25th
April
2008
Oleh Kadek Suprapta
Wow, berarti kamu ultah tiga kali dalam setahun dong? Kira-kira sejenis itu ungkapan yang biasa saya terima dari rekan-rekan kerja yang terutama berasal dari luar Bali. Ungkapan di atas muncul ketika biasanya saya permisi pulang lebih dahulu dari kantor karena harus pulang lebih awal untuk otonan. Otonan adalah ritual ulang tahun masyarakat Bali*) yang datang setiap enam bulan sekali.
Datangnya otononan mengkuti siklus Sapta Wara dan Panca Wara serta siklus pawukon. Sapta Wara berumur tujuh hari terdiri dari (Radite, Soma, Anggara, Buda, Wrespati, Sukra, Saniscara) dan sama dengan perhitungan Kalender Masehi namun mempunyai nama yang berbeda. Panca Wara berumur lima hari yang terdiri dari Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Sedangkan pawukon berjumlah 30 wuku dan masing-masing wuku itu berumur 7 hari. Jadi satu wuku datang setiap 210 hari sekali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Dek Didi | | 92 Views
24th
April
2008
Oleh I Made Sujaya
SABTU (12/4) lalu, bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Uye, masyarakat Bali (Hindu) merayakan hari suci Tumpek Uye atau disebut juga Tumpek Kandang atau Tumpek Andang. Awam kerap memaknai hari ini sebagai hari untuk memuliakan segala jenis hewan sebagai bagian penting ekosistem penopang kehidupan di dunia. Inilah satu dari setumpuk tradisi Bali yang memberikan pesan agar manusia senantiasa bersahabat dengan alam dengan segenap isinya. Apa sebetulnya makna hari Tumpek Kandang? Lalu, apa relevansinya dengan konteks kekinian?
BERBAHAGIALAH masyarakat Bali yang mewarisi beragam tradisi jaga lingkungan yang unik sekaligus otentik. Tradisi-tradisi berkesadaran lingkungan mengajarkan manusia Bali bagaimana semestinya merawat kelestarian alam dengan menjaga keseimbangan ekosistemnya, senantiasa mewujudkan harmoni hubungan manusia dengan alam dengan segenap isinya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 43 Views
23rd
April
2008
Oleh Alim Mahdi
The Best Island in Asia Pasific itulah penghargaan yang diberikan oleh Destin Asian Award 2008 baru-baru ini. Wajar saja karena nama Bali lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada nama Indonesia. Menyaksikan Bali dari kemashuran tempat wisatanya seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot adalah gambaran kemakmuran, eksotis, serba mentereng, megah, mewah, dan bahkan glamour.
Potret wisata Bali terutama di daerah Badung dan sebagian Kota Denpasar, seakan mengisahkan Bali bebas dari kontaminasi virus kemiskinan. Sungguh, Bali dari tampilan wajah pariwisatanya, seakan meyakinkan pengunjung bahwa provinsi ini tidak lagi tersentuh kemiskinan. Benarkah sebuah kesimpulan yang hanya berdasarkan kesaksian empiris seperti itu?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Alim Mahdi | | 118 Views
22nd
April
2008
Oleh Anton Muhajir
Biasanya ada dua pilihan saya untuk ke bandara Ngurah Rai Bali. Kalau tidak diantar teman atau istri, saya pilih naik taksi. Ini tergantung pihak yang mengundang acara. Kalau pengundang akan mengganti biaya taksi berapa pun besaranya, maka saya akan naik taksi. Tapi kalau pengundang hanya mengganti uang transport, maka saya akan pilih diantar teman atau istri.
Oya, mohon maklum. Sebagian besar perjalanan saya yang menggunakan pesawat adalah karena pekerjaan atau kegiatan yang dibayar orang lain. Jadi, faktor biaya ke bandara itu jadi penting. Kalau biaya naik taksi diganti, berapa pun besarnya, tentu tidak masalah. Tapi kalau hanya diganti sebagai uang transport lokal yang sudah pasti besarnya, maka biaya ini harus dihitung dengan hati-hati. Saya kan tidak mau tekor.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 102 Views
21st
April
2008
Oleh I Nyoman Winata
Topik Senin, 21 April 2008, Talk show “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang suka nggampangke. Mbah Mangun bicara bahwa soal disiplin itu sangatlah penting. Jika satu bangsa mau maju dan sejahtera, maka disiplin adalah modal dasar yang harus dimiliki. Seorang yang disiplin akan lebih mengharagai segala sesuatu dengan proporsinya. Bayangkan jika sebuah bangsa manusia-manusia nya adalah orang-orang yang disiplin, dipastikan banyak kemajuan yang bisa diraih.
