<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Profil Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 20:23:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Indra</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-8372</link>
		<dc:creator>Indra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 23:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-8372</guid>
		<description>Semoga filosofi ini dipahami benar juga oleh penerus2 beliau, hehe..karena pengalaman, saya selama menjadi dokter muda sempat diuji oleh salah satu nama yang tercantum dalam silsilah beliau, sepertinya agak angkuh, dan tidak mendidik!! semoga bisa dijadikan bahan introspeksi....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga filosofi ini dipahami benar juga oleh penerus2 beliau, hehe..karena pengalaman, saya selama menjadi dokter muda sempat diuji oleh salah satu nama yang tercantum dalam silsilah beliau, sepertinya agak angkuh, dan tidak mendidik!! semoga bisa dijadikan bahan introspeksi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riani</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-608</link>
		<dc:creator>Riani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 16:45:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-608</guid>
		<description>dear Bli Made...
Matur suksme juga atas tanggapan anda tentang komentar saya...
"...ede ngaden awak bise..." adalah ungkapan hati yang ingin selalu...dan selalu..ingin menuntut ilmu karena merasa diri belum bisa...masih bodoh..Itu yang menjadi pedoman hidup Prof Ngoerah yang selalu diucapkan saat memberikan kuliah dan dalam setiap buku yang beliau tulis.Pada suatu kesempatan saya mendengar langsung kata demi kata yang beliau ucapkan...suasana menjadi senyap karena wibawa dan kharismanya, sungguh seorang yang mahaguru yang penuh kasih yang tak segang-segan membagi semua ilmu yang dimilikinya untuk anak didik. Jadi...bli Made..komentar sih boleh saja, tapi kayaknya pengertian saya pada saat membaca komentar anda malah seperti melecehkan ungkapan hati Prof Ngoerah..mudah-mudahan saya keliru...
Terima kasih sudah menjadi salah seorang pengagum Prof Ngoerah...karena saya adalah pengagum beliau yang sangat fanatik

salam,

Riani - Sby</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear Bli Made&#8230;<br />
Matur suksme juga atas tanggapan anda tentang komentar saya&#8230;<br />
&#8220;&#8230;ede ngaden awak bise&#8230;&#8221; adalah ungkapan hati yang ingin selalu&#8230;dan selalu..ingin menuntut ilmu karena merasa diri belum bisa&#8230;masih bodoh..Itu yang menjadi pedoman hidup Prof Ngoerah yang selalu diucapkan saat memberikan kuliah dan dalam setiap buku yang beliau tulis.Pada suatu kesempatan saya mendengar langsung kata demi kata yang beliau ucapkan&#8230;suasana menjadi senyap karena wibawa dan kharismanya, sungguh seorang yang mahaguru yang penuh kasih yang tak segang-segan membagi semua ilmu yang dimilikinya untuk anak didik. Jadi&#8230;bli Made..komentar sih boleh saja, tapi kayaknya pengertian saya pada saat membaca komentar anda malah seperti melecehkan ungkapan hati Prof Ngoerah..mudah-mudahan saya keliru&#8230;<br />
Terima kasih sudah menjadi salah seorang pengagum Prof Ngoerah&#8230;karena saya adalah pengagum beliau yang sangat fanatik</p>
<p>salam,</p>
<p>Riani - Sby</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: made rotten</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-607</link>
		<dc:creator>made rotten</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 12:48:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-607</guid>
		<description>dearest riani,
matur suksma atas pendapat saudari tentang kebodohan dan kedangkalan pemikiran tiang. tentunya sebagai pribadi pengagum Prof Ngoerah (dan juga tiang pengagum Prof Moerdowo)tiang sangat mengerti tentang idiom tradisional ini. yang tiang maksud bukanlah tentang profil Prof Ngoerah, tetapi tentang polemiknya belakangan yang sekarang pada cenderung mengangkat-ngangkat secara politis profil2 Beliau-Beliau ini(termasuk Dr.Djelantik yang juga tiang hormati, yang sekarang jadinya malah diversuskan denga Prof Ngoerah). 

