Berburu Barang Bekas di Pasar Loak Gunung Agung

pasar-loak-dps

Tapi, hati-hati terjebak barang sepanyol ya.

Barang sepanyol singkatan dari separuh nyolong. Soale memang namanya saja pasar barang bekas, kadang-kadang ya bisa jadi bekas punya orang yang diambil dengan nyolong.

Cuma tentu lebih banyak lagi yang tidak sepanyol. Barang-barang ini yang bisa diburu dan dibeli. Saya sendiri tidak tahu bagaimana membedakannya. Jadi ya berdoa saja semoga barang yang kita beli bukan barang orang. Hehehe..

Pasar barang bekas, biasa juga disebut pasar loak, adalah tempat untuk menjual barang tersebut sekaligus membelinya. Di pasar ini biasanya terdapat berbagai barang bekas yang jika dicari dengan lebih teliti justru masih berkualitas bagus namun dijual dengan harga miring.

pasar-loak-dps02

Di Denpasar, terdapat beberapa pasar loak, seperti Pasar Kreneng dan Pasar Gunung Agung, Denpasar. Dari dua pasar loak ini, Pasar Gunung Agung adalah pasar terbesarnya. Pasar ini sebenarnya menyatu dengan pasar umum yang menjual aneka barang kebutuhan pokok. Namun, di pasar yang berlokasi di Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat ini juga terdapat puluhan kios menjual barang bekas, terutama barang elektronik dan otomotif.

Barang yang dijual pun tidak semuanya bekas karena juga banyak barang baru yang bahkan masih terbungkus plastik. Namun, karena barang bekas lebih banyak, maka Pasar Gunung Agung pun lebih dikenal sebagai pasar loak yang menjual barang elektronik dan otomotif.

Barang elektronik ini, misalnya televisi, tape, dan radio. Adapun barang otomotif, lebih banyak berupa aksesoris atau onderdil, seperti spion, rem, shock breaker, setir, dashboard, dan lain-lain. Selain itu, ada pula sepeda bekas.

Meskipun bekas, barang-barang ini masih dalam kondisi bagus karena para penjual tersebut terlebih dulu membersihkan atau memperbaiki barang tersebut. Harga barang-barang tersebut umumnya separuh dari harga baru. Bahkan kadang kurang dari separuh.

pasar-loak-dps03

Sebagai contoh, sepeda anak-anak dengan kaki tiga yang harga barunya sekitar Rp 600.000, bisa dijual dengan harga Rp 300.000. Adapun televisi bekas seharga Rp 1,2 juta bisa seharga sekitar Rp 500.000. Karena harga sudah termasuk murah, para pedagang umumnya susah memberikan penawaran. Harga pada umumnya sudah tetap.

Salah satu kunci untuk berburu barang bekas ini adalah dengan cara teliti mencari. Sebagian kios bisa jadi menjual barang dengan kondisi lebih bagus dibanding kios lainnya. Harga pun satu sama lain bisa berbeda sehingga sebaiknya dibandingkan.

Tak hanya untuk tempat menjual dan membeli barang bekas, pasar yang buka setiap hari dari pagi hingga sore ini juga bisa jadi tempat memperbaiki barang elektronik, sepeda maupun sepeda motor. Ada tempat untuk perbaikan sekaligus mempercantik kendaraan. [b]

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi jadi tukang kompor. Bekerja di lembaga donor yang mendukung petani kecil sambil nyambi nulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas. Kuliner, jalan-jalan, isu LSM, HIV dan AIDS, pertanian berkelanjutan, dan kelompok terpinggirkan adalah isu yang membuatnya bersemangat 45 untuk menulis.

Related posts

One Comment;

  1. gogon said:

    nah lho fotonya kok cuman di toko onderdil motor dan sepeda aja… belum lihat barang bekasnya… hehehe

*

*

Top