Kaitannya dengan karakter manusia Indonesia yang suka nggampangke, maka ketiadaan disiplin bermula dari hal ini. Karakter yang suka anggap enteng masalah, menjadikan disiplin sangat sulit ditemui pada sosok manusia Indonesia. Lantas apakah ini semua merupakan karakter asli bangsa Indonesia? Mbah Mangun tidak bisa memberi jawaban pasti. “Saya tidak berani memastikan,” katanya. Terlebih lagi pertanyaan ini dikaitkan dengan latar belakang nenek moyang nusantara yang pernah mengalami masa keemasannya ketika imperium Majapahit berada pada masa puncaknya. Mbah Mangun mengajukan prediksi bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang ini adalah akibat dari penjajahan yang berabad-abad oleh bangsa Asing.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 71 Views
20th
April
2008
Oleh Anton Muhajir
Memang banyak menu olahan bebek di restoran Bali. Anda bisa menemukannya di Ubud, Kuta, Denpasar, dan tempat lain. Namun, menu olahan bebek yang disajikan dengan sayur organik, mungkin sesuatu yang langka. Setidaknya saya belum pernah menemukan di restoran di Bali. Atau kalau toh ada, restoran itu belum secara tegas mengatakan bahwa mereka menggunakan sayur organik untuk menemani olahan bebek.
Sejak tahun lalu, hadir restoran The Grand Lucky Duck yang menawarkan olahan bebek dengan sayuran organik. Restoran ini berlokasi di kawasan Nusa Dua Bali yang selama ini memang belum ada resto khusus yang menyajikan bebek.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 60 Views
19th
April
2008
Dikirim oleh Gilda Sagrado
Kadisparda Kabupaten Badung I Made Subawa MM meresmikan pembukaan kantor pusat Bali Exotic Wedding hari Sabtu (19/4) disaksikan oleh pemilik usaha Deden Saefulloh dan seratus lebih undangan dari industri wedding organizer di Bali.
Dalam kata sambutannya, Deden mengutarakan, “Saya berharap pemerintah dapat memberi acuan semua wedding organizer di Bali untuk bersinergy demi mengeliminasi perang harga dan bahkan mendukung promosi bersama. Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti sebuah Wedding Expo di Australia dan alangkah indahnya jika kita semua wedding organizer bisa bergandengan tangan mempromosikan Bali ke Australia, Singapura, Jepang, Korea, Jakarta, bahkan juga sejauh Russia, Eropa dan Amerika.”
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 63 Views
18th
April
2008
Oleh Ni Komang Erviani
Lembaga dewan dituntut untuk transparan. Banyak dokumen menyangkut kepentingan publik yang tidak bisa diakses masyarakat dari gedung dewan. Rancangan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan DPR, DPRD, dan DPD (RUU Susduk) yang saat ini tengah dibahas di DPR RI, diharapkan bisa membuka akses tersebut.
Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Ronald Rofiandri menjelaskan, lembaga dewan belum cukup transparan melaporkan hasil kerjanya kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat kesulitan melakukan penilaian terhadap kerja-kerja dewan. Karenanya, pihaknya menuntut dilaksanakannya reformasi terhadap lembaga legislasi. “Perbaikan RUU Susduk sangat memegang peranan dalam menuntut transparansi lembaga dewan,” ujar Ronald dalam Diskusi Publik RUU Susduk di Denpasar, Jumat (18/4) ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 45 Views
18th
April
2008
Oleh I Nyoman Winata
Indonesia adalah bangsa religius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu rumah ibadah dari semua agama di tanah nusantara ini. Tetapi meski demikian, bangsa Indonesia menunjukkan kelakuan yang luar biasa bertolak belakang dengan manusia yang religius. Salah satunya adalah sifatnya yang sarakoh. Sarakoh ini tingkatannya, menurut Mbah Mangun-kawan diskusi saya di TV- lebih tinggi dari serakah. Uang rakyat dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara dan para abdi negara (baca PNS).
Alhasil, Indonesia termasuk dalam dijajaran negara elit paling korup di dunia. Ini perilaku luar biasa dari bangsa yang tidak satu pun penduduknya tidak memeluk agama atau tidak percaya pada Tuhan.
Kembali ke soal rumah Ibadah dari berbagai agama yang tersebar luas di bumi nusantara ini. Saya tidak mengetahui persis, apa yang ada di benak orang Indonesia ketika membangun rumah ibadah agamanya masing-masing. Apakah mereka ingin agar Tuhan punya rumah yang bagus sehingga dengan nyaman berstana di sana, atau justru malah ingin agar Tuhan bisa dipenjarakan sehingga perbuatannya yang melanggar hukum agama tidak diuatk-atik Tuhan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 65 Views
17th
April
2008
Dikirim I Wayan Sunarta
BUKU kumpulan puisi karya Saut Situmorang berjudul “Otobiografi” (Penerbit [Sic] Jogja, November 2007) akan diluncurkan pada:
Sabtu, 26 April 2008
Pukul 19.00 wita
Tempat Toko Buku Diskon Togamas Denpasar (Museum Sidik Jari), Jalan Hayam Wuruk No.175 Tanjungbungkak Denpasar.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Buku, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 80 Views