Jadi biarlah ini menjadi wacana para perumusnya di Bali (dokter Nugie dkk...atau siapalah yang dilibatkan di dalamnya, tiang yakin mereka akan berbuat terbaik buat RS Sanglah), tulisan saya itu saya tujukan buat penulisnya dan gaya penulisannya..yang terkesan "paling bise dan paling tau, terlepas dari valid tidak sumbernya"...tetapi hakekat sujatinya biarlah anake sane ngadanin..
sama seperti tidak perlunya dipolemikkan dulu nama jalan terbesar di Bali saat ini yang diberi nama jalan Prof Mantra...

Walaupun menceritakan semua biografi Beliau, tetapi kan ini sekarang dimunculkan dalam suasana politis, tiang sedih lah..Beliau-beliau di alam sana tentunya akan tidak tenang diributkan begini.dan kenyataannnya memang sudah mulai pada ribut...termasuk dengan upaya pemuatan-pemuatannya di media massa...

matur suksma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dearest riani,<br />
matur suksma atas pendapat saudari tentang kebodohan dan kedangkalan pemikiran tiang. tentunya sebagai pribadi pengagum Prof Ngoerah (dan juga tiang pengagum Prof Moerdowo)tiang sangat mengerti tentang idiom tradisional ini. yang tiang maksud bukanlah tentang profil Prof Ngoerah, tetapi tentang polemiknya belakangan yang sekarang pada cenderung mengangkat-ngangkat secara politis profil2 Beliau-Beliau ini(termasuk Dr.Djelantik yang juga tiang hormati, yang sekarang jadinya malah diversuskan denga Prof Ngoerah). </p>
<p>Jadi biarlah ini menjadi wacana para perumusnya di Bali (dokter Nugie dkk&#8230;atau siapalah yang dilibatkan di dalamnya, tiang yakin mereka akan berbuat terbaik buat RS Sanglah), tulisan saya itu saya tujukan buat penulisnya dan gaya penulisannya..yang terkesan &#8220;paling bise dan paling tau, terlepas dari valid tidak sumbernya&#8221;&#8230;tetapi hakekat sujatinya biarlah anake sane ngadanin..<br />
sama seperti tidak perlunya dipolemikkan dulu nama jalan terbesar di Bali saat ini yang diberi nama jalan Prof Mantra&#8230;</p>
<p>Walaupun menceritakan semua biografi Beliau, tetapi kan ini sekarang dimunculkan dalam suasana politis, tiang sedih lah..Beliau-beliau di alam sana tentunya akan tidak tenang diributkan begini.dan kenyataannnya memang sudah mulai pada ribut&#8230;termasuk dengan upaya pemuatan-pemuatannya di media massa&#8230;</p>
<p>matur suksma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riani</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-601</link>
		<dc:creator>Riani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 12:08:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-601</guid>
		<description>beli Made-rotten yth...
kenapa dangkal sekali pengertian anda tentang suatu istilah yang sudah mendarah daging dalam budaya orang bali..."eda ngaden awak bisa..." Mungkin anda bukan orang bali asli ya...saya hidup di jawa pun tau arti yang sangat mendalam dari kata2 itu...semua dokter yang pernah menjadi mahasiswa Prof Ngoerah pasti mengenal beliau yang tidak pernah berhenti belajar karena selalu merasa banyak yang belum diketahuinya. Saya sangat kagum pada orang yang selalu ingin mempelajari hal2 baru...
Salam saya untuk keluarga Prof Ngoerah - dr Riani (Surabaya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beli Made-rotten yth&#8230;<br />
kenapa dangkal sekali pengertian anda tentang suatu istilah yang sudah mendarah daging dalam budaya orang bali&#8230;&#8221;eda ngaden awak bisa&#8230;&#8221; Mungkin anda bukan orang bali asli ya&#8230;saya hidup di jawa pun tau arti yang sangat mendalam dari kata2 itu&#8230;semua dokter yang pernah menjadi mahasiswa Prof Ngoerah pasti mengenal beliau yang tidak pernah berhenti belajar karena selalu merasa banyak yang belum diketahuinya. Saya sangat kagum pada orang yang selalu ingin mempelajari hal2 baru&#8230;<br />
Salam saya untuk keluarga Prof Ngoerah - dr Riani (Surabaya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PP</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-600</link>
		<dc:creator>PP</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 14:14:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-600</guid>
		<description>Saya sangat mengenal sosok bpk Prof dr i Gusti ngurah Gde Ngoerah. Pencantuman "ede ngaden awak bisa" merupakan suatu pepatah yg selalu ditekankan beliau pada murid-murid beliau, dan juga terhadap diri beliau sendiri.
Walaupun beliau seorang guru besar, beliau tidak pernah merasa pintar dan tahu segalanya. Beliau juga tidak pernah menonjolkan dirinya serta tidak pernah menulis dirinya sendiri.
Biografi beliau merupakan hasil penelitian dan penelusuran team ahli fakultas sastra unud.
Penulisan suatu biografi atas dirinya sendiri dapat menyesatkan. Adakan yg akan percaya bila saya menulis biografi saya, bahwa saya berteman baik dengan presiden Bush ? Sudah tentu tidak akan ada yg percaya, karena saya tinggal didesa Bali bagian timur.
