Posts Tagged ‘Agama’
Bagi Industri, Nyepi Adalah Komoditas
Teks Anton Muhajir dan Luh De Suriyani, Foto Luh De Suriyani Ada empat pantangan ketika umat Hindu Bali melaksanakan Nyepi yaitu menyalakan api (amati geni), bekerja (amati karya), bepergian (amati lelungan), dan bersenang-senang (amati lelanguan). Umat Hindu dilarang melakukan empat kegiatan tersebut selama 24 jam pada saat Nyepi. Tapi, bagi industri, Nyepi adalah peluang bisnis. Apalagi ...
Keheningan Nyepi Menginspirasi Dunia
Teks Agung Wardana, Foto Anton MuhajirSetiap komunitas memiliki kearifan lokalnya masing-masing dalam mengatasi permasalahan di lingkungannya. Misalnya ‘sasih’ di Maluku, ‘rumah panjang’ di Dayak, dan banyak lagi. Di Bali, terdapat kearifan lokal dalam merayakan pergantian tahun yang bernama ‘nyepi.’ Nyepi sendiri memiliki empat prinsip utama yang dikenal dengan nama “Catur Berata Penyepian” yang terdiri dari ...
Dan, Kami pun Terpesona Ogoh-ogoh
Teks Pande Baik, Foto Anton Muhajir Terjebak di tengah kemacetan lalu lintas Catur Muka, Denpasar lantaran ingin menyaksikan secara langsung satu persatu ogoh-ogoh yang mendapatkan juara per kecamatan sekota Denpasar bersama anak istri membuat peluh saya bercucuran. Tangan mulai pegal menahan kopling dan gas. Keramaian hari ini memang lain dari biasanya. Puluhan, ratusan bahkan ribuan kamera berusaha ...
Antara Nyepi, Suksma Sarira dan Stula Sarira
Teks oleh Ngurah Beni Setiawan, Foto Ilustrasi Internet Selamat malam, semeton. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan yang begitu mengasihi kita melalui orang tua, keluarga dan sahabat-sahabat. Hari ini, bagi umat Hindu, adalah satu hari menjelang acara tawur dan pengrupukan dalam rangkaian hari raya Nyepi. Saat ini saya hanya bisa membayangkan semarak acara Nyepi dari ruang kerja ...
Tak Hanya Sembahyang di Pura Jagatnatha
Teks Maryo Kempes, Foto Ilustrasi Sanat Kumara Pura terbesar di Denpasar ini bukan hanya untuk tempat sembahyang. Bisa jadi tempat tebar pesona, pacaran, hingga menambah pendapatan. Jumat sore pekan lalu, ribuan pemuda dan pemudi dengan pakaian adat sembahyang ala Hindu Bali mulai mendatangi Pura Jagatnatha di sebelah timur Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali. Sudah menjadi tradisi bahwa ...
Rudat, Kesenian Islam yang Mengesankan
Teks dan Foto Wayan Sunarta Siang itu, warga Muslim di Kecicang, Karangasem, berkerumun dan berdesak-desakan di sebuah lapangan kecil tak jauh dari masjid. Laki-perempuan, tua-muda, anak-anak kecil, semua menampakkan wajah sumringah. Mereka disuguhkan pementasan rudat. Mahdan, warga Kecicang, khusus mengundang kelompok kesenian rudat untuk memeriahkan pesta perkawinannya. “Kelompok rudat itu dari kampung Kecicang,” ujar Mahdan, yang pernah ...
Perayaan Sederhana Penuh Makna
Teks dan Foto I Made Andi Arsana Rasanya baru kemarin menyaksikan nuansa Bali yang sedemikian meriah di halaman Old Darlington School, Sydney University. Ternyata masa itu telah berlalu 210 hari lamanya. Minggu lalu, suasana yang sama hadir kembali di tengah-tengah Komunitas Bali (Balinese Community, BC) di News South Wales (NSW), Australia. Halaman Old Darlington School di Sydney ...
Bersembahyang Sambil Jalan-jalan ke Menjangan
Teks dan Foto Anton Muhajir Seekor menjangan berdiri di pasir menyambut kami ketika baru berlabuh di dermaga selatan Pulau Menjangan Rabu (14/10) kemarin. Hewan seukuran anjing besar itu sepertinya masih muda. Sebab selain wajahnya yang masih imut-imut juga karena dia belum bertanduk sama sekali. Menjangan itu berdiri di atas pasir putih. Dia sesekali melihat ke arah kami. ...
Galungan Sunyi di Pulau Menjangan
Teks dan Foto Luh De Suriyani Dua ekor rusa (cervus timorensi) atau menjangan sedang berdiri dengan tenang di dalam Pura Taman Kelenting Sari, Pulau Menjangan, Buleleng, Rabu (14/10). Dua rusa jantan sebesar kuda poni ini seperti penjaga pura. Tanduknya tinggi dan kokoh. Mereka adalah tuan rumah di pulau ini. Para rusa hanya mengamati ketika sejumlah pengunjung menaruh ...
Gema Perdamaian untuk Meningkatkan Toleransi
Teks Luh De Suriyani Sedikitnya seribu warga mengikuti prosesi gema perdamaian, Senin malam di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Mereka mengarak ratusan meter kain putih sambil berkeliling lapangan. Ribuan orang ini berasal dari latar belakang suku, etnis, dan agama yang berbeda. Untuk memperlihatkan kuatnya toleransi dan keberagaman di Bali pasca peristiwa bom hebat ...
