<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mari Menilai Calon Gubernur Pro-Lingkungan Hidup</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/opini/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 19:37:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: agung</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup.html#comment-2773</link>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 08:26:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup/#comment-2773</guid>
		<description>Pak Made Terima,
makasi komennya..saya mau respon sedikit.

Saya tidak sedang bicara visi di masa depan.
bahwa kesadaran, kecerdasan dan intelektualitas itu tidak datang begitu saja dari langit. jika anda menganggap remeh kesadaran masyarakat Bali sekarang ini, maka saya akan berkata bahwa ini adalah buah kegagalan dari sistem negara ini yang memang membodohkan.

Saya tidak pernah melakukan dikotomi antara bahwa harus memeliki gubernur yang peduli pendidikan (menegasikan aspek lingkungan) karena semuanya saling terkait.

Saya percaya kesadaran itu disebarluaskan oleh kaum minoritas kreatif yang bekerja dimasayarakat. saya yakin masyarakat tidak bodoh, tapi hanya perlu dipercikkan api yang mampu menyalakan kesadaran yang ada di kepala.

Dan kitalah yang harus memulai itu, bukan sebaliknya meremehkan masayarakatnya sendiri.

Terima kasih.

Agung Wardana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Made Terima,<br />
makasi komennya..saya mau respon sedikit.</p>
<p>Saya tidak sedang bicara visi di masa depan.<br />
bahwa kesadaran, kecerdasan dan intelektualitas itu tidak datang begitu saja dari langit. jika anda menganggap remeh kesadaran masyarakat Bali sekarang ini, maka saya akan berkata bahwa ini adalah buah kegagalan dari sistem negara ini yang memang membodohkan.</p>
<p>Saya tidak pernah melakukan dikotomi antara bahwa harus memeliki gubernur yang peduli pendidikan (menegasikan aspek lingkungan) karena semuanya saling terkait.</p>
<p>Saya percaya kesadaran itu disebarluaskan oleh kaum minoritas kreatif yang bekerja dimasayarakat. saya yakin masyarakat tidak bodoh, tapi hanya perlu dipercikkan api yang mampu menyalakan kesadaran yang ada di kepala.</p>
<p>Dan kitalah yang harus memulai itu, bukan sebaliknya meremehkan masayarakatnya sendiri.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p>Agung Wardana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Made Terima</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup.html#comment-2503</link>
		<dc:creator>Made Terima</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 01:54:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup/#comment-2503</guid>
		<description>Salut kepada Pak Agung Wardana !
Visi anda saya kira akan sangat dekat dengan realitas di masa datang.