Titian hati beliau mungkin akan mengingatkan murid2 beliau untuk jangan pernah berhenti belajar karena ilmu pengetahuan itu tidak pernah berhenti. 
Dalam kesehariannya beliau tidak pernah lepas dari buku dan kemana beliau pergi selalu membawa buku.
Didalam bermasyarakatpun beliau sangat dihormati dan disegani. Didalam bidang sosial beliau juga berjiwa sangat sosial. Tidak jarang saat praktek dokter beliau menerima ayam, pisang dll sebagai imbalan jasa dokter. Bahkan bila beliau melihat pasiennya kurang mampu, tidak segan-segan beliau malah memberi uang sebagai bekal ataupun dibelikan obat.
Beliau dilahirkan di Puri Gerenceng yg merupakan pusat kesenian dan kebudayaan. Walaupun beliau seorang dokter, beliau masih bisa menyempatkan waktu untuk melukis ataupun memahat. Didalam mengajegkan kebudayaan/adat bali beliau sangat taat melaksanakan. Walaupun beliau dalam keadaan sakit, pada saat ibu dan adik beliau meninggal, beliau menugaskan putra2nya untuk melaksanakan tugas upacara ngaben dan memukur sesuai dengan adat Denpasar sampai selesai.Pada saat beliau meninggalpun dilakukan hal yg sama. Yang saya dengar hal tersebut tidak dilakukan oleh dr Jelantik (sebagai tokoh kebudayaan Bali). Upacara ngaben istri beliau katanya dilakukan dikerematorium dng kremasi. Bagaimana seorang tokoh yg seharusnya menjadi panutan melakukan hal seperti itu ? Bila panutan tersebut diikuti di Bali, mau dibawa kemana bali ini. Acara Ngaben merupakan salah satu daya tarik periwisata bali.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat mengenal sosok bpk Prof dr i Gusti ngurah Gde Ngoerah. Pencantuman &#8220;ede ngaden awak bisa&#8221; merupakan suatu pepatah yg selalu ditekankan beliau pada murid-murid beliau, dan juga terhadap diri beliau sendiri.<br />
Walaupun beliau seorang guru besar, beliau tidak pernah merasa pintar dan tahu segalanya. Beliau juga tidak pernah menonjolkan dirinya serta tidak pernah menulis dirinya sendiri.<br />
Biografi beliau merupakan hasil penelitian dan penelusuran team ahli fakultas sastra unud.<br />
Penulisan suatu biografi atas dirinya sendiri dapat menyesatkan. Adakan yg akan percaya bila saya menulis biografi saya, bahwa saya berteman baik dengan presiden Bush ? Sudah tentu tidak akan ada yg percaya, karena saya tinggal didesa Bali bagian timur.<br />
Titian hati beliau mungkin akan mengingatkan murid2 beliau untuk jangan pernah berhenti belajar karena ilmu pengetahuan itu tidak pernah berhenti.<br />
Dalam kesehariannya beliau tidak pernah lepas dari buku dan kemana beliau pergi selalu membawa buku.<br />
Didalam bermasyarakatpun beliau sangat dihormati dan disegani. Didalam bidang sosial beliau juga berjiwa sangat sosial. Tidak jarang saat praktek dokter beliau menerima ayam, pisang dll sebagai imbalan jasa dokter. Bahkan bila beliau melihat pasiennya kurang mampu, tidak segan-segan beliau malah memberi uang sebagai bekal ataupun dibelikan obat.<br />
Beliau dilahirkan di Puri Gerenceng yg merupakan pusat kesenian dan kebudayaan. Walaupun beliau seorang dokter, beliau masih bisa menyempatkan waktu untuk melukis ataupun memahat. Didalam mengajegkan kebudayaan/adat bali beliau sangat taat melaksanakan. Walaupun beliau dalam keadaan sakit, pada saat ibu dan adik beliau meninggal, beliau menugaskan putra2nya untuk melaksanakan tugas upacara ngaben dan memukur sesuai dengan adat Denpasar sampai selesai.Pada saat beliau meninggalpun dilakukan hal yg sama. Yang saya dengar hal tersebut tidak dilakukan oleh dr Jelantik (sebagai tokoh kebudayaan Bali). Upacara ngaben istri beliau katanya dilakukan dikerematorium dng kremasi. Bagaimana seorang tokoh yg seharusnya menjadi panutan melakukan hal seperti itu ? Bila panutan tersebut diikuti di Bali, mau dibawa kemana bali ini. Acara Ngaben merupakan salah satu daya tarik periwisata bali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: saraswati</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-596</link>
		<dc:creator>saraswati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 15:54:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-596</guid>
		<description>Sdr Wibisono S
Ada koreksi disini 
Salah satu diantaranya adalah menjadi pendiri fakultas kedokteran Universitas Udayana atas perintah Bung Karno. Pada waktu itu Dr Djelantik menjabat sebagai direktur RSUP Sanglah memfasilitasi beberapa ruang untuk kegiatan fakultas yang baru berdiri. Fakultas kedokteran ini kemudian digabung dengan fakultas sastra cabang Universitas Airlangga yang sudah lebih dulu berdiri di Denpasar. Penggabungan beberapa fakultas itu lantas menjadi Universitas Udayana.

