Tempat Wisata Bali untuk Turis Pemula

Bajra Sandhi di Renon, Denpasar bisa menjadi land mark kota, seperti Menara Eiffel di Paris. Foto Anton Muhajir.

Karena sering ada yang bertanya, maka semoga tulisan ini bisa menjawabnya.

Ke mana sebaiknya jalan-jalan asik kalau berwisata di Bali? Pertanyaan ini biasanya muncul dari orang yang pertama kali jalan-jalan ke Bali. Kami akan menyajikan beberapa tempat menarik untuk turis pemula ini.

Sekali lagi lokasi-lokasi berikut standar banget, terutama untuk turis yang sudah pernah ke Bali atau bahkan berkali-kali ke Bali. Meski demikian tetap perlu ditulis sebagai referensi tempat jalan-jalan asik buat pemula itu tadi.

Berwisata itu tak hanya jalan-jalan tapi juga mengenal tempat yang kita kunjungi. Museum adalah tempat terbaik untuk mengenal tempat yang kita tuju tersebut.

Ada dua pilihan museum yang bisa mengenalkan wajah Bali, yaitu Museum Bali dan Museum perjuangan Bali Bajra Sandhi.

Museum Bali
Lokasi museum ini di nol kilometer Denpasar, kawasan perempatan Catur Muka. Dia ada di sisi timur lapangan Puputan, tempat di mana perang hebat Kerajaan Badung melawan Belanda terjadi pada tahun 1906.

Museum Bali ini menyajikan koleksi-koleksi benda dalam kehidupan masyarakat Bali mulai dari kelahiran hingga kematian. Karena itu bagus untuk tempat mengenal adat dan tradisi Bali. Penamaan museum menggunakan nama-nama kabupaten di Provinsi Bali, seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan seterusnya.

Tiket masuk museum ini Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Namun, pengunjung mesti menyiapkan uang antara Rp 5.000 – Rp 10.000 jika ingin ditemani pemandu lepas (guide freelance) selama berkeliling. Harap maklum, tidak ada pemandu resmi meski museum ini menyajikan wisata sejarah, hal yang tak cukup dijelaskan hanya lewat koleksi museum.

Museum Bali buka tiap hari kerja pada jam kerja pula. Dia tutup pada hari Minggu atau hari libur nasional lain.

Museum Bajra Sandhi
Jika Museum Bali berada di nol kilometer Denpasar, maka Museum Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi berada di pusat pemerintahan Bali di kawasan Renon, Denpasar. Karena itu museum perjuangan ini lebih dikenal dengan nama pendek Museum Bajra Sandhi Renon.

Seperti namanya, museum yang diresmikan pada 2003 ini terutama menyajikan sejarah perjuangan rakyat Bali melawan penjajah. Namun, dia juga menceritakan sejarah Bali mulai dari zaman batu hingga tahun 1970an.

Karena itu, museum ini wajib dikunjungi jika ingin mengenal Bali sebelum menjelajah lebih dalam di pulau ini.

Bentuk museum yang seperti genta terbalik dan menjulang hingga 45 meter jadi salah satu bagian menarik dari museum ini. Dia bisa jadi landmark Denpasar atau bahkan Bali seperti halnya Big Ben di London (Inggris), Menara Pisa di Italia (Perancis), dan semacamnya. Berfotolah dengan latar belakang Museum Bajra Sandhi, maka Anda sudah sah berkunjung ke Bali.

Tiket masuk museum ini Rp 3.000 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Tidak ada pemandu yang terus menerus memberikan keterangan tiap kali ada tamu. Tapi, ada petugas yang bisa diminta informasi kalau butuh keterangan tentang diorama dan bagian-bagian lain museum ini.

Kalau toh tidak ada petugas, keterangan di diorama museum cukup memberikan keterangan tentang sejarah Bali dari zaman batu hingga tahun 1975 tersebut. Museum ini buka tiap hari dan jam kerja kecuali pada hari libur nasional dan hari raya Hindu, seperti Galungan dan Kuningan.

Kalau sudah tahu sejarah dan budaya Bali lewat museum, selanjutnya tinggal jalan-jalan ke dua ikon Bali, Sanur dan Kuta.