Persoalannya adalah:
Tujuan baru bisa dicapai jika antara pemimpin dan masyarakatnya terdidik. Kalau dalam tahapan sekarang  ini menurut saya sangat tidak mungkin, kecuali ada  pemimpin yang berjiwa 1945. Seperti Pak Wardana pahami bahwa S2 saja tidak paham akan konsepsi budaya dalam mendukung pengembangan spiritual masyarakat ( baca intelektualitas, bukan agama ) bagaimana dengan mereka yang pendidikannya lebih rendah. Karena saya sangat percaya dengan berkaca kepada negara-negara yang sekarang sudah maju bahwa tanggungjawab itu berasal dari intelektualitas masyarakatnya 50% dan dari pemerintahnya 50%. Kalau salah satu terlalu jauh beda intelektualitasnya  maka salah satu bisa jadi obyek yang tidak mendukung pembentukan dignitas bangsa. Bangsa kita masih dalam tahap yang dalam  teori positivisme disebut masa mitos, belum masa remaja, dan jauh dari masa dewasa ( mohon dilihat konteks budaya dasarnya ). Pada level inilah kelihatan sekali bahwa gelombang idiologi dan slogan sangat mudah merubah tatanan hidupnya. Bisa dibayangkan tahapan yang belum remaja betul lalu dihadapkan dengan dunia yang penuh dengan pencitraan yang satu bisa kelihatan dua bahkan lebih, adalah suatu fatamorgana yang sangat kuat. Oleh karena itu pemimipin di masa depan untuk Bali yang paling  ideal adalah pemimpin yang mampu meningkatkan  pengetahuan masyarakatnya dari budaya dasar sampai ke keterampilan. Atau keterampilan  lebih dulu lalu terus desak untuk meningkatkan spiritualitasnya. Jangan lagi  seperti dekade yang lalu, sudah 20 tahun lebih masyarakat Bali cukup sejahtra oleh pariwsata, tapi tidak pernah mau beli buku untuk belajar.
Saya sangat percaya jika masyarakat Bali tahap pengetahuannya sudah cukup tinggi, maka apapun yang menjadi persoalan akan bisa lebih cepat direspon dengan logika bukan dengan Dewa Ganapatya.
http://www.balitouring.com http://www.jakarta-cityhotels.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut kepada Pak Agung Wardana !<br />
Visi anda saya kira akan sangat dekat dengan realitas di masa datang.</p>
<p>Persoalannya adalah:<br />
Tujuan baru bisa dicapai jika antara pemimpin dan masyarakatnya terdidik. Kalau dalam tahapan sekarang  ini menurut saya sangat tidak mungkin, kecuali ada  pemimpin yang berjiwa 1945. Seperti Pak Wardana pahami bahwa S2 saja tidak paham akan konsepsi budaya dalam mendukung pengembangan spiritual masyarakat ( baca intelektualitas, bukan agama ) bagaimana dengan mereka yang pendidikannya lebih rendah. Karena saya sangat percaya dengan berkaca kepada negara-negara yang sekarang sudah maju bahwa tanggungjawab itu berasal dari intelektualitas masyarakatnya 50% dan dari pemerintahnya 50%. Kalau salah satu terlalu jauh beda intelektualitasnya  maka salah satu bisa jadi obyek yang tidak mendukung pembentukan dignitas bangsa. Bangsa kita masih dalam tahap yang dalam  teori positivisme disebut masa mitos, belum masa remaja, dan jauh dari masa dewasa ( mohon dilihat konteks budaya dasarnya ). Pada level inilah kelihatan sekali bahwa gelombang idiologi dan slogan sangat mudah merubah tatanan hidupnya. Bisa dibayangkan tahapan yang belum remaja betul lalu dihadapkan dengan dunia yang penuh dengan pencitraan yang satu bisa kelihatan dua bahkan lebih, adalah suatu fatamorgana yang sangat kuat. Oleh karena itu pemimipin di masa depan untuk Bali yang paling  ideal adalah pemimpin yang mampu meningkatkan  pengetahuan masyarakatnya dari budaya dasar sampai ke keterampilan. Atau keterampilan  lebih dulu lalu terus desak untuk meningkatkan spiritualitasnya. Jangan lagi  seperti dekade yang lalu, sudah 20 tahun lebih masyarakat Bali cukup sejahtra oleh pariwsata, tapi tidak pernah mau beli buku untuk belajar.<br />
Saya sangat percaya jika masyarakat Bali tahap pengetahuannya sudah cukup tinggi, maka apapun yang menjadi persoalan akan bisa lebih cepat direspon dengan logika bukan dengan Dewa Ganapatya.<br />
<a href="http://www.balitouring.com" rel="nofollow">http://www.balitouring.com</a> <a href="http://www.jakarta-cityhotels.com" rel="nofollow">http://www.jakarta-cityhotels.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nik</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup.html#comment-2497</link>
		<dc:creator>nik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 04:51:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2008/04/12/mari-menilai-calon-gubernur-pro-lingkungan-hidup/#comment-2497</guid>
		<description>Artikel di blog ini sangat menarik &#38; bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel &#38; vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah &#38; singkat. Salam Blogger!

http://infogue.com
http://infogue.com/lingkungan/mari_menilai_calon_gubernur_pro_lingkungan_hidup/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel di blog ini sangat menarik &amp; bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel &amp; vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah &amp; singkat. Salam Blogger!</p>
<p><a href="http://infogue.com" rel="nofollow">http://infogue.com</a><br />
<a href="http://infogue.com/lingkungan/mari_menilai_calon_gubernur_pro_lingkungan_hidup/" rel="nofollow">http://infogue.com/lingkungan/mari_menilai_calon_gubernur_pro_lingkungan_hidup/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
