<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sukla dan Carikan dalam Masyarakat Hindu</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: Cahya</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10116</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10116</guid>
		<description>Ada banyak konsep dan pandangan tentang hal ini, baik dalam prospektif agama maupun budaya, serta filsafat yang menaunginya.

Setiap orang dapat menyuarakan keragaman ini dalam sebentuk keharmonisan, saya rasa itulah sesuatu yang indah yang dapat kita wujudkan bersama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak konsep dan pandangan tentang hal ini, baik dalam prospektif agama maupun budaya, serta filsafat yang menaunginya.</p>
<p>Setiap orang dapat menyuarakan keragaman ini dalam sebentuk keharmonisan, saya rasa itulah sesuatu yang indah yang dapat kita wujudkan bersama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10112</link>
		<dc:creator>winata</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 09:16:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10112</guid>
		<description>Apa yang pantas dipersembahkan kepada Tuhan kalau semua benda yang ada didunia ini adalah milik Nya???

Besarnya ritual persembahan, hanyalah untuk memuaskan hati kita sendiri. Saat kita merasa puas dengan kemewahan ritual yang kita persembahkan, maka dengan demikian kitapun akan merasa bahwa Tuhan telah ikut senang. Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya Tuhan tidak begitu peduli dengan semua itu?

Tuhan tak pernah minta disembah apalagi dipersembahkan sesuatu dari dunia ini. Kalaupun ada yang pantas dipersembahkan kepada Nya, maka itu hanyalah pengorbanan atas dasar cinta, ketulusan dan kasih sayang. Karena itu... tanyakanlah pada hatimu yang paling dalam... masihkah penting membicarakan sukla dan carikan ketika kita berbicara tentang Tuhan???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang pantas dipersembahkan kepada Tuhan kalau semua benda yang ada didunia ini adalah milik Nya???</p>
<p>Besarnya ritual persembahan, hanyalah untuk memuaskan hati kita sendiri. Saat kita merasa puas dengan kemewahan ritual yang kita persembahkan, maka dengan demikian kitapun akan merasa bahwa Tuhan telah ikut senang. Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya Tuhan tidak begitu peduli dengan semua itu?</p>
<p>Tuhan tak pernah minta disembah apalagi dipersembahkan sesuatu dari dunia ini. Kalaupun ada yang pantas dipersembahkan kepada Nya, maka itu hanyalah pengorbanan atas dasar cinta, ketulusan dan kasih sayang. Karena itu&#8230; tanyakanlah pada hatimu yang paling dalam&#8230; masihkah penting membicarakan sukla dan carikan ketika kita berbicara tentang Tuhan???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imadewira</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10110</link>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 01:41:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10110</guid>
		<description>saya setuju dengan anda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pushandaka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10108</link>
		<dc:creator>pushandaka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 11:16:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10108</guid>
		<description>Saya ndak terlalu mengerti masalah beginian. Tapi semua orang pasti tau apa yang seharusnya dihaturkan kepada Tuhannya. Selama itu dilakukan dengan ikhlas.

Saya percaya, kalau Nang Olog punya lebih banyak harta dibandingkan yang sekarang dia punya, pasti dia akan menghaturkan lebih besar lagi kepadaNya. Itu sudah manusiawi. Ibarat bersedekah, kalau kita punya banyak harta, kita pasti punya keinginan untuk bersedekah lebih besar. Ndak masalah tho, selama dilakukan dengan ikhlas?

Btw, memangnya masih ada ya, seorang berada mengolok-olok seorang miskin seperti Nang Olog di atas? Duh, sinetron banget deh. Hehe!

Buat admin, kalau melakukan perubahan terhadap tulisan, tolong dicantumkan pada artikelnya donk, entah sebagai footnote atau apalah bentuknya. Bukan sebagai komentar. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ndak terlalu mengerti masalah beginian. Tapi semua orang pasti tau apa yang seharusnya dihaturkan kepada Tuhannya. Selama itu dilakukan dengan ikhlas.</p>
<p>Saya percaya, kalau Nang Olog punya lebih banyak harta dibandingkan yang sekarang dia punya, pasti dia akan menghaturkan lebih besar lagi kepadaNya. Itu sudah manusiawi. Ibarat bersedekah, kalau kita punya banyak harta, kita pasti punya keinginan untuk bersedekah lebih besar. Ndak masalah tho, selama dilakukan dengan ikhlas?</p>
<p>Btw, memangnya masih ada ya, seorang berada mengolok-olok seorang miskin seperti Nang Olog di atas? Duh, sinetron banget deh. Hehe!</p>
<p>Buat admin, kalau melakukan perubahan terhadap tulisan, tolong dicantumkan pada artikelnya donk, entah sebagai footnote atau apalah bentuknya. Bukan sebagai komentar. <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luh De Suriyani</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10107</link>
		<dc:creator>Luh De Suriyani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 07:20:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10107</guid>
		<description>pembaca balebengong,

