Sejak zaman Hindia Belanda hingga kini, propaganda industri pariwisata Bali telah melahirkan banyak kebohongan. Kebohongan tersebut disusun dengan rekayasa sangat sistematis melalui berbagai pencitraan Bali. Misalnya, jargon Pulau Surga, Surga [...]
Arsip blog
Keprihatinan Made Budhiana pada Parasit
Diakui atau tidak, dunia seni rupa telah lama dijangkiti parasit. Pameran tunggal Made Budhiana bertajuk Artshit! Parashit! dibuka Selasa kemarin. Budhiana menggelar pameran di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof. Ida [...]
Ke Sanur, Mampirlah Ke Museum Le Mayeur
Sanur memang kini bukan lagi desa nelayan. Ia telah menjelma jadi tempat pelesiran. Desa di sisi timur Denpasar ini juga menjadi pelabuhan bagi orang-orang yang akan menyeberang ke Nusa Lembongan [...]
Membebaskan Perasaan Melalui Pameran Bersama
Enam perupa muda menggelar pameran Freedom of Feeling di Galeri Paros, Banjar Palak Sukawati, Gianyar. Enam perupa tersebut Pande Nyoman Alit, Putu Wita Sugianyar, Putu Alit Darma Putra, Pande Gede [...]
Putu Wirantawan, Dengan Pencil Meraih Kemurnian
Oleh Wayan Sunarta Bagi Putu Wirantawan, berkesenian harus terus bergerak, mencari dan menelusuri berbagai macam kemungkinan. Dan pada akhirnya harus bisa menentukan karakter atau ciri khas yang hendak dijadikan pijakan [...]
Pita Maha dan “Sanur School”
Oleh Wayan Sunarta Membaca sejarah seni rupa Bali adalah membaca bagaimana tangan-tangan kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan teks (wacana) dan citra yang dibangun dan dilemparkan ke ruang publik. Kekuasaan [...]









