Tri, Mengabarkan Jogja dengan Segera

Melalui @JogjaUpdate, tweeps kelahiran Denpasar, Trimartono Muliawan, mengabarkan apa saja tentang Jogja.

Hingga akhir Januari lalu, akun yang mengabarkan Jogjakarta dalam 140 karakter ini diikuti lebih dari 26.000 pengguna twit. Mas Tri, demikian panggilan akrab anggota Bali Blogger Community (BBC) yang kini tinggal di Jogja tersebut, menjawab pertanyaan tentang pengalamannya ngetwit selama ini.

Sejak kapan ngetwit?
@JogjaUpdate seingat saya dibuat pada 31 Maret 2010. Berawal dari iseng-iseng mengumpulkan event dan dan apa yang terjadi seputar Jogja. Kenapa menggunakan nama @JogjaUpdate, bukan akun pribadi? Saya terbiasa membuat sesuatu sesuai dengan fungsinya. Di awalnya, bisa dikatakan tidak ada orang yang tahu siapa pemilik atau admin dari @JogjaUpdate, karena memang saya tidak pernah mempublikasikan jati diri di akun ini.

Untuk apa tujuan awalnya?
@JogjaUpdate awalnya saya gunakan untuk mengumpulkan event dan informasi tentang apa yang terjadi seputar jogja dengan maksud untuk lebih mengenal Jogja dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Kenapa di Twitter bukan di Facebook atau lainnya? Bagi saya Twitter lebih instan dan lebih mudah untuk mengaksesnya. Cukup dengan tulisan singkat sudah bisa menjadi informasi yang bisa diupdate melalui handphone di mana saja dengan bandwith minimal tentunya. Di Twitter saya merasa memiliki dunia baru yang lebih mudah untuk berinteraksi dan bebas untuk menulis setiap saat. Jika menggunakan Facebook, saya merasa tidak bebas untuk mengekspresikan apa yang sedang saya lakukan.

Bagaimana memulai dan merawatnya?
@JogjaUpdate saya gunakan dengan maksud suatu saat sedang di jalan/mobiling membutuhkan informasi tsb dapat dengan mudah mencarinya, tinggal akses twitter saja. Ibaratnya waktu itu, Twitter digunakan untuk bank data pribadi, tetapi mungkin bisa berguna juga untuk orang lain jika kebetulan melihat timeline @JogjaUpdate. Prinsip berbagi tak pernah rugi tetap menjadi dasar akun ini.

Sumber-sumber awal yang digunakan adalah info dari surat kabar dengan menyimpulkan isi berita, majalah, web, media online, spanduk, pamflet, selebaran, ‘nyamber’ twit orang dengan tetap menampilkan sumber yang disamber dan sebagainya.

@JogjaUpdate sekarang berkembang menjadi akun grouptweet tempat bertanya, mejawab dan saling memberi informasi seputar Jogja. Follower tidak hanya dari Jogja, tetapi banyak dari daerah lain yang merasa mempunyai ikatan batin dengan Jogja. Selain itu jika musim liburan @JogjaUpdate digunakan juga oleh pendatang/wisatawan untuk mencari informasi tentang kuliner, tempat wisata dan sebagainya.

Merawatnya untuk sementara masih dilakukan sendiri, lagi dipikirkan untuk membuat tim @JogjaUpdate agar bisa lebih terkontrol dan teratur.

Apa saja tema khusus kicauan @JogjaUpdate?
Memberikan informasi apa yang terjadi di Jogja dan sekitarnya. #JogjaUpdate hanya utk info/tanya seputar & kaitan dgn Jogja. No Iklan, No SARA, No Politik, No Sex, No Provokasi, No Junk, No Hoax.

Kenapa memilih tema itu?
Seperti dari niat awalnya memberikan informasi yang berkaitan tentang Jogja dan sekitarnya tanpa dibebani dengan postingan politik dan iklan jual beli. Menjadi akun yang serius tapi santai, dalam pelaksanaannya aturan tersebut dilakukan dengan tegas.

Apa bedanya Twitter dengan blog atau Facebook?
Twitter, blog dan facebook memiliki pangsa yang berbeda walaupun hampir semua orang akrab dengan ketiganya. Peminat menyesuaikan dengan kebutuhan. Ingin eksis secara individu bisa menggunakan twitter, ingin mengumpulkan teman-teman lama bisa menggunakan facebook, ingin bercerita panjang lebar bisa menggunakan blog.

Bagaimana mengatur waktu ngetwit dengan urusan kerjaan lain?
Untungnya kantor kurang begitu peduli dengan kegiatan berinternet saya, karena kegiatan kantor juga berkoordinasi melalui internet disamping itu saya juga membantu promosi kantor via jejaring social. Kantor hanya tahu saya Twitter minded dan blogger.

Dalam sehari menyisihkan waktu berapa jam utk ngetwit?
Memanage @JogjaUpdate dilakukan di pagi hari saat baru masuk kantor dan istirahat kerja (saya masih bekerja di salah satu resto) dan malam hari dari rumah. Selebihnya hanya kontrol dilakukan sambil bekerja. Total kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk mengurus @JogjaUpdate minimal 2 jam sehari dan mencapai 4-5 jam sehari jika dilakukan serius.

Yang rutin dilakukan adalah (1) membaca semua postingan yang dikeluarkan oleh @JogjaUpdate. Jika ada yang melanggar aturan langsung diunfollow tanpa peringatan karena di bio sudah tercantum aturan dan setiap hari peraturan @JogjaUpdate direpost, (2) memfollow back follower baru, dilakukan dengan manual untuk menyeleksi follower yang layak atau tidak untuk di follow back, (3) menghapus pertanyaan-pertanyaan yang sudah lebih dari 2 jam, sehingga jika follower melihat profile @JogjaUpdate yang terlihat tinggal informasi saja, (4) mengarsipkan event-event atau informasi penting untuk dapat direpost, (5) membuat database informasi, dan (6)mengunfollow follower yang telah mengunfollow @JogjaUpdate.

