<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dalam Data pun Mereka Tak Ada</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/opini/2008/09/29/dalam-data-pun-mereka-tak-ada.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/09/29/dalam-data-pun-mereka-tak-ada.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 20:12:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Agung Alit</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/09/29/dalam-data-pun-mereka-tak-ada.html#comment-7997</link>
		<dc:creator>Agung Alit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 02:42:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=733#comment-7997</guid>
		<description>Anton yang baik,
Saya awali dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri semoga kau dan keluarga sehat walafiat lancar rejeki. karena penting untuk menyuburkan dan merawat gagasan gagasan kreatif humanis yang ada di kepala kau.

Tulisanmu selalu kental dengan nuansa kemanusiaan. aku suka dan apreciated it.
Child labor atau pekerja anak memang masalah  sangat serius yang harus kita sikapi bersama. Ke depan kehadirannya akan semakin membludak, karena negeri kita sudah terlanjur dalam cengkeraman tangan "Neo-lib", yang maha ganas dan ada dimana mana (wyapiwyepake) 

Jalan keluarnya bagaimana ? ini pertanyaan yang sering dilontarkan sebagai ungkapan simpati. Ini masalah pelik, susah susah gampang, Sekarang situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kedaan sulit, : punya tanah sulit, nggak punya tanah juga sulit, beli tanah apalagi lebih sulit !!!! 
Dulu orang sering berargumen : kalau punya modal gampang bisa melakukan apa saja. Ternyata saat ini nggak benar juga : banyak orang punya uang karena jual tanah, duitnya habis dan terjerembab kedalam keterpurukan. Jual tanah punya duit banyak tidak bisa melipatgandakan duitnya akhirnya juga problem. Di desa desa petani banyak yang punya tanah, kesulitan air pupuk dan sebagainya akhirnya jatuh miskin ditimpa tanah sendiri, jalan pintas tanah dijual lalu amblas dan kebablasan dan sering berakhir dengan bunuh diri. Di Bali 2007 aja orang bunuh diri 114 orang menurut Bali Post. Akhirnya lahirlah buruh anak, lalu ???? 

Lagi lagi kita harus bicara atau  butuh kata sakti yang bernama komitmen. Di abad ini kata ini langka, kalaupun ada hanya sebatas kata bukan tindak nyata. 
Kalau berandai-andai jika kita punya komitmen untuk mengeluarkan uang seribu perak untuk penduduk Bali yang jumlahnya 3 juta kita akan mampu mengumpulkan uang cukup banyak untuk kita pakai sekolah buruh anak. Ini barangkali..
Okay Bung Anton</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anton yang baik,<br />
Saya awali dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri semoga kau dan keluarga sehat walafiat lancar rejeki. karena penting untuk menyuburkan dan merawat gagasan gagasan kreatif humanis yang ada di kepala kau.</p>
<p>Tulisanmu selalu kental dengan nuansa kemanusiaan. aku suka dan apreciated it.<br />
Child labor atau pekerja anak memang masalah  sangat serius yang harus kita sikapi bersama. Ke depan kehadirannya akan semakin membludak, karena negeri kita sudah terlanjur dalam cengkeraman tangan &#8220;Neo-lib&#8221;, yang maha ganas dan ada dimana mana (wyapiwyepake) </p>
<p>Jalan keluarnya bagaimana ? ini pertanyaan yang sering dilontarkan sebagai ungkapan simpati. Ini masalah pelik, susah susah gampang, Sekarang situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kedaan sulit, : punya tanah sulit, nggak punya tanah juga sulit, beli tanah apalagi lebih sulit !!!!<br />
Dulu orang sering berargumen : kalau punya modal gampang bisa melakukan apa saja. Ternyata saat ini nggak benar juga : banyak orang punya uang karena jual tanah, duitnya habis dan terjerembab kedalam keterpurukan. Jual tanah punya duit banyak tidak bisa melipatgandakan duitnya akhirnya juga problem. Di desa desa petani banyak yang punya tanah, kesulitan air pupuk dan sebagainya akhirnya jatuh miskin ditimpa tanah sendiri, jalan pintas tanah dijual lalu amblas dan kebablasan dan sering berakhir dengan bunuh diri. Di Bali 2007 aja orang bunuh diri 114 orang menurut Bali Post. Akhirnya lahirlah buruh anak, lalu ???? </p>
<p>Lagi lagi kita harus bicara atau  butuh kata sakti yang bernama komitmen. Di abad ini kata ini langka, kalaupun ada hanya sebatas kata bukan tindak nyata.<br />
Kalau berandai-andai jika kita punya komitmen untuk mengeluarkan uang seribu perak untuk penduduk Bali yang jumlahnya 3 juta kita akan mampu mengumpulkan uang cukup banyak untuk kita pakai sekolah buruh anak. Ini barangkali..<br />
Okay Bung Anton</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ikecek</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/09/29/dalam-data-pun-mereka-tak-ada.html#comment-7996</link>
		<dc:creator>ikecek</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 23:55:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=733#comment-7996</guid>
		<description>Mungkin saya lebih senang melihat orang yg mau berusaha untuk menggapai cita2 nya dibandingkan mereka harus mengemis di jalan dengan raut muka yg ceria dan orangtuanya di pinggir jalan juga dengan muka sumbringah. Untuk hidup memang harus seperti itu, tdk ada yang murah di indonesia. Uang bukanlah segala-galanya tapi segala-galanya butuh uang. Tapi untuk kasus ini sebenarnya memang disayangkan kenapa anak-anak yang harus dikorban kan, tapi mau gimana lagi? Kondisi juga yang mengharuskan mereka seperti itu. Mau menggantungkan hidup dengan negara? emang negara bisa apa? Jadi kita juga harus pintar untuk memilah-milah pada saat apa kita harus merasa nasionalisme terhadap negara. Jadi orang miskin memang susah tapi mau gimana lagi? apa mau terus-terusan menyalahi nasib? Jadi intinya kita harus tetap berusaha kalo memang mau tetap hidup. Tidak ada orang baik di dunia. Walaupun ada yang baik pasti ada embel-embel di balik semua itu. Tetap berusaha dan berkarya kawan cilik ku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin saya lebih senang melihat orang yg mau berusaha untuk menggapai cita2 nya dibandingkan mereka harus mengemis di jalan dengan raut muka yg ceria dan orangtuanya di pinggir jalan juga dengan muka sumbringah. Untuk hidup memang harus seperti itu, tdk ada yang murah di indonesia. Uang bukanlah segala-galanya tapi segala-galanya butuh uang. Tapi untuk kasus ini sebenarnya memang disayangkan kenapa anak-anak yang harus dikorban kan, tapi mau gimana lagi? Kondisi juga yang mengharuskan mereka seperti itu. Mau menggantungkan hidup dengan negara? emang negara bisa apa? Jadi kita juga harus pintar untuk memilah-milah pada saat apa kita harus merasa nasionalisme terhadap negara. Jadi orang miskin memang susah tapi mau gimana lagi? apa mau terus-terusan menyalahi nasib? Jadi intinya kita harus tetap berusaha kalo memang mau tetap hidup. Tidak ada orang baik di dunia. Walaupun ada yang baik pasti ada embel-embel di balik semua itu. Tetap berusaha dan berkarya kawan cilik ku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nyoman oken</title>
		<link>http://www.balebengong.net/opini/2008/09/29/dalam-data-pun-mereka-tak-ada.html#comment-7992</link>
		<dc:creator>nyoman oken</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 20:35:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/?p=733#comment-7992</guid>
		<description>sedih !