Coba bedakan  
•	Yang dimaksud dengan formatur adalah : yg membentuk suatu badan/panitia
•	Yangt dimaksud dengan pendiri adalah : orang yang mendirikan
•	Yang dimaksud dengan ketua adalah : setelah berdiri suatu organisasi kemudian dicari/ dibayar/ditunjuk seseorang untuk menjalankannya

Jadi jelas : saat itu :
•	Wakil Ketua Badan Perguruan Tinggi untuk Pendirian Universitas Udayana (tahun 1961)  (Ketua : Ir. IB. Oka dari Dinas PU Bali).
•	Ketua Panitia Persiapan Pendirian Universitas Udayana termasuk Ketua Panitia Persiapan FK/Fakultas Kedokteran dengan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 4, 1962 (15 Januari 1962) (Sebuah Biografi Pendidikan hal 99, 110).

saraswati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Wibisono S<br />
Ada koreksi disini<br />
Salah satu diantaranya adalah menjadi pendiri fakultas kedokteran Universitas Udayana atas perintah Bung Karno. Pada waktu itu Dr Djelantik menjabat sebagai direktur RSUP Sanglah memfasilitasi beberapa ruang untuk kegiatan fakultas yang baru berdiri. Fakultas kedokteran ini kemudian digabung dengan fakultas sastra cabang Universitas Airlangga yang sudah lebih dulu berdiri di Denpasar. Penggabungan beberapa fakultas itu lantas menjadi Universitas Udayana.</p>
<p>Coba bedakan<br />
•	Yang dimaksud dengan formatur adalah : yg membentuk suatu badan/panitia<br />
•	Yangt dimaksud dengan pendiri adalah : orang yang mendirikan<br />
•	Yang dimaksud dengan ketua adalah : setelah berdiri suatu organisasi kemudian dicari/ dibayar/ditunjuk seseorang untuk menjalankannya</p>
<p>Jadi jelas : saat itu :<br />
•	Wakil Ketua Badan Perguruan Tinggi untuk Pendirian Universitas Udayana (tahun 1961)  (Ketua : Ir. IB. Oka dari Dinas PU Bali).<br />
•	Ketua Panitia Persiapan Pendirian Universitas Udayana termasuk Ketua Panitia Persiapan FK/Fakultas Kedokteran dengan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 4, 1962 (15 Januari 1962) (Sebuah Biografi Pendidikan hal 99, 110).</p>
<p>saraswati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: saraswati</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-591</link>
		<dc:creator>saraswati</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 17:30:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-591</guid>
		<description>Wobisono Sastrodiwiryo, perbaikan untuk tulisan di Budayawan Muda