Aplikasi yang digunakan : twitter.com, tweetdeck.com, hootsuite.com, grouptweet.com, twitterfeed.com, friendorfollow.com dengan menggunakan PC atau Laptop/Netbook.

Follower terus bertambah. Apa artinya buat kalian follower sebanyak itu?
Untuk follower, @JogjaUpdate tidak begitu mempermasalahkan follower yang meng-unfollow, prinsipnya kalau sudah tidak butuh ya silakan di unfollow. Enaknya belum begitu terasa, hanya merasakan kepuasan batin telah membantu banyak orang. Follower yang banyak tentunya sangat merepotkan apalagi @JogjaUpdate adalah grouptweet yang berinteraksi sesama followernya. Beberapa ada yang berkata kasar, memprovokasi, marah-marah, menjawab asal-asalan, bertanya yang remeh-remeh dan sebagainya.

Bagaimana strategi bisa dapat follower sebanyak itu?
Awalnya hanya bermain di hashtag #Jogja saja dan masih diupdate secara manual dari awal sampai pertengahan Juni 2010 follower hanya sekitar 1.600. Sejak 16 Juni 2010 menggunakan aplikasi grouptweet follower bertambah signifikan rata-rata 40-50 follower perhari.

Follower meningkat terbanyak adalah saat Gunung Merapi meletus pada 5-6 November 2010, sekitar 3.000 follower dan waktu itu dalam seminggu follower bertambah 5.000 an follower.

Sekarang hashtag digunakan untuk mempermudah orang mencari informasi tentang Jogja. Follower bertambah dengan sendirinya sesuai dengan situasi. Jika ada kejadian tertentu, otomatis follower akan bertambah lebih banyak dari biasanya. Seperti saat merapi meletus @JogjaUpdate ikut membantu memantau, memberi informasi situasi kondisi, keperluan bantuan, laporan-laporan dari pihak-pihak yang berwenang dan dapat dipercaya selama masa erupsi.

Saat piala AFF follower bertambah signifikan karena banyak user twitter mencari informasi tempat nonton bareng, begitupula saat informasi tahun baru dan informasi sholat ied. Di saat follower butuh informasi update, @JogjaUpdate selalu berusaha untuk member info se update mungkin.

Bagaimana kalian menilai perkembangan teknologi informasi di Indonesia dan Bali?
Dari pengamatan, penggunaan jejaring sosial khususnya Twitter di setiap daerah memiliki perbedaan. Di Bali dan di Jogja jumlah pengguna dan karakter pengguna berbeda. Di Jogja komunitas sangat banyak dan masing-masing komunitas memiliki akun Twitter untuk berinteraksi dan mempromosikan komunitasnya. Kegiatan-kegiatan pameran, komunitas, klub, olahraga, restoran, distro dsb rata-rata memiliki akun twitter untuk mempromosikan kegiatan. Tetapi banyak pula twitter digunakan untuk kegiatan jejaring social biasa, terutama user twitter yang masih bersekolah.

Apa target khusus yang ingin kalian capai dg Twittter?
Target yang ingin dicapai: enjadi trendsetter sosial media terupdate di Jogja.

Apa pengalaman menarik selama ngetwit?
Pengalaman menarik, Salah satu follower menulis, “coba tanya ke akun sok tau @JogjaUpdate.“ Sering follower menulis “sebaiknya @JogjaUpdate diganti @JogjaTanya saja”. Ada follower yang mau pasang badan kalau ada yang diunfollow. Beberapa kali salah akun antara akun pribadi dan akun @JogjaUpdate. Ada follower yang mengatakan dari seluruh akun grup informasi yang diikuti hanya @JogjaUpdate yang tetap konsisten dengan tanpa iklan dan tanpa twitlonger.

“Prestasi” apa saja yang telah kalian dapat dari ngetwit atau ngeblog?
Secara fisik belum ada prestasi yang dicapai, tetapi @JogjaUpdate sudah mulai dilirik dan diperhitungkan di Jogja seperti sebagai official support untuk beberapa outlet dan event di jogja, undangan untuk mengikuti pertemuan-pertemuan yang berkaitan dengan event di jogja.

Komentar terhadap kinerja pemerintah terkait dg pembangunan dan pengembangan TI?
Kurangnya infrastruktur untuk TI yang merata dan masih mahal dan sulitnya akses internet yang nyaman. [b]

Keterangan foto: Trimartono (kiri) ketika memberikan pelatihan internet bersama BBC di Gianyar 2009 lalu.

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi jadi tukang kompor. Bekerja di lembaga donor yang mendukung petani kecil sambil nyambi nulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas. Kuliner, jalan-jalan, isu LSM, HIV dan AIDS, pertanian berkelanjutan, dan kelompok terpinggirkan adalah isu yang membuatnya bersemangat 45 untuk menulis.

Related posts

3 Comments

  1. masjek said:

    mantab, saya merasakan manfaat dari jogjaupdate, saya bisa tanya kapan saja ketika membutuhkan dan sebaliknya jika ada yg tanya maka jika tau akan saya reply, jogjaupdate menjembatani tweeps untuk peduli dengan orang lain tanpa memandang antar tweeps saling follow apa tidak, yuuk bagi yang belum pernah reply, kalo tau infonya reply yak

*

*

Top