Sanur
Desa ini terkenal dengan pantainya. Turis domestik biasa menyebut pantai Sanur meskipun tiap lokasi punya nama sendiri-sendiri. Misalnya, pantai Sindhu, pantai Mertasari, dan seterusnya. Dia berada di sisi timur Denpasar.

Karena menghadap sisi timur laut Bali, maka waktu terbaik untuk menikmati pantai ini adalah saat matahari terbit. Meski demikian, pantai ini tetap keren dinikmati saat sore hari. Sebaiknya sih hindari ke sini saat siang hari antara pukul 10 sampai pukul 3 sore. Panas tak terkira apalagi pas musim kemarau.

Tapi, di beberapa bagian pantai ada krib atau pemecah ombak dengan balebengong di atasnya. Asik untuk mengaso setelah berpanas ria menikmati pantai.

Kegiatan paling enak di pantai ini selain jakan-jalan adalah berenang atau main kano. Dengan ombak tenang dan kedalaman kira-kira sedada orang dewasa saat pasang, pantai di sini aman untuk bersantai atau berendam. Kalau main kano tarifnya Rp 5.000 – Rp 10.000 sepuasnya.

Pantai Kuta
Inilah pantai yang paling banyak dicari turis ke Bali, domestik ataupun asing. Pantai di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung ini berada di sisi barat pantai sehingga jadi pilihan asik untuk menikmati matahari tenggelam.

Tak heran, saat petang, ribuan orang akan memenuhi pantai sepanjang kira-kira 2 km dari Tuban hingga Seminyak ini.

Di pantai ini, turis asing biasa berjemur membakar kulitnya. Bagi turis domestik, bule-bule berjemur inilah yang kadang jadi pemandangan utama. Agak memalukan tapi itulah faktanya. Beberapa turis lokal juga berjemur tapi bisa dibilang satu dari seribu.

Kegiatan asik bagi turis lokal di sini adalah main bola atau berenang. Kadang ada pula yang surfing meski tak banyak. Namun, sekadar duduk menikmati sunset dan deburan ombak juga bisa jadi pilihan setelah capek wara-wiri menikmati lembut pasir sepanjang pantai.

Beberapa pantai lain yang jeren adalah pantai Nusa Dua, Dreamland, balangan, dan seterusnya. Tapi ini agak jauh dari Denpasar atau Kuta.

Kalau bosan dengan pantai, mungkin pegunungan bisa jadi pilihan. Ada dua tempat yang biasa dikunjungi turis pemulai ini, Kintamani dan Bedugul.

Kintamani
Pesona utama Kintamani adalah danau dan gunung Batur. Dari lokasi bernama Penelokan, Kintamani, turis bisa menikmati dua pesona ini dalam satu bingkai.

Lokasi ini berjarak sekitar 60 km dari Denpasar. Perjalanan sekitar satu jam ke arah timur laut. Jalanannya agak mendaki dan berliku melewati Ubud atau Tampaksiring, Gianyar.

Kalau hanya sampai di Penelokan, tak banyak yang bisa dilakukan. Paling hanya foto-foto dengan latar belakang danau dan gunung. Pengunjung biasanya duduk atau mondar-mandir saja di sini.

Jika ingin menikmati sisi lain Kintamani, ada dua lokasi lain, yaitu Museum Gunung Berapi dan mandi air hangat di Toyabungkah. Museum Gunung Berapi bagus untuk bekajar tentang gunung berapi tak hanya di Bali tapi juga Indonesia bahkan di dunia.

Bedugul
Pilihan lain untuk menikmati pegunungan Bali adalah Bedugul, sekitar 1,5 jam dari Denpasar. Bedugul ini kawasan berhawa dingin dengan pesona danau dan kebun raya.

Ada tiga danau di kawasan ini, yaitu Beratan, Buyan, dan Tamblingan. Namun, danau yang paling banyak dikunjungi adalah Danau Buyan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Di danau ini pengunjung bisa naik jukung atau speedboat melihat Pura Ulun danu dari tengah danau.

Tarif naik jukung dan speedboat kira-kira Rp 50.000. Kalau masuk kebun raya Rp 7.000 per orang.

Pilihan lain ketika di Bedugul adalah ke kebun raya. Kebun seluas ribuan hektar ini bagus untuk bersantai bersama pasangan atau keluarga.

