Bermain dengan Estetika Akustik

Oleh : Putu Kemala Vidyantari
Juara 2 Karya Petik 2011 kategori Profil “Perspektif Pelangi”

Sebuah band beraliran acoustic folk pop yang baru baru ini melakukan tour nya di berbagai lembaga pendidikan adalah Nosstress. Group band ini sebelumnya sudah sempat melakukan tour bersama rekannya Dialog Dini Hari (DDH) pada akhir tahun kemarin. Jadi tour ini adalah tour yang kedua yang penah mereka jalani. Tour ini biasa dilakukan menjelang akhir tahun. Namun perbedaan dari tour yang pertama dan kedua adalah tempat dimana mereka tampil. Pada tour yang pertama mereka lebih sering perform di café café. Namun pada tour yang kedua ini mereka tampil di lembaga lembaga pendidikan, seperti di sekolah-sekolah dan universitas-universitas. STIKOM, SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), ISI (Institute Seni Indonesia), Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa adalah berapa tempat di mana mereka tour. Dan tour terakhir yang mereka lakukan adalah pada hari Rabu, 28 Desember 2011.

Awal mula nama Nostress lahir ketika pada tahun 2009 di Denpasar, Bali yang diprakarsai oleh Cokorda Bagus Pemayun. Band ini berawal dari Crocourt Acoustic yang beranggotakan 6 personil, namun karena memiliki perbedaan dalam bermusik kini hanya tersisa tiga orang saja yang sampai saat ini masih aktif. Mereka adalah Cokorda Bagus Pemayun (Vocal,Cajon,Harmonica) 23 tahun Angga(Vocal,Guitar) 22 tahun, Guna Qupitt (Vocal, Gitar) 23 tahun. Setelah sekian lama menekuni musik kini mereka bekerja dinaungan produser Unsigned dan telah merilis album pertama mereka yang berjudul Persepektif Bodoh. “Kami bermain dengan kelembutan bunyi akustik, menenangkan otak, melayangkan imajinasi. Bebas tanpa syarat. Mencoba menggali lebih jauh musik dengan rasa yang berbeda, mudah dicerna tanpa mengesampingkan idealisme serta materi lirik dan komposisi” tutur Angga. Mereka juga sempat ke Jakarta sekitar tahun 2009. Tempat favorite mereka manggung adalah di Bali Simence Club, Sanur. Tempat itu pertama kali mereka manggung sebagai Nosstress. Tidak seperti kebanyakan band yang beraliran hard rock seperti yang kini banyak anak remaja tekuni. Nosstress dengan alunan akustiknya tidak pernah menggunakan fasilitas studio untuk latihan. Mereka lebih nyaman latihan di rumah.

Suka duka yang pernah dialami Nostress tentu ada, dimulai dari pertengkaran, candaan, dan lain lain. Bagi mereka itu merupakan bumbu bumbu dalam persahabatan mereka. Mereka berharap Nosstress akan selalu bertahan.

Putu Hendra Brawijaya Putra, yang lebih dikenal dengan nama Saylow Alrite. Walaupun lahir di Malang, Jawa Timur tapi dia adalah putra asli Karangasem tepatnya Br. Tanahampo Kecamatan Manggis. Pria periang ini sekarang berdomisili di Panjer, Denpasar setelah hampir 9 tahun merantau di Yogyakarta. Berprofesi sebagai Web Designer, Graphic designer, seorang Blogger dan mengelola sebuah Web Development Studio yang jarang dapat project :P

2 Comments

  1. Pingback: Daftar Pemenang Petik 2011 Tour “Perspektif Pelangi” | Dialog Dini Hari

*

*

Top