dilemma terlahir di indonesia: 
bapak2 pejabat, terutama para istri pejabat, para pengusaha, menderita adipositas. dilainpihak terlalu banyak anak2 kita yang menderita kachexia dan kwashiorkor.

tidak mungkinkah kekayaan dibagi secara agak merata, tanpa kuatir dicap komunis ? sebetulnya tidak perduli paham apapun yang kita anut, asalkan seluruh rakyat indonesia dari sabang sampai merauke bisa hidup secara layak dan manusiawi, hidup tentram dan sejahtera, adil dan makmur ber-sama2.

daripada mengurusi tetek bengek ruu pornografi, lebih baik prihatin kepada tunas2 bangsa yang bernasib tidak mujur.
seingatan saya sejak tahun 1955 presiden soekarno sudah mencetuskan pemberantasan buta huruf diseluruh wilayah republik indonesia, tetapi kok masih banyak rakyat yang buta huruf. ternyata sejak 50 tahun lebih negara ini tidak ada yang ngatur secara baik. sewaktu masih murid sekolah rakyat saya pernah mengajari pembantu rumah tangga saya membaca dan menulis, dalam waktu 6 bulan dia sudah pandai membaca buku bacaan berjudul matahari terbit. achirnya dialah yang menceritakan kepada saya isi buku dongengan tersebut. 

sekarang ini lagi ramai2-nya kampanye pemilu, lihatlah secara teliti siapa2 yang menyandang ADIPOSITAS.
saya tidak berani menyebutkan nama2 mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sedih !</p>
<p>dilemma terlahir di indonesia:<br />
bapak2 pejabat, terutama para istri pejabat, para pengusaha, menderita adipositas. dilainpihak terlalu banyak anak2 kita yang menderita kachexia dan kwashiorkor.</p>
<p>tidak mungkinkah kekayaan dibagi secara agak merata, tanpa kuatir dicap komunis ? sebetulnya tidak perduli paham apapun yang kita anut, asalkan seluruh rakyat indonesia dari sabang sampai merauke bisa hidup secara layak dan manusiawi, hidup tentram dan sejahtera, adil dan makmur ber-sama2.</p>
<p>daripada mengurusi tetek bengek ruu pornografi, lebih baik prihatin kepada tunas2 bangsa yang bernasib tidak mujur.<br />
seingatan saya sejak tahun 1955 presiden soekarno sudah mencetuskan pemberantasan buta huruf diseluruh wilayah republik indonesia, tetapi kok masih banyak rakyat yang buta huruf. ternyata sejak 50 tahun lebih negara ini tidak ada yang ngatur secara baik. sewaktu masih murid sekolah rakyat saya pernah mengajari pembantu rumah tangga saya membaca dan menulis, dalam waktu 6 bulan dia sudah pandai membaca buku bacaan berjudul matahari terbit. achirnya dialah yang menceritakan kepada saya isi buku dongengan tersebut. </p>
<p>sekarang ini lagi ramai2-nya kampanye pemilu, lihatlah secara teliti siapa2 yang menyandang ADIPOSITAS.<br />
saya tidak berani menyebutkan nama2 mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
