13th April 2008

Party Bukal Bakar Khas Lombok

posted in Kuliner | contributor : Putu Setiawan | 289 views

Oleh Putu Setiawan

Sebagai seorang penggemar kuliner kategori ‘hardcore’, keinginan untuk menikmati daging bukal atau kalong atau kelelawar, sudah lama terpendam. Mungkin sejak saya duduk di bangku SMA, tahun 1990-an. Namun hingga saya tamat kuliah, bekerja, dan berkeluarga, keinginan itu belum kesampaian.

Tapi saya sepertinya sudah ‘ditakdirkan’ untuk bisa mencicipi daging bukal ini.

Tanggal 22 Maret 2008 lalu, sekitar pukul 3 sore waktu Bali, HP Motorola saya tiba-tiba berdering. Dari seberang sana , tepatnya dari Pulau Lombok, paman saya Made Sukarno memanggil.

“Wan, ntar malam jangan makan dulu ya. Cang (saya) mau balik ke Bali bawa makanan dari Lombok, be (daging bukal). Nanti kita makan bareng,” kata paman saya ini, yang biasa saya panggil Pak Kanok.

Paman saya ini, memang berasal dari daerah Cakranegara Lombok Barat, tapi kawitannya (asal leluhur) dari Kabupaten Karangasem Bali. Saat itu dia sedang pulang kampung untuk urusan keluarga. Karena masa cutinya di sebuah hotel bintang lima di BTDC Nusa Dua sudah habis, dia balik lagi ke Bali, dengan oleh-oleh daging bukal yang bikin saya sumringah.

Dengan naik pesawat Merpati Airlines, Made Kanok akhirnya tiba di Bandara Ngurah Rai sore hari.

Malamnya, sekitar pukul 7, saya langsung ke rumahnya, di sebelah timur rumah jabatan Kapolda Bali, Tohpati. Setibanya di sana, di atas meja makan sudah tersaji tujuh ekor bukal panggang, tiga daging bukal goreng bumbu kecap pedas khas Pulau Lombok, dan beberapa botol bir dingin.

Tanpa dikomando, saya langsung menuju dapur dan mengambil sepiring nasi putih hangat dari magic jar. Party daging bukal pun dimulai.

Saya memulainya dari daging bukal goreng bumbu kecap manis pedas khas Lombok. Tiga ekor daging bukal kecap manis ini sudah dipotong-potong, sehingga gampang makannya. Rasanya sepintas mirip daging bebek goreng, agak alot, dan tentu saja manis pedas.

Setelah nasi panas di piring habis, saya mulai menjambal (makan tanpa nasi) daging bukal ini. Tak terasa tiga ekor daging bukal goreng bumbu pedas manis habis, dan tinggal tiga kepalanya saja. Saya tidak berminat makan kepalanya, karena ngeri liat gigi-gigi bukal dan ekspresi wajah bukal yang menakutkan.

Bukal goreng bumbu kecap manis pedas ini, menurut saya, maknyozzz banget. Bagi yang mau coba daging bukal, saya rekomendasikan bukal bumbu kecap manis pedas ini.

Usai minum satu gelas bir dingin, saya jadi ingin mencoba bukal bakar, tanpa dibumbui kecap masin pedas. Daging bukal bakar yang masih tersisa masih tujuh ekor. Saya sempet bingung, bagaimana cara ngabisinnya? Waktu makan yang kecap manis pedes tadi, saya cuman bertiga, dengan Made Sukarno, dan adik sepupu saya Gede Yudha.

Bantuan akhirnya datang ketika adik saya Awin beserta istri dan dua orang temannya datang, ikut bergabung dalam party bukal bakar ini. Party tambah seru karena ada ‘amunisi’ tambahan satu botol whisky black label.

Tak terasa, tujuh ekor bukal bakar ini habis kami jambal, atau makan tanpa nasi. Rasanya? Sama enaknya dengan bukal goreng bumbu kecap manis pedas tadi.