admin telah mengganti judul artikel ini. Sebelumnya &quot;Ajaran Hindu tentang Sukla dan Carikan&quot;. 
Kami merevisinya karena artikel ini bukan soal ajaran Hindu tapi mengupas kebiasaan umat Hindu. Terima kasih banyak, mari mendiskusikannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pembaca balebengong,</p>
<p>admin telah mengganti judul artikel ini. Sebelumnya &#8220;Ajaran Hindu tentang Sukla dan Carikan&#8221;.<br />
Kami merevisinya karena artikel ini bukan soal ajaran Hindu tapi mengupas kebiasaan umat Hindu. Terima kasih banyak, mari mendiskusikannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Leak</title>
		<link>http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2009/12/17/ajaran-hindu-soal-sukla-dan-carikan.html/comment-page-1#comment-10106</link>
		<dc:creator>Leak</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 03:54:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=2440#comment-10106</guid>
		<description>Masalah sukla dan carikan ini hanya masalah kepatutan dan kepantasan saja, tidak usah disangkutpautkan dengan masalah ritual keagamaan. 

Kalau kita merasa pantas menggunakan peralatan rumah sehari-hari (piring, mangkuk dsb) untuk tempat persembahan, kenapa tidak dipakai saja? Sama seperti ketika kita menghidangkan makanan bagi umat muslim, apakah kita akan menggunakan perabotan sukla hanya karena perabotan kita semua pernah digunakan untuk mengolah daging babi? Pun ketika seorang &quot;panjak&quot; akan memberikan jot-an kepada seorang anak agung, apakah diberikan buah carikan dari sisa odalan ataukah diberikan buah baru yang sama sekali tidak dipergunakan dalam odalan? 

Kemudian digambarkan bahwa kemiskinan membuat seseorang menggunakan peralatan yang tidak sukla untuk beribadah. Tapi bagaimana jika kemudian orang miskin tersebut mampu untuk membeli peralatan sukla, apakah peralatan carikan terdahulu masih digunakan, ataukah dia kemudian berpaling ke peralatan baru yang masih sukla?

Keadaanlah yang memaksa orang kurang mampu untuk menggunakan peralatan seadanya untuk beribadah, bukan karena tingkat pemahaman agama yang tinggi.

Kemudian juga dikatakan bahwa nang Olog masih memiliki hati nurani yang sukla dan bebas dari keserakah. Saya rasa ini tidak berhubungan sama sekali dengan topik bahasan tulisan ini. Anda seolah-olah menegaskan bahwa orang miskin memiliki hati nurani yang lebih baik dibandingkan orang mampu.

Jadi analogi seperti diatas sama sekali gak nyambung dengan pokok bahasan sukla atau carikan yang menjadi tema kali ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah sukla dan carikan ini hanya masalah kepatutan dan kepantasan saja, tidak usah disangkutpautkan dengan masalah ritual keagamaan. </p>
<p>Kalau kita merasa pantas menggunakan peralatan rumah sehari-hari (piring, mangkuk dsb) untuk tempat persembahan, kenapa tidak dipakai saja? Sama seperti ketika kita menghidangkan makanan bagi umat muslim, apakah kita akan menggunakan perabotan sukla hanya karena perabotan kita semua pernah digunakan untuk mengolah daging babi? Pun ketika seorang &#8220;panjak&#8221; akan memberikan jot-an kepada seorang anak agung, apakah diberikan buah carikan dari sisa odalan ataukah diberikan buah baru yang sama sekali tidak dipergunakan dalam odalan? </p>
<p>Kemudian digambarkan bahwa kemiskinan membuat seseorang menggunakan peralatan yang tidak sukla untuk beribadah. Tapi bagaimana jika kemudian orang miskin tersebut mampu untuk membeli peralatan sukla, apakah peralatan carikan terdahulu masih digunakan, ataukah dia kemudian berpaling ke peralatan baru yang masih sukla?</p>
<p>Keadaanlah yang memaksa orang kurang mampu untuk menggunakan peralatan seadanya untuk beribadah, bukan karena tingkat pemahaman agama yang tinggi.</p>
<p>Kemudian juga dikatakan bahwa nang Olog masih memiliki hati nurani yang sukla dan bebas dari keserakah. Saya rasa ini tidak berhubungan sama sekali dengan topik bahasan tulisan ini. Anda seolah-olah menegaskan bahwa orang miskin memiliki hati nurani yang lebih baik dibandingkan orang mampu.</p>
<p>Jadi analogi seperti diatas sama sekali gak nyambung dengan pokok bahasan sukla atau carikan yang menjadi tema kali ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 04:59:11 -->
