<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bersimbah Darah Menghormati Leluhur</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: kul-kul</title>
		<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/comment-page-1#comment-9859</link>
		<dc:creator>kul-kul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 16:05:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/budaya/2009/06/11/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html#comment-9859</guid>
		<description>Sobatku yang baik...
ada kalimat menarik dari artikel diatas yang diucapkan oleh salah seorang peserta perang Megaret pandan ini. Dia bilang...

Selesai perang,
punggung dan pundak peserta memang penuh bercak darah yang mengalir akibat geretan daun pandan. Tapi bagi mereka itulah bukti bahwa mereka sudah berbakti pada tradisinya. “Kalau sudah keluar darah, saya merasa sudah melakukan bakti saya pada leluhur,” kata Juliantara. 

Renungkanlah sobatku..Apa relevansi kegiatan perang-perangan pakai pandan berduri itu, dengan menyakiti badan mereka sendiri, terhadap bhakti pada leluhurnya???

Ini tradisi yang  menyenangkan orang hidup atau mereka yang telah mati?
Apakah itu cara Benar sebagai wujud bakti seseorang pada arwah nenek moyangnya yang sudah meninggal dunia dialam baka sana?
Tahukah orang-orang yang teribat dalam tradisi itu atas apa sesungguhnya yang dibutuhkan dan diharapkan para leluhurnya dialam penantian itu?
Salahkah ungkapan-ungkapan itu? jika iya maafkanlah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sobatku yang baik&#8230;<br />
ada kalimat menarik dari artikel diatas yang diucapkan oleh salah seorang peserta perang Megaret pandan ini. Dia bilang&#8230;</p>
<p>Selesai perang,<br />
punggung dan pundak peserta memang penuh bercak darah yang mengalir akibat geretan daun pandan. Tapi bagi mereka itulah bukti bahwa mereka sudah berbakti pada tradisinya. “Kalau sudah keluar darah, saya merasa sudah melakukan bakti saya pada leluhur,” kata Juliantara. </p>
<p>Renungkanlah sobatku..Apa relevansi kegiatan perang-perangan pakai pandan berduri itu, dengan menyakiti badan mereka sendiri, terhadap bhakti pada leluhurnya???</p>
<p>Ini tradisi yang  menyenangkan orang hidup atau mereka yang telah mati?<br />
Apakah itu cara Benar sebagai wujud bakti seseorang pada arwah nenek moyangnya yang sudah meninggal dunia dialam baka sana?<br />
Tahukah orang-orang yang teribat dalam tradisi itu atas apa sesungguhnya yang dibutuhkan dan diharapkan para leluhurnya dialam penantian itu?<br />
Salahkah ungkapan-ungkapan itu? jika iya maafkanlah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kul-kul</title>
		<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/comment-page-1#comment-9857</link>
		<dc:creator>kul-kul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 07:48:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/budaya/2009/06/11/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html#comment-9857</guid>
		<description>Sobatku...maafkan aku,
Jika ada reinkarnasi, kenapa masih ada upacara menghormati leluhur lagi? toh mereka akan jadi generasi baru lagi bahkan anda tak tau kapan mereka muncul kembali. bisa jadi dia akan menjadi cucu, cicit atau entah apa dari orang yang merayakan upacara utk leluhur itu. 
Jika ada diantara leluhur itu yg sifat dan perbuatannya tdk baik, dan dia juga nanti akan reinkarnasi lagi, janganlah buang-buang dana utk mereka nanti aja bila mereka muncul kembali, beri kehidupan yang lebih cukup dan sejahtera untk mrk agar tak menurunkan lagi sifat-sifat tidak baik. Bukankah evolusinya masih akan terjadi lagi?
maafkan aku sobatku...maafkan!
Jika salah maafkan, jika benar pikirkanlah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sobatku&#8230;maafkan aku,<br />
Jika ada reinkarnasi, kenapa masih ada upacara menghormati leluhur lagi? toh mereka akan jadi generasi baru lagi bahkan anda tak tau kapan mereka muncul kembali. bisa jadi dia akan menjadi cucu, cicit atau entah apa dari orang yang merayakan upacara utk leluhur itu.<br />
