<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penyair Bali dan Riuh Debat RTRW</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: gm. sukawidana</title>
		<link>http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html/comment-page-1#comment-12798</link>
		<dc:creator>gm. sukawidana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 12:28:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html#comment-12798</guid>
		<description>Man (maaf, sulit bagi saya mengucapkan kata pak Nyoman Darma Putra),  sebenarnya ada yang ingin saya diskusikan disini berkaitan dengan tanah Bali dan perilaku orang-orang Bali. tetapi karena keterbatasan ruang, saya hanya menyampaikan satu konsep saja. Ketika ruang dan waktu semakin sempit, dan persaingan hidup semakin ketat, maka TRADISI PERLU DIPERTIMBANGKAN (meminjam istilah Rendra, Mempertimbangkan Tradisi). Ruang semakin artinya, orang Bali sekarang ini tidak lagi menjadi pemilik tunggal tanah Bali(nak Bali sampun akeh ngadol tanahne), sehingga tidak memungkinkan lagi melakukan upacara seperti masa lalu, karena tidak ada tempat lagi! Waktu yang dimaksudkan di sini adalah kehidupan orang Bali sekarang ini tidak lagi tergantung dari musim (ingat masa lalu ada banyak seke, seperti seke memula, seke manyi, seke ngulah semal, seke layangan, dsb), tetapi tergantung dari menawarkan jasa. saat kita sibuk &#039;ngelah gae,&#039; anak len ngalih gae, suud ngelah &#039;gae&#039; sing ade gae! itu penyebab salah satu sumber  konflik di Bali. Persaingan hidup semakin keta, artinya di Bali sekarang ini tidak hanya hidup orang Bali saja, tetapi boleh jadi 35 % pendatang &#039;selat tukad.&#039; Maka, salahkah saya mengatakan, ketika ruang dan waktu semakin sempit serta persaingan hidup semakin ketat, maka tradisi HARUS dipertimbangkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Man (maaf, sulit bagi saya mengucapkan kata pak Nyoman Darma Putra),  sebenarnya ada yang ingin saya diskusikan disini berkaitan dengan tanah Bali dan perilaku orang-orang Bali. tetapi karena keterbatasan ruang, saya hanya menyampaikan satu konsep saja. Ketika ruang dan waktu semakin sempit, dan persaingan hidup semakin ketat, maka TRADISI PERLU DIPERTIMBANGKAN (meminjam istilah Rendra, Mempertimbangkan Tradisi). Ruang semakin artinya, orang Bali sekarang ini tidak lagi menjadi pemilik tunggal tanah Bali(nak Bali sampun akeh ngadol tanahne), sehingga tidak memungkinkan lagi melakukan upacara seperti masa lalu, karena tidak ada tempat lagi! Waktu yang dimaksudkan di sini adalah kehidupan orang Bali sekarang ini tidak lagi tergantung dari musim (ingat masa lalu ada banyak seke, seperti seke memula, seke manyi, seke ngulah semal, seke layangan, dsb), tetapi tergantung dari menawarkan jasa. saat kita sibuk &#8216;ngelah gae,&#8217; anak len ngalih gae, suud ngelah &#8216;gae&#8217; sing ade gae! itu penyebab salah satu sumber  konflik di Bali. Persaingan hidup semakin keta, artinya di Bali sekarang ini tidak hanya hidup orang Bali saja, tetapi boleh jadi 35 % pendatang &#8216;selat tukad.&#8217; Maka, salahkah saya mengatakan, ketika ruang dan waktu semakin sempit serta persaingan hidup semakin ketat, maka tradisi HARUS dipertimbangkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putu wirata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html/comment-page-1#comment-9617</link>
		<dc:creator>putu wirata</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 00:33:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html#comment-9617</guid>
		<description>bravo....darma, tataruang hidup, ruang untuk bernafas, ruang untuk bergerak, ruang untuk menari,...yang kini terus menyempit...karena kita dihadapkan dgn keserakahan...

ada gak sajak-sajak yg bicara ttg keserakahan mutakhir, mulai korupsi, money politics, penipuan, premanisme....hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bravo&#8230;.darma, tataruang hidup, ruang untuk bernafas, ruang untuk bergerak, ruang untuk menari,&#8230;yang kini terus menyempit&#8230;karena kita dihadapkan dgn keserakahan&#8230;</p>
<p>ada gak sajak-sajak yg bicara ttg keserakahan mutakhir, mulai korupsi, money politics, penipuan, premanisme&#8230;.hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darma Putra</title>
		<link>http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html/comment-page-1#comment-9272</link>
		<dc:creator>Darma Putra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 23:36:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html#comment-9272</guid>
		<description>Wayan Arthawa, terima kasih atas komentarnya. Maaf, puisi Wayan &#039;Tanah Leluhur&#039; tak tercantumkan padahal saya senang banget dengan puisi yang dimuat di Horison itu. 

Gagasan menyusun antologi khusus puisi bertema tanah Bali atau tata ruang bagus adanya. Memang sudah ada sejumlah puisi bertema tanah tetapi masalah awalnya adalah apakah jumlah yang ada sekarang cukup buat satu antologi? Paling tidak perlu 35 judul.

Saya berminat untuk mulai mengumpulkan, semoga ada karya lain yang selama ini belum muncul ke permukaan. Mohon bantuan Wayan dan teman-teman lain untuk mengirimkan karyanya lewat email. idarmaputra@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wayan Arthawa, terima kasih atas komentarnya. Maaf, puisi Wayan &#8216;Tanah Leluhur&#8217; tak tercantumkan padahal saya senang banget dengan puisi yang dimuat di Horison itu. </p>
<p>Gagasan menyusun antologi khusus puisi bertema tanah Bali atau tata ruang bagus adanya. Memang sudah ada sejumlah puisi bertema tanah tetapi masalah awalnya adalah apakah jumlah yang ada sekarang cukup buat satu antologi? Paling tidak perlu 35 judul.</p>
<p>Saya berminat untuk mulai mengumpulkan, semoga ada karya lain yang selama ini belum muncul ke permukaan. Mohon bantuan Wayan dan teman-teman lain untuk mengirimkan karyanya lewat email. <a href="mailto:idarmaputra@yahoo.com">idarmaputra@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: i wayan arthawa</title>
		<link>http://www.balebengong.net/ulasan/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html/comment-page-1#comment-9268</link>
		<dc:creator>i wayan arthawa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 13:12:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/opini/2009/06/01/penyair-bali-dan-riuh-debat-rtrw.html#comment-9268</guid>
		<description>penyair bali dan tata ruang sangat bagus juga dibicarakan bila perlu khusus puisi yang bernafas tata ruang dan ke depan bali di antologikan tapi sayang tidak dicantuka puisi tanah leluhurnya i wayan arthawa yang di muat di horison.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>penyair bali dan tata ruang sangat bagus juga dibicarakan bila perlu khusus puisi yang bernafas tata ruang dan ke depan bali di antologikan tapi sayang tidak dicantuka puisi tanah leluhurnya i wayan arthawa yang di muat di horison.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: www.balebengong.net @ 2012-02-10 03:53:58 -->