Nah, sebagai penutup jalan-jalan pertama kali ke Bali ini, belanja oleh-oleh bisa jadi pilihan tepat. Saat ini sih banyak bermunculan tempat oleh-oleh baru, seperti Krisna, Erlangga, dan seterusnya. Tapi, atas nama ekonomi kerskyatan, pilihlah pasar ubtuk belanja oleh-oleh. Misalnya di Pasar Kumbasari atau Sukawati.

Pasar Sukawati
Pasar di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini menjual aneka oleh-oleh khas Bali, seperti sarung pantai, lukisan, kaos, baju, dan seterusnya. Pasar ini berjarak sekitar 20 km timur Denpasar. Perlu waktu 30-45 menit ke pasar ini dari Denpasar.

Belanja di pasar ini unik karena bisa melihat langsung bagaimana pengrajin Bali membuat suvenir tersebut. Pilihan barangnya juga jauh lebih banyak dibanding di pusat oleh-oleh semacam Erlangga dan Krisna. Keuntungan lain belanja di Pasar Sukawati adalah harga yang lebih murah. Itu dengan catatan kita bisa menawar harga yang diberikan penjual.

Karena itu, belanja di Pasar Sukawati harus bersni menawar. Tips gampang untuk belanja di Sukawati adalah tawarlah sekitar setengah dari harga yang diberikan. Asal bisa merayu dan pintar bernegosiasi, pasti berhasil.

Pasar Kumbasari
Berada di jantung Kota Denpasar, pasar oleh-oleh terbesar di Bali ini bisa jadi pilihan untuk turis yang malas pergi jauh ke Sukawati, Gianyar. Pasar Kumbasari berada satu kompleks dengan Pasar Badung, pasar 24 jam dan terbesar di Bali.

Pasar Kumbasari serupa dengan Pasar Sukawati dengan bangunan lebih besar, hingga lima lantai. Tiap lantai menjual satu jenis suvenir, misalnya paakaian di lantai dua, kerajinan di lantai tiga, dan seterusnya. Karena luas, belanja di pasar uni bisa lebih luas. Tidak perlu berdesak-desakan seperti di Sukawati. Namun, harga di sini relatif lebih mahal dibanding dengan Sukawati.

Setelah belanja di Sukawati dan Kumbasari, maka Anda sudah sah lolos sebagai turis pemula di Bali. Anda sudah bisa baik kelas. [b]

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi jadi tukang kompor. Bekerja di lembaga donor yang mendukung petani kecil sambil nyambi nulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas. Kuliner, jalan-jalan, isu LSM, HIV dan AIDS, pertanian berkelanjutan, dan kelompok terpinggirkan adalah isu yang membuatnya bersemangat 45 untuk menulis.

Related posts

2 Comments

  1. airin said:

    Aku jg lg di Bali, sbg turis pemula, aku udh ke Pantai Sanur (banyak kano),dr Sanur, bs coba sop ikan Mak Beng 28 rb. Lalu beli Pia Janger di Tukud Balian (pia nya crispy abis, jauh lebih enak drpd Pia L**), lalu ke Pantai Kuta (disini banyak jasa pijat n tato temporary. Tp saranku, baik juga kalo kita coba water sport di Tanjung Benoa, (aku pake jasa Batara Water Sport) harga nya cukup masuk akal, asal kita bs nawar. Aku jg ke Pulau Penyu. Lanjut lagi ke Pura Luhur Uluwatu (asiknya lihat pemandangan dr sini, dan main dgn monyet2, hati2 tangannya jahil). Lanjut ke Pantai Dreamland, lalu GWK. Coba juga kuliner ayam betutu Ibu Oki di Nusa Dua (masuk Mc D, seberang KFC)… Lanjut lagi ke Sukowati, disini barangnya lucu2 deh, minta dibeli semua (tawarlah 20% dr harga awal), dan di Celuk, banyak kerajinan perak yang bagus2.. Lalu ke Tampak Siring (Gunung Kawi), turun ke Ubud, makan di Ibu Oka (Non Muslim) dan Bebek Bengil, ga jauh dr situ ada juga Bebek Tepi Sawah (dua-duanya enak, cuma agak mahal aja)… Trakhir, kita bs belanja suvenir di store kecil, milik warga sekitar (yang pasti bs ditawar, dan jauh lebih murah drpd di store besar)… *semoga bermanfaat buat yg membutuhkan, trims* :)

*

*

Top