Mahasiswa’45 Prapatan-10: Pengabdianmu –halaman 27 
----
Ketika  para asisten Jepang memerintahkan 3 orang serdadu Jepang agar memulai acara penggundulan , timbullah pertengkaran antara seorang mahasiswa yang bernama I Gusti Ngurah yang duduk di bangku belakang dekat pintu samping dengan seorang opsir Jepang. Mungkin karena ganasnya, opsir Jepang itu mencabut pistol yang kemudian diarahkan kepada I Gusti Gde ngurah. Untunglah opsir itu masih dapat mengendalikan dirinya sehingga jiwa Ngurah dapat terhindar dari maut. Ngurah mendapat hadiah tamparan di mukanya.
Ngurah ini orangnya kurus, biasanya pendiam dan tenang-tenang saja. Agaknya pada waktu itu justru ia memberontak tidak sudi digundul, tidak mau dihina……………………..dst
Persoalan tidak berhenti sampai disitu saja, tetapi bahkan mempunyai rentetan yang berkepanjangan. Suasana menjadi lebih tegang karena pada keesokan harinya, yaitu hari senin, para mahasiswa melakukan mogok kuliah.
Ini merupakan perbaikan dari tulisan Muhidin M Dahlan dalam Pejuang Prapatan 10 di blog Budayawan Muda
Perlu Perbaikan pada :
Selain menggalang sikap menolak saikeirei, Soedjatmoko—juga Soedarpo—memandu mogok kuliah massal setelah tentara Kompetai secara brutal melakukan penggundulan kepala mahasiswa di ruang-ruang kelas. Sampai-sampai Bung Karno, Bung Hatta, Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantoro turun tangan menasehati mahasiswa untuk kembali ke kelas. Bung Karno mengingatkan, kalau pemogokan itu diteruskan, akibatnya akan merugikan, bukan saja mahasiswa, tapi nusa dan bangsa. ----

Saraswati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wobisono Sastrodiwiryo, perbaikan untuk tulisan di Budayawan Muda</p>
<p>Mahasiswa’45 Prapatan-10: Pengabdianmu –halaman 27<br />
&#8212;-<br />
Ketika  para asisten Jepang memerintahkan 3 orang serdadu Jepang agar memulai acara penggundulan , timbullah pertengkaran antara seorang mahasiswa yang bernama I Gusti Ngurah yang duduk di bangku belakang dekat pintu samping dengan seorang opsir Jepang. Mungkin karena ganasnya, opsir Jepang itu mencabut pistol yang kemudian diarahkan kepada I Gusti Gde ngurah. Untunglah opsir itu masih dapat mengendalikan dirinya sehingga jiwa Ngurah dapat terhindar dari maut. Ngurah mendapat hadiah tamparan di mukanya.<br />
Ngurah ini orangnya kurus, biasanya pendiam dan tenang-tenang saja. Agaknya pada waktu itu justru ia memberontak tidak sudi digundul, tidak mau dihina……………………..dst<br />
Persoalan tidak berhenti sampai disitu saja, tetapi bahkan mempunyai rentetan yang berkepanjangan. Suasana menjadi lebih tegang karena pada keesokan harinya, yaitu hari senin, para mahasiswa melakukan mogok kuliah.<br />
Ini merupakan perbaikan dari tulisan Muhidin M Dahlan dalam Pejuang Prapatan 10 di blog Budayawan Muda<br />
Perlu Perbaikan pada :<br />
Selain menggalang sikap menolak saikeirei, Soedjatmoko—juga Soedarpo—memandu mogok kuliah massal setelah tentara Kompetai secara brutal melakukan penggundulan kepala mahasiswa di ruang-ruang kelas. Sampai-sampai Bung Karno, Bung Hatta, Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantoro turun tangan menasehati mahasiswa untuk kembali ke kelas. Bung Karno mengingatkan, kalau pemogokan itu diteruskan, akibatnya akan merugikan, bukan saja mahasiswa, tapi nusa dan bangsa. &#8212;-</p>
<p>Saraswati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budayawan Muda</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-588</link>
		<dc:creator>Budayawan Muda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 16:13:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-588</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Pejuang Prapatan&#160;10&lt;/strong&gt;

