiliki daya tahan yang lebih tinggi terhadapa penyakit jika dibandingkan dengan anjing ras?</p>
<p>Saya rasa memelihara anjing ras juga bukan karena gengsi saja. Memelihara anjing penjaga rumah, sebaiknya menggunakan anjing ras jenis herder dan dan anjing penjaga semcamnya. Karena pengalaman saya yang penggemar anjing lokal, menggunakan anjing lokal (kacang) bakal gampang banget dikibulin. Anjing lokal itu gampang dijinakkan. Dengan sedikit sogokan, maka anjing lokal penjaga anda dapat dijinakkan, dan volia, seisi rumah digasak habis.</p>
<p>Tentang jual rumah but beli mobil, no comment deh. Easy come, easy go, gengsi is number one. Kalau perlu, masing-masing anggota keluarga dibelikan mobil masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