Jika ada diantara leluhur itu yg sifat dan perbuatannya tdk baik, dan dia juga nanti akan reinkarnasi lagi, janganlah buang-buang dana utk mereka nanti aja bila mereka muncul kembali, beri kehidupan yang lebih cukup dan sejahtera untk mrk agar tak menurunkan lagi sifat-sifat tidak baik. Bukankah evolusinya masih akan terjadi lagi?<br />
maafkan aku sobatku&#8230;maafkan!<br />
Jika salah maafkan, jika benar pikirkanlah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kul-kul</title>
		<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/comment-page-1#comment-9856</link>
		<dc:creator>kul-kul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 07:22:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/budaya/2009/06/11/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html#comment-9856</guid>
		<description>maafkan renungkanlah sobatku..
Apakah ini sudah benar dan hal yang benar?
 Perjudian, minuman keras yang melibatkan anak-anak? apa jadinya bila tradisi seperti ini terus-menerus diwariskan dari generasi kegenerasi?
Mereka taak akan tau lagi apa yang salah dan apa yang benar.
Bahkan dalam ritual agama ini menjadi suatu yang melekat dan sulit dihilangkan(seperti kalimat dalam artikel ini, sudah jadi parasit yang sulit dalam setiap ritual dan upacara), bagimana mungkin bisa campur aduk begini?
Inikah yang diinginkan leluhur2 yang sudah meninggal dan ada di alam baka itu?
apa yang keliru? renungkanlah sobat-sobatku...maafkan sebesar-besarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maafkan renungkanlah sobatku..<br />
Apakah ini sudah benar dan hal yang benar?<br />
 Perjudian, minuman keras yang melibatkan anak-anak? apa jadinya bila tradisi seperti ini terus-menerus diwariskan dari generasi kegenerasi?<br />
Mereka taak akan tau lagi apa yang salah dan apa yang benar.<br />
Bahkan dalam ritual agama ini menjadi suatu yang melekat dan sulit dihilangkan(seperti kalimat dalam artikel ini, sudah jadi parasit yang sulit dalam setiap ritual dan upacara), bagimana mungkin bisa campur aduk begini?<br />
Inikah yang diinginkan leluhur2 yang sudah meninggal dan ada di alam baka itu?<br />
apa yang keliru? renungkanlah sobat-sobatku&#8230;maafkan sebesar-besarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bersimbah Darah Menghormati Leluhur &#124; Rumah Tulisan</title>
		<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/comment-page-1#comment-9346</link>
		<dc:creator>Bersimbah Darah Menghormati Leluhur &#124; Rumah Tulisan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 07:26:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/budaya/2009/06/11/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html#comment-9346</guid>
		<description>[...] pertama kalinya aku nonton Perang Pandan di Tenganan Pegeringsingan Rabu, tiga hari lalu. Ternyata asik juga. Sayangnya sih aku tidak bisa nonton dari awal sampai [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pertama kalinya aku nonton Perang Pandan di Tenganan Pegeringsingan Rabu, tiga hari lalu. Ternyata asik juga. Sayangnya sih aku tidak bisa nonton dari awal sampai [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gede_adhy</title>
		<link>http://www.balebengong.net/topik/budaya/2009/06/10/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html/comment-page-1#comment-9326</link>
		<dc:creator>gede_adhy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 15:17:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/budaya/2009/06/11/bersimbah-darah-menghormati-leluhur.html#comment-9326</guid>
		<description>Bali adalah surga bagi saya. Tapi kenapa para wisatawan yg datang kita tawarkan dengan surga buatan, hanya menonjolkan keunikan ekonomis kita ketimbang spirit kita?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bali adalah surga bagi saya. Tapi kenapa para wisatawan yg datang kita tawarkan dengan surga buatan, hanya menonjolkan keunikan ekonomis kita ketimbang spirit kita?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 05:15:40 -->