Oleh: Muhidin M Dahlan
Resensi buku Lahirnya Satu Bangsa dan Negara
Revolusi Indonesia pada akhirnya lahir di jalanan bersama pekik kerumunan massa, pidato-pidato yang membakar, dan disertai serangkaian adu bedil. Dan di antara semua itu, kaum muda ber...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pejuang Prapatan&nbsp;10</strong></p>
<p>Oleh: Muhidin M Dahlan<br />
Resensi buku Lahirnya Satu Bangsa dan Negara<br />
Revolusi Indonesia pada akhirnya lahir di jalanan bersama pekik kerumunan massa, pidato-pidato yang membakar, dan disertai serangkaian adu bedil. Dan di antara semua itu, kaum muda ber&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-581</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 16:51:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-581</guid>
		<description>Saya rasa tulisan ini adalah tulisan yang cukup bermanfaat untuk lebih mengenal tokoh Prof Ngurah. Cuma sayang tidak dicantumkan kutipan buku Mahasiswa’45 Prapatan-10 hal.348 dan kutipan buku Lahirnya Satu Bangsa dan Negara, hal 397.

Jika kutipan itu bisa saya dapat tentu bagus sekali karean sya tidak punya bukunya dan waktu saya cari Gramedia sudah tidak ada lagi.

@made_rotten, hehehehe... santai saja Bli, mungkin maksudnya bukan mau mengkultuskan tapi hanya sebuah counter atas publikasi Dr Djelantik yang marak belakangan. Nikmati saja karena yang diuntungkan adalah kita yang dulunya kurang mengenal sosok Prof Ngurah dan Dr Djelantik sekarang jadi lebih kenal kan... :-)

peace ah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa tulisan ini adalah tulisan yang cukup bermanfaat untuk lebih mengenal tokoh Prof Ngurah. Cuma sayang tidak dicantumkan kutipan buku Mahasiswa’45 Prapatan-10 hal.348 dan kutipan buku Lahirnya Satu Bangsa dan Negara, hal 397.</p>
<p>Jika kutipan itu bisa saya dapat tentu bagus sekali karean sya tidak punya bukunya dan waktu saya cari Gramedia sudah tidak ada lagi.</p>
<p>@made_rotten, hehehehe&#8230; santai saja Bli, mungkin maksudnya bukan mau mengkultuskan tapi hanya sebuah counter atas publikasi Dr Djelantik yang marak belakangan. Nikmati saja karena yang diuntungkan adalah kita yang dulunya kurang mengenal sosok Prof Ngurah dan Dr Djelantik sekarang jadi lebih kenal kan&#8230; <img src='http://www.balebengong.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>peace ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: made_rotten</title>
		<link>http://www.balebengong.net/sosok/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah.html#comment-572</link>
		<dc:creator>made_rotten</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 10:12:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2007/10/20/profil-prof-dr-i-goesti-ngoerah-gde-ngoerah/#comment-572</guid>
		<description>mari kita berantem demi sebuah pengkultusan.....
kalau memenag jadinya kontroversi, ya..pake saja nama rumah sakit sanglah. tetap saja seperti itu.mbok ya kok repot-repot..apa maksudnya juga dengan mencantumkan, "eda ngaden awak bisa", kalau sudah begini bukannya jadinya "icang ngaden awak paling bisa"...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita berantem demi sebuah pengkultusan&#8230;..<br />
kalau memenag jadinya kontroversi, ya..pake saja nama rumah sakit sanglah. tetap saja seperti itu.mbok ya kok repot-repot..apa maksudnya juga dengan mencantumkan, &#8220;eda ngaden awak bisa&#8221;, kalau sudah begini bukannya jadinya &#8220;icang ngaden awak paling bisa&#8221;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
