14th
November
2008
Oleh Anton Muhajir
Seperti namanya, D Corner memang terletak di pojok jalan Danau Poso dan jalan Sekar Waru Semawang Sanur. Kawasan ini salah satu pusat penyelam di Sanur. Daerah ini tempat banyak penyelam (diver) bersantai usai menikmati pemandangan bawah laut. Nah, D Corner adalah salah satunya.
Resto yang baru setahun berdiri ini memberikan atmosfir kuat untuk para penyelam. Foto-foto bawah laut dengan pemandangan menakjubkan pas untuk menemani kita menyeruput segelas Sunset Breeze. Minuman ini kombinasi dari strawberi, pisang, jeruk, dan sirup. Lalu kalau sudah lapar, main course Bebek Goreng yang paling banyak dicari pengunjung. Menu bebek impor ini disajikan bersama nasi putih dan tiga jenis sambal khas Bali: matah, terasi, dan goreng. Lembut di bagian dalam tapi crispy di luar. Gurih daging bertemu dengan pedasnya sambal khas Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 23 views
13th
November
2008
Oleh Luh De Suriyani
Upaya menahan laju penduduk di Bali terhadang kesenjangan penggunaan kontrasepsi antara pria dan wanita. Total pria pengguna kontrasepsi hanya 0,1 persen dari seluruh pasangan usia subur di Bali yang berjumlah sekitar 625 ribu.
“Kesertaan KB (Keluarga Berencana) pria di Bali dari tahun ke tahun terus menurun. Survei Demografi Kependudukan Indonesia pada 2007 menyatakan penggunaan alat kontrasepsi pria di Bali hanya 0,1%, jauh dari target,” ujar Kepala Dinas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali I Ketut Sutjita, Rabu kemarin.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kesehatan | Kontributor : Luh De Suriyani | | 25 views
13th
November
2008
Oleh Anton Muhajir
Selalu ada yang kalah oleh pembangunan fasilitas pariwisata. Begitu pula yang terjadi di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Pembangunan hotel Chateau the Bali membuat semua pedagang di pantai Mimba, yang berada di depan hotel tersebut, kini tak bisa berjualan seperti sebelumnya.
Nyoman Sari dan Nyoman Rimben adalah dua di antara sekitar sepuluh pedagang yang kini tak bisa lagi berjualan di sana. Sebelumnya, Sari dan Rimben berjualan di pantai berpasir putih tak jauh dari Pelabuhan Padangbai ini. Rimben berjualan di warung kecil miliknya yang dia dirikan sejak sekitar delapan tahun lalu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 27 views
12th
November
2008
Oleh Luh De Suriyani
Sekitar sepuluh ribu pedagang tradisional di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung merayakan upacara besar, Padudusan Agung Ngenteg Linggih, di Pura Melanting yang baru dibangun, Rabu ini. Puncak upacara ini akan dilaksanakan sepanjang hari untuk memberikan kesempatan seluruh pedagang tradisional di sekitar Kota Denpasar dan Badung.
“Seluruh pedagang di 15 pasar di Kota Denpasar dan sekitarnya akan sembahyang dan menghaturkan persembahan untuk kesejahteraan dan keselamatan kerja,” kata I Ketut Sudiasta, Ketua upacara dan Direktur Pasar Badung.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agama, Agenda, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 21 views
12th
November
2008
Oleh Wayan Sunarta
Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata “ngaben”? Bila anda pernah menyaksikan ngaben secara langsung, saya dapat menduga dalam benak anda akan muncul gambaran puluhan orang mengusung bade (menara tempat mayat) dengan sorak sorai yang riuh diiringi gamelan baleganjur, dan upacara pembakaran mayat lengkap dengan berbagai pernak-pernik upacaranya. Memang, itulah gambaran umum tentang ngaben, yang fotonya juga dapat anda lihat dalam buku-buku pariwisata Bali.
Tetapi, apa yang muncul dalam benak anda bila mendengar “ngaben tikus”? Tentu anda sedikit bingung membayangkannya. Selama ini mungkin anda hanya mengenal upacara ngaben manusia. Tidak pernah tikus diaben, layaknya manusia. Sekali lagi, mungkin, dalam anggapan anda, sangat aneh bila tikus yang dikenal sebagai binatang kotor menjijikkan itu harus terangkat derajatnya karena mayat-mayatnya diaben oleh manusia.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan | Kontributor : Wayan Sunarta | | 159 views
11th
November
2008
Oleh Anton Muhajir
Selama 1,5 tahun tinggal di Bali, Rogier Eijkens dan keluarganya sudah sekitar enam kali berlibur ke Bedugul. Bagi Rogier, warga Belanda yang tinggal di kawasan Padanggalak Sanur, ini berlibur ke Bedugul jauh lebih berkualitas dibandingkan ke Kuta, Sanur, Nusa Dua, dan semacamnya.