Meski sama enaknya, namun daging bukal bakar ini punya cara berbeda dalam penyajian dengan bukal goreng bumbu kecap manis pedas tadi. Bukal bakar ini disajikan utuh tanpa dipotong-potong terlebih dahulu.

Saat dibakar atau dipanggang, seluruh jeroan atau isi perutnya tidak dibersihkan atau dikeluarkan dari perut bukal. Jeroan atau isi perut daging bukal ini tidak dibuang karena dipercaya memiliki beberapa khasiat, seperti mengobati penyakit sesak nafas atau asma untuk kesehatan jantung, dan aneka khasiat lainnya.

Setelah dipotong dan dibersihkan bulunya, daging bukal ini langsung di bakar dengan diolesi minyak dan kecap manis, serta beberapa bumbu tertentu, resep penjualnya.

Selain tidak dibuang jeroannya saat dibakar, mengolah daging bukal ini juga punya cara tersendiri. Bukal yang hidup tidak digorok, tapi dipukul kepalanya sampai mati. Setelah itu dibersihkan kulitnya dan langsung dibakar.

“Daging bukal yang sudah dibersihkan kulitnya tidak boleh dibersihkan atau dicuci dengan air karena bisa menimbulkan bau atau anyir,” jelas Kanok.

Di mana bisa membeli makanan dari daging bukal ini?

Menurut saudara saya Made Sukarno, daging bukal bakar nan lezat ini dibeli di sebuah warung makan dengan menu daging aneka jenis unggas mulai bukal, merpati, hingga ayam kampung. Warung makan sederhana ini terletak di daerah Suweta, Cakranegara, Lombok Barat. Warung milik Pasek Bedel ini, setiap harinya bisa menjual hingga 50 ekor bukal dengan berbagai olahan, mulai digoreng hingga dibakar.

“Satu porsi daging bukal baik goreng atau bakar, dijual seharga Rp 20 ribu. Jika ditambah sepiring nasi panas dan segelas tuak dingin, maka harganya sekitar Rp 25 ribu. Jadi memang merupakan santapan untuk warga menengah ke atas,” jelas Kanok.

Pasokan daging bukal ini didapat dari hutan-hutan di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Setiap harinya, warung ‘hardcore’ Pasek Bedel ini menyiapkan sekitar 100 (seratus) ekor bukal siap olah, baik digoreng atau dibakar, sesuai selera pembeli.

“Langganan warung bukal itu biasanya memburu jeroan bukal seperi usus, hati, dan organ dalam bukal lainnya, yang diyakini memiliki aneka khasiat untuk kesehatan,” kata Kanok setengah berpromosi.

Meski ada rasa geli bercampur jijik, ternyata memakan daging bukal ini enak juga. Tidak kalah dengan daging bebek goreng khas Surabaya .

Makan daging bukal ini menambah pengalaman saya mencicipi aneka jenis daging kategori ‘hardcore’ sebelumnya mulai tongseng dan sup daging ular kobra, biawak goreng, sate kuda, anjing bumbu pedas, sup dan buaya goreng, sup dan sate ikan hiu, dan makanan aneh bin eksotik lainnya.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang menu daging bukal atau memesan daging bukal panggang untuk party, bisa menghubungi paman saya Made Sukarno atau Kanok @ 081.747.666.11

Putu Setiawan, Video Journalist di Bali

This entry was posted on Sunday, April 13th, 2008 at 10:47 pm and is filed under Kuliner. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There is currently one response to “Party Bukal Bakar Khas Lombok”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On April 19th, 2008, luhde said:

    mimih… tampang innocent, kulinernya hardcore. coba ngae warungnya bli di denpasar. pasti laris manis, jangan lupa tuak.

Leave a Reply

Sebarkan ke Dunia
delicious
digg
technorati
reddit
magnolia
stumbleupon
yahoo
google
eXTReMe Tracker