Belajar Islam Saat Odalan
Teks dan Foto Anton Muhajir Menjadi menantu orang Hindu Bali membuat saya juga harus bertoleransi pada upacara-upacara yang diadakan keluarga. Bukan hanya keluarga kecil seperti mertua atau saudara ipar tapi juga keluarga besar. Salah satu ciri khas Bali kan karena kuatnya ikatan di antara keluarga besar terutama saat upcara agama. Saya tidak terlalu sering ikut upacara seperti ...
Merayakan Keragaman Agama Keluarga Bali
Teks Luh De Suriyani, Foto Agus Sumberdana I Komang Satria Wibawa, pria 24 tahun ini merasa geli setelah giginya dikikir atau dirapikan oleh tukang, awal September lalu. Alat pengikir gigi itu berbunyi nyaring untuk meratakan permukaan bawah gigi atas dan bawah Bowo, panggilan Satria Wibawa. Ia tengah mengikuti ritual adat potong gigi atau mepandes, ritual kewajiban ...
Tradisi Bali Muslim Kepaon
Teks Ni Komang Erviani, Foto Ilustrasi Anton Muhajir Lalu lalang masyarakat membawa nampan berisi makanan terlihat ramai di Kampung Islam Kepaon Denpasar menjelang matahari tenggelam pada Kamis pekan lalu. Masyarakat Kepaon yang mayoritas beragama Islam itu menuju satu titik yang sama, yakni Masjid Al Muhajirin yang berdiri megah di bagian tengah kampung. Nuansa Ramadhan di Kampung Islam ...
Suara Mengaji di Cafe Senggigi
Teks dan Foto Anton Muhajir Berkunjung ke Senggigi, kawasan wisata paling tersohor di Lombok, pada bulan Puasa ternyata memiliki keunikan tersendiri. Suara orang tadarus di antara dentuman musik cafe atau lalu lalang orang usai tarawih di depan turis-turis menenggak bir jadi hal lumrah. Bagi saya, kebersamaan dua sisi yang sering kali diposisikan berseberangan itu, adalah hal ...
Memburu Sedekah di Bulan Puasa
Teks Luh De Suriyani, Foto Anton Muhajir Ketika satu per satu jamaah sholat Jumat keluar masjid, Komang Abon, 5 tahun, justru beranjak maju ke arah masjid. Dia menengadahkan tangan di pintu keluar masjid di jalan Sudirman Denpasar Jumat akhir Agustus lalu. Satu dua muslim yang keluar memberikan uang ribuan atau recehan pada Komang. Siang itu Komang ditemani ...
Sekilas Mengenal Hindu Tengger
Teks dan Foto Anton Muhajir Setiap perjalanan adalah upaya untuk berdialog tentang sebuah kebudayaan. Begitu pula perjalanan sepanjang lautan pasir menuju Gunung Bromo. Suko, pemuda 23 tahun yang sudah jadi pemandu kuda selama tujuh tahun, bisa menjadi teman perjalanan sekaligus pemandu yang menyenangkan. Dia fasih menjelaskan tiap hal yang saya tanyakan tentang kebudayaan masyarakat setempat, termasuk ...
Di Bawah Lindungan Ida Bhatara Arak Api
Oleh Wayan Sunarta Ni Nyoman Noti (50) dengan sabar meniup bara di dalam tungku, perapian dari tanah liat, untuk menjaga api agar tetap menyala. Lebih dari tiga jam dia menjerang atau merebus tuak dalam belek, kaleng bekas tempat minyak goreng, yang tampak hitam dan kusam terbungkus jelaga. Di depan, tidak jauh dari belek, tampak jerigen besar yang ...
Sunatan Massal Mewujudkan Solidaritas Sosial
Oleh Anton Muhajir Penampilan Agung Wiradarma berbeda dengan 50 peserta sunatan massal lain di Banjar Karang Sari, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat Minggu (21/6) lalu. Agung berusia 24 tahun, sedangkan hampir semua peserta sunatan massal tersebut masih SD. Bahkan ada peserta yang baru berumur tiga tahun. Kalau peserta lain menggunakan baju muslim dengan sarung, kemeja putih, dan ...
Kim “Fly” Bradley Rest In Peace
Oleh Luh De Suriyani Sekitar 300 orang warga Banjar Pengabetan Kuta yang berbaur dengan warga asing mengantarkan jenazah Kim Bradley dikremasi di Setra (kuburan) Asem Celagi, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Rabu. Jenazah salah satu legenda surfing asal Sidney, Australia yang kemudian memilih beragama Hindu ini menjalani upacara ngaben di tepi Pantai Kuta, lokasi surfingnya 35 tahun lalu.
Merayakan Galungan dalam Keprihatinan
Oleh Anton Muhajir Tidak ada buah-buahan impor di gebogan, rangkaian buah sebagai persembahan dalam upacara Hindu, Kadek Andariani pada Galungan, Rabu (18/3) kali ini. Padahal warga Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem itu biasanya selalu memilih buah mahal dalam gebogan tersebut. Apel impor merk Guan Juan, jeruk Sunkist, buah pir, serta anggur hijau harus selalu dia sediakan ...