“Karena kalau berlibur di sini, anak saya bisa sekalian belajar tentang alam,” kata bapak dua anak tersebut. Rogier beristri orang Indonesia. Karena itu sehari-hari dia berbicara Bahasa Indonesia. Di Bedugul, lanjutnya, pengunjung bisa mengenal tumbuh-tumbuhan yang ada di sini, apa jenisnya, dari mana asalnya, apa gunanya, dan seterusnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 101 views
9th
November
2008
Oleh Ibed Surgana Yuga
“ORANG Bali tidak bisa melihat bidang kosong. Tangan mereka selalu gatal ingin mengukirnya.” Ini hanya guyonan seorang teman. “Eda baang polos kĂ©to. Payasin gigis gĂ©n.” Ini saran seorang tetua ketika membangun tempat banten menjelang sebuah upacara di kampung saya.
Ada beberapa pernyataan analitis yang mengatakan bahwa perilaku seni orang Bali dapat dilihat dari hal-hal kecil dalam kesehariannya. Lihatlah, gagang pisau dapur yang tidak dibiarkan polos namun diisi sedikit cukilan motif sederhana, begitu juga dengan talenan kayu, atau perkakas dapur lainnya. Hal kecil ini akan menjadi demikian rumit ketika kita menilik berbagai jenis banten atau sarana upacara lainnya, namun tidak meninggalkan kesannya yang “kecil”.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | | 73 views
8th
November
2008
Oleh Luh De Suriyani
“Isin aku, Mbak,” ujar Mutadi, 55 tahun, lirih dalam Bahasa Jawa yang berarti malu. Pedagang soto ayam Lamongan ini mengaku sangat malu melihat tingkah polah tiga terpidana kasus bom Bali, Amrozy, Ali Ghufron, dan Imam Samudera di televisi.
Dua bersaudara, Amrozy dan Ali Ghufron alias Mukhlas berasal dari Lamongan. Seminggu ini, ketiga terpidana yang akan dieksekusi itu memang seolah menjadi idola bagi reporter di Nusa Kambangan, sebuah pulau lokasi penjara mereka. Televisi berlomba-lomba mendapatkan kutipan komentar apa pun soal mereka. Bahkan yang bernada ancaman dan kekerasan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 119 views
7th
November
2008
Dikirim Komunitas Sahaja
Pada tanggal 13 November 2008, pukul 19.00 wita, bertempat di Wantilan Art Centre, Komunitas Sahaja bekerja sama dengan Mainteater Bandung akan menyelenggarakan sebuah pementasan teater multimedia. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pertunjukan keliling yang dilakukan oleh kelompok seni ini di tiga kota, yakni: Bandung, Jakarta, dan Surabaya yang diselenggarakan sejak bulan Oktober hingga November 2008.
Selain itu, guna memperluas wawasan para pelajar, guru, seniman, dan pecinta teater di Denpasar mengenai perkembangan serta berbagai kiat dalam seni pertunjukan, kami juga bermaksud untuk mengadakan sebuah acara workshop dengan menampilkan sutradara ”ELECTRONIC CITY”, yakni Wawan Sofwan selaku pembicara. Adapun jadwal kegiatan ini adalah pada tanggal 12 November 2008, pukul 15.00 – selesai, di Museum Sidik Jari, Toko Buku Togamas Denpasar.
Kelompok Mainteater, merupakan sebuah komunitas teater dari Bandung yang telah lama berkiprah dan terus berupaya melakukan eksplorasi kesenian dalam berbagai nomor pertunjukan antara lain: pementasan teater untuk anak-anak, penyajian monolog yang berangkat dari akar tradisi, pemanggungan naskah Indonesia dalam dua bahasa, serta pengadaptasian monolog ke dalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Auslan), serta naskah-naskah baru yang belum pernah dipentaskan di Indonesia dan naskah lama dengan intrepretasi baru.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 190 views
6th
November
2008
Dari Ngurah Wiryanata
Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bali kembali memberikan penghargaan Widya Pataka pada penulis dan pengarang Bali. Ada lima poin pada pelaksanaan penilaian Widya Pataka tersebut meliputi kualitas buku, konsistensi, produktivitas, komitmen penulisnya, dan manfaat karyanya untuk masyarakat luas.
Widya Pataka rencananya akan diberikan setiap tahun sehingga setiap pengarang /penulis memperoleh kesempatan yang sama dan diharapkan dapat merangsang para penulis untuk terus berkreativitas menulis dan secara tidak langsung akan menumbuhkan iklim yang sehat terhadap pertumbuhan penerbitan buku di Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Buku | Kontributor : Darma Putra | | 115 views